Kemendag Ungkap Alasan Harga Minyak Goreng Makin Mahal

Kompas.com - 05/11/2021, 20:35 WIB
Inggwan (55), pedagang di Pasar Anyar, Kota Tangerang, yang mengeluh soal kenaikan harga minyak goreng, Jumat (29/10/2021). KOMPAS.com/MUHAMMAD NAUFALInggwan (55), pedagang di Pasar Anyar, Kota Tangerang, yang mengeluh soal kenaikan harga minyak goreng, Jumat (29/10/2021).


JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengungkap alasan yang menyebabkan harga minyak goreng di pasaran terus melonjak.

Berdasarkan pantauan Kemendag, harga minyak goreng rata-rata nasional saat ini untuk harga minyak goreng curah Rp 16.100 per liter.

Adapun harga minyak goreng kemasan sederhana dibanderol seharga Rp 16.200 per liter, sedangkan minyak goreng kemasan premium harganya Rp 17.800 per liter.

Baca juga: Harga Minyak Goreng Bisa Makin Mendidih

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Oke Nurwan menegaskan, kenaikan harga minyak goreng lebih dikarenakan harga internasional yang naik cukup tajam.

Sebab, pasokan minyak goreng di masyarakat saat ini aman. Kebutuhan minyak goreng nasional sebesar 5,06 juta ton per tahun, sedangkan produksinya bisa mencapai 8,02 juta ton.

“Meskipun Indonesia adalah produsen crude palm oil (CPO) terbesar, namun kondisi di lapangan menunjukkan sebagian besar produsen minyak goreng tidak terintegrasi dengan produsen CPO,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (5/11/2021).

Menurutnya, dengan entitas bisnis yang berbeda, tentunya para produsen minyak goreng dalam negeri harus membeli CPO sesuai dengan harga pasar lelang dalam negeri, yaitu harga lelang KPBN Dumai yang juga terkorelasi dengan harga pasar internasional.

“Akibatnya, apabila terjadi kenaikan harga CPO internasional, maka harga CPO di dalam negeri juga turut menyesuaikan harga internasional,” jelas Oke.

Selain itu, dari dalam negeri, kenaikan harga minyak goreng turut dipicu turunnya panen sawit pada semester ke-2.

Baca juga: Awal November, Harga Minyak Goreng Terus Naik

Sehingga, suplai CPO menjadi terbatas dan menyebabkan gangguan pada rantai distribusi (supply chain) industri minyak goreng, serta adanya kenaikan permintaan CPO untuk pemenuhan industri biodiesel seiring dengan penerapan kebijakan B 30.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.