Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

BEI Berencana Rilis Dua Indeks Baru Berbasis ESG

Kompas.com - 08/12/2021, 07:18 WIB
Kiki Safitri,
Yoga Sukmana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) bekerja sama dengan Yayasan KEHATI berencana meluncurkan dua indeks baru berbasis environmental, social and governance (ESG). Rencananya dua indeks baru ESG ini akan diluncurkan pada Senin (20/12/2021).

Adapun dua index baru yang diluncurkan yakni Indeks ESG Sector Leaders IDX KEHATI dan ESG Quality 45 IDX KEHATI.

Direktur Pengembangan BEI, Hasan Fawzi mengatakan, peluncuran dua indeks ESG ini lantaran investasi berbasis ESG tengah menjadi tren di pasar keuangan global dan domestik.

“Tapi kita menyadari bahwa tren dan peningkatan kebutuhan dan tuntutan dari sisi demand dalam hal ini para investor–investor kita maupun foreign investor terhadap aset dan portofolio di bursa kita yang berorientasi pada sustainability finance dan investment ini memang harus kita respons,” kata Hasan secara virtual, Selasa (7/12/2021).

Baca juga: IHSG Diprediksi Menguat, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Hasan menambahkan, dalam mengambil keputusan investasi, tentunya para investor dan manajer investasi menerapkan aspek investasi yang bertanggung jawab dalam menyusun portofolio yang integrasikan aspek ESG yang baik.

Maka dari itu, investor tidak hanya memperhatikan dari aspek keuntungan saja, namun juga melihat penembatan investasi mereka pada perusahaan dan aset yang juga menerapkan ESG, serta tata kelola yang baik.

“Tentu dalam hal ini kami kembali menawarkan dua indeks ESG base yang baru, ini harapannya tentu yang kemarin sudah direspons baik ESG indeks yag sudah ada, ini kembali sekarang mmberikan ruang alternatif investasi baru bagi para investor kita,” jelas dia.

Berdasarkan data OJK Oktober 2021, saat ini ada 15 produk reksa dana dan ETF berbasis ESG, dengan total dana kelola atau AUM mencapai Rp 3,38 triliun. Jika dibanding dengan tahun 2017, terdapat 7 produk dengan AUM Rp 300 miliar.

Hasan bilang, saat ini BEI sudah memiliki dua indeks saham berbasis ESG yaitu IDX leaders yang diluncurkan pada Desember 2020 dan IDX Kehati yang dirilis Juni 2021.

Baca juga: PT Honda Prospect Motor Buka Lowongan Kerja, Ini Persyaratannya

“Kalau kita lihat dari uturan fund dan ETF yang menggunakan ESG indeks ini sebagai basis, itu sebetulnya sudah nomor tiga terbanyak dari sisi jumlah produk maupun AUM yang digunakan oleh para Manager Investasi kita saat ini, berdasarkan catatan kami di BEI. Ini menunjukkan bagaimana pasar kita mmbutuhkan alternatif investasi berbasis ESG,” kata dia.

Hasan menekankan, kerja sama ini diharapkan dapat melanjutkan komitmen dalam mendukung investasi berkelanjutan. BEI juga berkomitmen terus mempromosikan dan mendorong pencapaian investasi berbasis ESG.

“Harapannya tidak semata-mata jumlah AUM, tapi dengan indeks baru ini kita juga berharap ada awareness building dari sisi saham-saham, para perusahaan tercatat di setiap sektor, lalu fundamentalnya berkualitas, kita harapkan (perusahaan) berlomba-lomba juga, selain memperbaiki kinerja opreasional dan kuangannnya mereka, juga sekarang memperhatikan praktek ESG yang baik,” kata Hasan.

Baca juga: Ini Kunci Bisnis Franchise Bisa Bertahan di Tengah Pandemi

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

IHSG dan Rupiah Berakhir di Zona Hijau

IHSG dan Rupiah Berakhir di Zona Hijau

Whats New
Luhut Ungkap Tugas dari Jokowi Jadi Koordinator Investasi Apple di IKN

Luhut Ungkap Tugas dari Jokowi Jadi Koordinator Investasi Apple di IKN

Whats New
Bandara Sam Ratulangi Ditutup Sementara akibat Erupsi Gunung Ruang, 33 Penerbangan Terdampak

Bandara Sam Ratulangi Ditutup Sementara akibat Erupsi Gunung Ruang, 33 Penerbangan Terdampak

Whats New
Akankah Relaksasi HET Beras Premium Tetap Diperpanjang?

Akankah Relaksasi HET Beras Premium Tetap Diperpanjang?

Whats New
Proyek Perluasan Stasiun Tanah Abang Mulai Dibangun Mei 2024

Proyek Perluasan Stasiun Tanah Abang Mulai Dibangun Mei 2024

Whats New
Freeport Setor Rp 3,35 Triliun ke Pemda di Papua, Indef Sarankan Ini

Freeport Setor Rp 3,35 Triliun ke Pemda di Papua, Indef Sarankan Ini

Whats New
Obligasi atau Emas, Pilih Mana?

Obligasi atau Emas, Pilih Mana?

Work Smart
Tiru India dan Thailand, Pemerintah Bakal Beri Insentif ke Apple jika Bangun Pabrik di RI

Tiru India dan Thailand, Pemerintah Bakal Beri Insentif ke Apple jika Bangun Pabrik di RI

Whats New
KB Bank Sukses Pertahankan Peringkat Nasional dari Fitch Ratings di Level AAA dengan Outlook Stabil

KB Bank Sukses Pertahankan Peringkat Nasional dari Fitch Ratings di Level AAA dengan Outlook Stabil

BrandzView
Harga Acuan Penjualan Gula Naik Jadi Rp 17.500 Per Kilogram

Harga Acuan Penjualan Gula Naik Jadi Rp 17.500 Per Kilogram

Whats New
Pertama di Asia, Hong Kong Setujui ETF Bitcoin

Pertama di Asia, Hong Kong Setujui ETF Bitcoin

Whats New
Sebanyak 109.105 Kendaraan Melintasi Tol Solo-Yogyakarta Saat Mudik Lebaran 2024

Sebanyak 109.105 Kendaraan Melintasi Tol Solo-Yogyakarta Saat Mudik Lebaran 2024

Whats New
HUT Ke-63, Bank DKI Sebut Bakal Terus Dukung Pembangunan Jakarta

HUT Ke-63, Bank DKI Sebut Bakal Terus Dukung Pembangunan Jakarta

Whats New
Daftar 17 Entitas Investasi Ilegal Baru yang Diblokir Satgas Pasti

Daftar 17 Entitas Investasi Ilegal Baru yang Diblokir Satgas Pasti

Whats New
BI Banten Distribusikan Uang Layak Edar Rp 3,88 Triliun Selama Ramadhan 2024, Pecahan Rp 2.000 Paling Diminati

BI Banten Distribusikan Uang Layak Edar Rp 3,88 Triliun Selama Ramadhan 2024, Pecahan Rp 2.000 Paling Diminati

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com