Insentif Kartu Prakerja Sudah Cair 95 Persen, Kamu Termasuk?

Kompas.com - 22/11/2021, 18:32 WIB
Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartanto menyempatkan diri bertemu dan berdialog dengan para alumni program Kartu Prakerja di Medan, Sumatera Utara untuk menyampaikan apresiasi yang telah secara maksimal memanfaatkan program ini untuk pengembangan diri. KOMPAS.com/DANIEL PEKUWALIMenteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartanto menyempatkan diri bertemu dan berdialog dengan para alumni program Kartu Prakerja di Medan, Sumatera Utara untuk menyampaikan apresiasi yang telah secara maksimal memanfaatkan program ini untuk pengembangan diri.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, insentif Kartu Prakerja sudah cair sebanyak 95 persen dengan anggaran Rp 11,7 triliun.

Insentif tersebut diterima oleh peserta Kartu Prakerja dari gelombang 12 sampai gelombang 22.

"Dan yang mendapat insentif sebesar 95 persen dan insentif tersalur 11,7 triliun. Jadi hampir seluruhnya sudah diserap dalam program Kartu Prakerja," kata Airlangga dalam konferensi pers PPKM, Senin (22/11/2021).

Baca juga: Kartu Prakerja Lanjut Tahun Depan, Bakal Ada Pelatihan Offline

Airlangga menuturkan, dari 5,9 juta peserta, penerima yang sudah menyelesaikan pelatihan mencapai 5,9 juta.

Seperti diketahui, peserta Kartu Prakerja diberikan insentif berupa biaya pelatihan senilai Rp 1 juta, dana insentif pasca pelatihan sebesar Rp 600.000/bulan selama 4 bulan, dan dana insentif survei Rp 50.000/survei selama 3 kali.

Airlangga juga memastikan, program Kartu Prakerja bakal berlanjut di tahun 2022. Selain pelatihan secara daring, pemerintah berencana mengadakan pelatihan luring (luar jaringan) di semester II 2022.

"Kartu prakerja akan dilanjutkan tahun depan dan dalam enam bulan programnya masih sama, enam bulan berikutnya diharapkan kita sudah bisa membuat program yang luring, bukan hanya daring," ujar Airlangga.

Nantinya, program Kartu Prakerja tahun depan bukan hanya ditujukan sebagai program semi bansos. Seperti perencanaan awal, program tersebut akan terus ada untuk menambah skill (upskilling) para pencari kerja.

Airlangga berujar, Kartu Prakerja mampu mendorong inklusi keuangan karena banyak peserta yang baru memiliki rekening bank atau akun dompet digital (e-wallet) setelah mengikuti program.

Baca juga: Kritik Bikin Program Kartu Prakerja Jadi Lebih Baik

Hal itu juga membuat lembaga internasional seperti Bank Dunia (World Bank) menyebut, Kartu Prakerja adalah program pemerintah yang memberikan akses modal kepada warga, meningkatkan daya beli, dan memberikan pelatihan sesuai situasi.

"Kartu prakerja juga membuat market baru, yaitu market edu tech pendidikan melalui sarana digital. Ini melibatkan 1.700 program kursus digital dengan platform. Jadi akselerasi yang mendapat apresiasi masyarakat dan global," pungkas Airlangga.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.