Dirut Pertamina Duduki Peringkat Ke-17 Perempuan Paling Berpengaruh di Dunia

Kompas.com - 11/10/2021, 16:40 WIB
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati masuk ke dalam jajaran wanita paling berpengaruh di dunia versi media Forbes (Dok. Pertamina) Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati masuk ke dalam jajaran wanita paling berpengaruh di dunia versi media Forbes
Penulis Yoga Sukmana
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati masuk dalam 100 perempuan paling berpengaruh di dunia (Most Powerful Women International) versi Majalah Fortune. Perempuan yang lahir di Tasikmalaya, Jawa Barat itu menempati peringkat ke-17. 

Majalah Fortune Internasional menilai Nicke mampu melewati tantangan triple shock yaitu jatuhnya harga minyak, penurunan permintaan bahan bakar, dan tekanan nilai tukar yang dialami Pertamina pada 2020.

Selain itu, Nicke juga dinilai terus mendukung transisi energi Indonesia dengan membangun portofolio Energi Baru Terbarukan (EBT) untuk memberikan energi bersih bagi negara di masa depan.

Dalam siaran persnya, Senin (11/10/2021), Nicke mengatakan pengakuan Majalah Fortune merupakan bukti nyata besarnya kepercayaan internasional terhadap Pertamina.

“Bersama seluruh manajemen dan pekerja Pertamina, saya akan memastikan seluruh inisiatif strategis untuk mewujudkan green transition terus berlanjut dan mampu mencapai target pengurangan emisi gas rumah kaca antara 29 – 41 persen pada tahun 2030," kata dia.

Baca juga: Menaker: Program Magang untuk Tekan Angka Pengangguran

Nicke telah mencanangkan dan menjalankan transisi energi serta langkah dekarbonisasi pada operasional perusahaan dari hulu hingga hilir.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Penilaian atas implementasi aspek Environment, Social & Governance (ESG) Pertamina telah meningkat dari skor 41,6 atau termasuk kategori Several Risk (Februari 2021), menjadi 28,1 (Medium Risk) pada September 2021.

Pertamina menyebut, perbaikan nilai tersebut telah menempatkan BUMN migas tersebut di peringkat 15 perusahaan di industri dan peringkat 8 Sub-Industri Migas dunia.

Nicke mengatakan posisi Pertamina tersebut sama dengan perusahaan global Repsol, ENI, PTT Public Co, dan TotalEnergies. Posisi tersebut berada di atas, Royal Ducth Shell, BP, Exxon Mobil yang masih terkategori High Risk dan Chevron, Petrobras dan Petronas yang dinilai masuk kategori Severe Risk.

Baca juga: Jadi Sponsor Utama Sirkuit Mandalika, Ini Keuntungan yang Diperoleh Pertamina

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.