Ini Alasan Ancol Berutang Rp 905 Miliar ke Bank DKI

Kompas.com - 03/01/2022, 06:37 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) telah menerima pinjaman dana dari Bank DKI dengan nilai total sebesar Rp 905 miliar.

Adapun rinciaanya sebesar Rp 389 miliar akan dimanfaatkan modal kerja. Perjanjian pinjaman kredit tahap pertama ini telah diteken pada 16 September 2021, dengan jangka waktu pinjaman dana selama 1 tahun.

Kemudian, Rp 516 miliar dikucurkan Bank DKI kepada Jaya Ancol usai menandatangani kesepakatan perjanjian pada 20 Desember 2021.

Baca juga: Strategi Ancol Bertahan di Masa Pandemi, Potong Gaji Direksi hingga Tunda Rekrut Karyawan

"Sebagaimana disampaikan dalam Keterbukaan Informasi Perseroan pada 22 Desember 2021, telah dilakukan penandatanganan kredit sebesar Rp 516 miliar untuk refinancing (pembiayaan kembali) obligasi berkelanjutan II Jaya Ancol tahap II seri A yang akan jatuh tempo pada Februari 2022," kata Direktur Pembangunan Jaya Ancol Suparno dalam Keterbukaan Informasi, dikutip Senin (3/1/2022).

Suparno menjelaskan, refinancing dilakukan dalam rangka reprofiling utang jangka pendek menjadi jangka panjang. Tujuannya memperkuat arus kas jangka panjang lebih stabil.

Dia pun mengemukakan 4 alasan pihaknya melakukan pinjaman ini kepada Bank DKI.

Alasan pertama, kerja sama Ancol dengan Bank DKI telah terjalin lama. Kedua, struktur pinjaman jangka panjang dengan suku bunga yang kompetitif. Ketiga, kedua belah pihak berkolaborasi dalam bidang pemasaran digital. Alasan yang terakhir, bagian dari sinergi Bank Usaha Milik Daerah (BUMD).

Sebelumnya Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Teuku Sahir Syahali mengungkapkan bahwa jika pihaknya tidak meminjam uang Rp 1,2 triliun ke Bank DKI, kemungkinan Ancol akan tutup selamanya. Faktor pandemi Covid-19 yang menggerus kunjungan wisatawan ke Ancol sehingga minim pemasukan,

"Tentunya dalam pandemi ini kalau kita enggak meminjam uang dan kita enggak minta PMD, kondisi Ancol pasti akan tutup selamanya, akan berat," kata Sahir dalam rapat Komisi B DPRD DKI, Selasa (28/12/2021).

Sahir bertutur, biaya operasional Ancol tetap berjalan di tengah pandemi.  Antara lain karena  ada hewan peliharaan di Sea World yang harus dirawat dan diberi makanan setiap harinya, begitu juga dengan biaya pembayaran listrik untuk pemeliharaan.

Termasuk pemeliharaan wahana Dunia Fantasi (Dufan) yang harus dinyalakan setiap hari agar tidak mengalami kerusakan. "Kedua, kita menggaji karyawan kita, tidak ada PHK, sedangkan pendapatan kita nol," ujar dia.

Baca juga: Apakah Penyaluran Kredit Bank DKI ke Ancol Senilai Rp 1,2 Triliun Terkait Formula E?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.