BEI: Bursa Terus Perhatikan Tuntutan Pasar soal Penerapan ESG

Kompas.com - 16/10/2021, 13:00 WIB
Ilustrasi : Bursa Efek Indonesia KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGIlustrasi : Bursa Efek Indonesia
Penulis Kiki Safitri
|

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan mendukung penerapan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola atau environmental, social, and corporate governance (ESG) di pasar modal Indonesia.

“Bursa terus memperhatikan tuntutan pasar terkait penerapan ESG. Hal tersebut dilakukan dengan melakukan benchmarking atas common practice dari bursa-bursa di dunia dalam menerapkan aspek ESG serta melihat standar internasional terkait penerapan ESG yang menjadi perhatian investor asing,” ujar Direktur Pengembangan BEI Hasan Fawzi melalui siaran pers, Sabtu (16/10/2021).

Hasan mengungkapkan, pihaknya juga mendukung pelaksanaan Roadmap Keuangan Berkelanjutan Tahap 2 periode 2021-2025 yang telah dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Hal ini dilakukan dengan keanggotaan BEI dalam Task Force Keuangan Berkelanjutan baik di lingkup industri jasa keuangan maupun di lingkup pasar modal.

Baca juga: Sandiaga: Bali Siap Bangkit?

“Tantangan dari penerapan ESG adalah bagaimana mendorong penerapan aspek-aspek ESG dan pembuatan Laporan Keberlanjutan tidak hanya bagi perusahaan tercatat di BEI, akan tetapi juga stakeholder lainnya di pasar modal Indonesia,” ujarnya.

Hasan bilang, berinvestasi pada saham perusahaan yang memperhatikan aspek ESG dalam aktivitas bisnisnya merupakan salah satu bentuk responsible investment.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Penerapan ESG yang baik oleh Perusahaan Tercatat dapat mengurangi risiko dampak negatif yang berpotensi terjadi ke depannya.

“Karena itu, peluang dalam penerapan ESG akan berdampak positif bagi pasar modal Indonesia ke depannya, baik kepada investor domestik maupun investor asing yang sudah mulai memperhatikan aspek ESG dalam keputusan investasinya,” jelas dia.

Dia mencontohkan, di Eropa seluruh manajer investasi wajib untuk mengembangkan kebijakan tentang integrasi risiko terkait keberlanjutan ke dalam proses pengambilan keputusan investasi.

Baca juga: Syarat WNA Masuk Bali: Harus Punya Asuransi Kesehatan Rp 1,4 miliar

Hasan bilang, penerapan ESG membuat investasi yang dilakukan secara tidak langsung juga turut mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dan sosial sekaligus memberikan rasa aman karena investasi dilakukan pada perusahaan yang menerapkan tata kelola yang baik.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.