Tiga Tips agar Terhindar dari Penipuan yang Mengatasnamakan Bank

Kompas.com - 25/11/2021, 13:00 WIB
Ilustrasi penipuan. FREEPIK/JCOMPIlustrasi penipuan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Modus penipuan yang mengaku sebagai pihak bank marak terjadi belakangan ini. Tak sedikit masyarakat yang menjadi korban tindak kejahatan ini.

Cara penipuannya pun semakin beragam. Para pelaku mengelabuhi para korbannya dengan tujuan untuk menguras isi rekeningnya.

Komplotan penjahat tersebut kerap meminta data diri perbankan dari para korbannya dengan menelepon dari nomor yang tidak dikenal. Selain itu seringkali juga menggunakan nomor palsu yang disamarkan, sehingga menyerupai nomor resmi dari sebuah perusahaan atau institusi dengan harapan terbangun sebuah kredibilitas.

Baca juga: Hati-hati, Ada Penipuan Investasi Bawa-bawa Nama LPS

Biasanya, saat sambungan telepon diangkat oleh korban, pelaku akan memperkenalkan diri sebagai customer service sebuah bank. Dia akan langsung memberitahu tentang informasi penting yang terjadi pada rekening korbannya.

Misalnya, ada aktivitas mencurigakan pada kartu kredit / rekening / mobile banking milik nasabah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Saat mendengar informasi tersebut, biasanya nasabah akan panik. Dia akan lupa bahwa pihak bank tidak akan pernah meminta nasabah untuk memberikan data-data rahasia perbankan, seperti nomor Kartu Kredit dan CVV Kartu Kredit.

Nah, saat nasabah memberikan salah satu data tersebut, penipu yang tidak bekerja sendiri ini akan melakukan aktivitas untuk menguatkan kredibilitas mereka. Bermodalkan salah satu informasi perbankan nasabah, rekan si penipu akan menjalankan aksi lanjutan, yakni mulai bertransaksi di portal-portal dengan sejumlah nominal tertentu.

Baca juga: Niat Hati Buat Aduan pada CS Bank lewat Media Sosial Malah Kena Jebakan Penipuan

Lalu, setelah transaksi tersebut berhasil, korban akan dipandu kembali untuk mengecek bahwa benar terjadi transaksi mencurigakan di kartu kreditnya. Seringkali para korban tidak mengecek secara seksama dan sebaliknya jadi makin yakin bahwa penipu ini berniat baik dan akan membantu membatalkan transaksi mencurigakan tersebut.

Karena kredibilitas sudah cukup terbangun, penipu tersebut lalu menuntun korban untuk mengamankan aset-aset perbankan lainnya. Dimana pada akhirnya korban diminta untuk memberikan data-data seperti PIN, nomer kartu ATM, username & PIN mobile banking, OTP (one time password) yang diterima, serta data pribadi lainnya.

Tanpa disadari penipu pun berhasil mengakses beragam produk perbankan milik nasabah, seperti mobile banking lalu menguras semua asset yang ada di dalamnya.

Mengutip laman bca.co.id, berikut tiga tips menghindari penipuan yang mengatasnakan pihak bank:

Tips Terhindar dari Penipuan yang Mengatasnamakan Bank

  1. Jangan pernah mengangkat telepon dari nomor mencurigakan, meskipun terlihat mirip dengan nomor resmi call center. Sebagai contoh, nomor customer care resmi Halo BCA adalah 1500888 tanpa ada embel-embel +62, 021, atau apapun. Sebaiknya kamu tidak menyimpan nomor Halo BCA pada kontak di handphone, sehingga nomor telepon yang masuk bisa terpampang jelas.
  2. Jika mengangkat telepon dari nomor yang tidak dikenal lalu penelpon memberikan informasi adanya aktivitas mencurigakan pada kartu kredit / rekening / mobile banking milik Anda, tetap tenang & jangan panik.
  3. jika memang menemukan aktivitas mencurigakan seperti yang dijelaskan di atas, khusunya yang mengaku dari pihak BCA, segera hubungi Halo BCA di 1500888, Twitter @HaloBCA, Email; halobca@bca.co.id, atau WhatsApp Bank BCA 08111500998. Kami dengan senang hati melanjutkan laporan tersebut ke pihak berwajib untuk ditindaklanjuti.

Baca juga: Mengenal Modus Kejahatan SIM Swap dan Cara Menghindarinya

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.