APPI Tunggu Implementasi Perlindungan Ketenagakerjaan dari Kemenaker

Kompas.com - 08/10/2021, 19:00 WIB
Ilustrasi sepak bola. shutterstockIlustrasi sepak bola.

JAKARTA, KOMPAS.com - General Manajer Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia (APPI) M Hardika Aji menyambut positif upaya Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) memberikan perlindungan ketenagakerjaan kepada pemain sepak bola.

Menurut Aji, perlindungan berupa jaminan secara finansial dari klub bagi pemain sepak bola sudah bagus. Namun, pesepak bola belum memiliki Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun.

Padahal berdasarkan Undang-Undang (UU) Cipta Kerja, perlindungan ketenagakerjaan harus diimplementasikan. Ungkapan itu ia sampaikan dalam dialog interaktif dengan Kemenaker di Tangerang, Banten, Jumat (8/10/2021).

"Upaya dari Kementerian Ketenagakerjaan untuk memberikan perlindungan ketenagakerjaan bagi pemain sepak bola telah memunculkan harapan-harapan baru. Ini tinggal pengimplementasinya dan cara penindaklanjutan ketika ada pihak-pihak yang tidak menjalankan regulasi yang ada," ucapnya dalam keterangan tertulis, Jumat.

Baca juga: Kemendag Lepas Ekspor 6 Ton Salak Pondoh Yogyakarta ke Kamboja

Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan Dita Indah Sari memastikan bahwa antara pemain dan klub sepak bola memiliki hubungan kerja. Oleh karenanya, pemain sepak bola termasuk sebuah profesi atau pekerja.

Adapun terkait kesejahteraan dan perlindungan keselamatannya kata Dita, menggunakan standar-standar ketenagakerjaan yang terdapat pada UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja atau Omnibus Law.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Nah standar-standar itu harus masuk dalam kontrak kerja. Apakah BPJS ketenagakerjaannya, jaminan sosialnya, KK, JKM, JHT, JP. Ini perlu didiskusikan," katanya.

Sementara, Dirjen Binwasnaker dan K3 Kemenaker Haiyani Rumondang mengatakan, salah satu kasus yang kerap menimpa para pemain sepak bola adalah tidak dibayarnya gaji dalam perjanjian kontrak. Maka dari itu, Kemenaker mengajak dialog interaktif.

Dialog tersebut, sebagai upaya meningkatkan perlindungan ketenagakerjaan bagi pemain sepak bola profesional.

"Kasus ini sangat marak di Indonesia dan tidak sedikit jumlah pemain sepak bola yang mengalaminya. Bahkan dalam beberapa kasus, tidak dibayarnya gaji pemain menjadi suatu hal yang sangat memprihatinkan untuk pemain itu sendiri," ujarnya.

Baca juga: Faisal Basri Nilai RI Butuh Desain Baru Transformasi Ekonomi Berbasis Kelautan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.