Erick Thohir: Indonesia Punya Potensi Jadi Poros Maritim Dunia

Kompas.com - 24/11/2021, 07:36 WIB
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Jumat (17/7/2020). ANTARA FOTO/Dhemas ReviyantoMenteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Jumat (17/7/2020).

JAKARTA KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan Indonesia memiliki potensi untuk menjadi poros maritim dunia. Hal itu mengingat Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia.

Menurutnya, faktor penting untuk menjadi poros maritim dunia adalah kemampuan Indonesia dalam membangun budaya maritim itu sendiri.

"Baik itu terkait pengelolaan sumber daya laut, pengembangan infrastruktur yang sangat penting saat ini dan tentu juga konektivitas maritim guna menjadi poros maritim dunia," ujarnya dalam webinar Kompas Talks, Selasa (23/11/2021).

Erick mengatakan, melalui program tol laut yang sejalan dengan Nawacita yang diusung Presiden Joko Widodo (Jokowi), BUMN pun menerima penugasan untuk pembangunan dan pengembangan infrastruktur yang menghubungkan produksi ke distribusi, dari Sabang sampai Merauke. 

Baca juga: Cerita Mantan Driver Ojol yang Kini Membuka Lapangan Pekerjaan

Namun, lanjutnya, upaya tersebut dibarengi pula dengan kompleksitas tinggi yang sedang dihadapi sektor kelautan dunia dan berdampak pada industri logistik Indonesia.

Industri logistik Indonesia saat ini menghadapi tantangan dan tekanan berkaitan dengan kerentanan rantai pasok global (supply chain), seperti berkurangnya jumlah kontainer.

Selain itu, menurut Erick, kebijakan perdagangan global yang telah disampaikan Presiden Jokowi dalam pertemuan G20 mengenai rantai pasok sangat berpengaruh terhadap sumber daya alam Indonesia.

Negara-negara di dunia meminta sumber daya alam Indonesia di ekspor sebesar-besarnya untuk kebutuhan mereka.

Erick menilai, untuk memenuhi rantai pasok dunia, Indonesia juga perlu menyeimbangkan dengan kebutuhan di dalam negeri.

"Memang kebijakan ini harus kita seimbangkan dan seperti yang disampaikan oleh Bapak Presiden, kita harus lawan. Kita tidak anti asing tetapi penting bagi kita untuk memastikan pasar kita sebagai pertumbuhan ekonomi kita. Sumber daya alam kita untuk pertumbuhan ekonomi kita,” ucapnya.

Baca juga: Erick Thohir Targetkan Laba Bersih BUMN Capai Rp 46 Triliun di Akhir Tahun

Di sisi lain, Erick menambahkan, langkah pemerintah menggabungkan Pelindo menjadi langkah tepat dalam mendorong efektivitas tol laut guna mengatasi berbagai kendala dan biaya logistik yang tinggi.

Selain itu Erick, dengan penggabungan Pelindo juga memberikan manfaat dalam pengembangan pelayanan terintegrasi, peningkatan kapasitas pelabuhan, percepatan standarisasi operasional, peningkatan akses serta kedalaman kolam pelabuhan.

"Efisiensi biaya logistik akan memberikan pengaruh kepada meningkatnya perekonomian nasional yang memang kita harus menjadi sentralnya dunia. Apalagi kita sekarang menjadi Presiden G20," pungkasnya.

Baca juga: Usai Ditegur Erick Thohir, Pertamina Pastikan Toilet di SPBU Gratis

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.