Erick Thohir Bakal Bawa Cucu Pertamina dan ASDP IPO di 2022

Kompas.com - 02/12/2021, 14:21 WIB
Ilustrasi BEI KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGIlustrasi BEI

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengungkapkan, ada perusahaan dan cucu BUMN yang bakal melakukan penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) di pasar modal pada 2022.

Kedua perusahaan tersebut yakni PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) dan PT Pertamina Geothermal Energy.

Ia menjelaskan, rencana IPO ASDP dilakukan untuk mendapatkan pendanaan guna melaksanakan investasi perusahaan. Utamanya untuk perbaikan kualitas kapal-kapal ASDP yang sudah tua.

Baca juga: Antara Ahok, Erick Thohir, dan Arya Sinulingga soal Kontrak yang Bikin Rugi BUMN

"Kondisi kapal-kapal ASDP itu ada yang tahun 60-an, 80-an, pada tua-tua. Nah, ini yang kita coba perbaiki," ujar Erick dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, Kamis (2/12/2021).

Sementara pada Pertamina Geothermal, IPO dilakukan guna mendapatkan pendanaan yang akan digunakan untuk mendukung kebutuhan energi ramah lingkungan (green energy).

Ia berharap, cucu Pertamina yang bergerak di bidang energi panas bumi ini, bisa memanfaatkan peluang di green energy, yang saat ini sudah menjadi tren global.

"Untuk 2022 kita akan go public Pertamina Geothermal Energy, karena kita tahu bagaimana dorongan kepada dunia saat ini mengenai green energy, green economy," kata Erick.

Dia mengatakan, IPO menjadi alternatif pendanaan bagi Pertamina Geothermal yang akan fokus membantu PT PLN (Persero) dalam penyediaan listrik dengan menggunakan energi panas bumi sebagai salah satu energi terbarukan.

Baca juga: Erick Thohir: Laba BUMN Dikonsolidasikan agar Tak Ada Raja-raja Kecil

"Kami juga menjadi bagian dari green electric, eco lifestyle untuk listrik. Ini akan kita IPO di situ. Ini juga bagian dari 15 gigawatt yang PLN harus transformasi dari energi fosil ke green energy. Jadi ini sudah mulai kita lakukan di Geothermal," jelas Erick.

Erick menilai, IPO merupakan langkah Kementerian BUMN untuk memperkuat perusahaan pelat merah tanpa menambah beban keuangan negara, terlebih di masa pandemi saat ini.

Lewat pendanaan dari IPO, diharapkan dari segi korporasi maupun public service yang diberikan BUMN bisa berjalan dengan baik.

"Kalau BUMN bisa mandiri memperbaiki dengan cara-cara lain (IPO), tapi tetap melayani publik dan korporasinya terjaga baik, maka ini yang menjadi alternatif (pendanaan)," pungkas dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.