Sri Mulyani: Buang Uangnya di Indonesia Saja...

Kompas.com - 14/12/2021, 14:10 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani memasang masker kembali setelah memberikan keterangan pers mengenai penyerahan Daftar Isi Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Daftar Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) tahun 2022 oleh Presiden Joko Widodo di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (29/11/2021). Presiden Joko Widodo menyampaikan enam fokus APBN 2022 yakni pengendalian COVID-19 dengan tetap mempertahankan sektor kesehatan, keberlanjutan program perlindungan jaminan sosial, peningkatan SDM, pembangunan infrastruktur dan adaptasi teknologi, penguatan desentralisasi fiskal, dan reformasi penganggaran.  ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/rwa. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak AMenteri Keuangan Sri Mulyani memasang masker kembali setelah memberikan keterangan pers mengenai penyerahan Daftar Isi Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Daftar Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) tahun 2022 oleh Presiden Joko Widodo di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (29/11/2021). Presiden Joko Widodo menyampaikan enam fokus APBN 2022 yakni pengendalian COVID-19 dengan tetap mempertahankan sektor kesehatan, keberlanjutan program perlindungan jaminan sosial, peningkatan SDM, pembangunan infrastruktur dan adaptasi teknologi, penguatan desentralisasi fiskal, dan reformasi penganggaran. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/rwa.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta pengusaha dan influencer untuk berlibur di Indonesia daripada pelesiran ke luar negeri.

Hal ini diminta Sri Mulyani ketika melakukan sosialiasasi UU HPP bersama para pengusaha dan sejumlah publik figur di Jakarta, Selasa (14/12/2021).

"Kalau ingin libur, libur lah di Indonesia saja. Buang uangnya di Indonesia supaya perekonomian kita kembali pulih," kata Sri Mulyani ketika menyampaikan substansi UU HPP.

Baca juga: Pajaki Orang Tajir, Sri Mulyani: Banyak Warga Indonesia yang Ekstrem Kaya

Wanita yang akrab disapa Ani ini menyatakan hal tersebut usai melihat hadirnya para pengusaha dan influencer dalam acara sosialisasi.

Biasanya ketika memasuki bulan Desember, masyarakat menengah atas ini sudah tidak berada di Indonesia.

"Biasanya bulan Desember pertengahan ini mereka tidak ada di sini, tapi berkah dari Covid-19 dan diminta oleh presiden tinggal di Jakarta atau Indonesia saja," beber dia.

Adapun imbauan tidak keluar negeri juga berkaitan erat dengan kondisi Covid-19 varian Omicron yang sudah menjangkiti 70 negara di dunia.

di Inggris misalnya, terjadi penambahan 1.239 kasus aktif hanya dalam waktu selang sehari, yakni dari tanggal 12 Desember - 13 Desember 2021.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi pun sudah meminta masyarakat Indonesia untuk tidak bepergian ke luar negeri dalam waktu dekat.

imbauan pembatasan perjalanan ke luar negeri dilakukan karena Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) belum memiliki banyak bukti untuk memastikan kecepatan penularan maupun efektivitas vaksinnya.

"Dalam kaitan ini, Pemerintah meminta dengan sangat, mengimbau dengan sangat, bagi WNI yang tidak memiliki kepentingan yang sangat mendesak untuk tidak melakukan perjalanan ke luar negeri," kata Retno Marsudi dalam konferensi pers, Senin (13/12/2021).

Baca juga: Naikkan Cukai Hasil Tembakau, Sri Mulyani: Konsumsi Rokok Lebih Besar daripada Telur...


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.