IHSG Melaju di Zona Merah Pagi ini, Rupiah Menguat

Kompas.com - 13/01/2022, 09:21 WIB


JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah pada awal perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) Kamis (13/1/2022). Berbeda dengan mata uang garuda yang menguat pada perdagangan pasar spot.

Melansir data RTI, pukul 09.10 WIB, IHSG berada pada level 6.643,17 atau turun 3,88 poin (0,06 persen) dibanding penutupan sebelumnya pada level 6.647,06.

Sebanyak 193 saham melaju di zona hijau dan 182 saham di zona merah. Sedangkan 191 saham lainnya stagnan. Adapun nilai transaksi hingga saat ini mencapai Rp 860,17 miliar dengan volume 1,6 miliar saham.

Baca juga: Hari Ini IHSG Bakal Lanjut Melemah? Simak Rekomendasi Sahamnya

Bursa Asia mayoritas merah dengan penurunan Nikkei 0,83 persen, Shanghai Komposit 0,06 persen, dan Strait Times 0,1 persen. Sementara itu, Hang Seng Hong Kong menguat 0,31 persen.

Wall Street pada penutupan pagi ini hijau dengan kenaikan Dow Jones Industrial Average (DJIA) 0,11 persen, S&P 500 menguat 0,28 persen, dan Nasdaq naik 0,23 persen.

Sebelumnya, Research Analyst Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper mengatakan, secara teknikal candlestick indeks membentuk lower high dan lower low mengindikasikan potensi pelemahan namun rentang pelemahan akan cukup terbatas hingga sekitar support kuat MA 50.

Baca juga: Viral Ghozali Jadi Miliader Berkat Jualan Foto Selfie di NTF, Apa Itu?

“IHSG diprediksi melemah. Investor akan mencermati beberapa data ekonomi yang dirilis di Amerika Serikat. Dari dalam negeri masih minim sentiment,” kata Dennies dalam rekomendasinya.

Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS di pasar spot pagi ini menguat. Melansir Bloomberg, pukul 09.04 WIB rupiah bergerak pada level Rp 14.312 per dollar AS, atau naik 11 poin (0,08 persen) dibanding penutupan sebelumnya di level Rp 14.324 per dollar AS.

Pengamat pasar uang Ariston Tjendra mengatakan, meskipun menguat di pagi hari, rupiah masih berpotensi melemah pada perdagangan pasar spot hari ini. Pelemahan rupiah terjadi karena tingginya inflasi AS bulan Desember 2021, yakni 7 persen year on year sesuai dengan ekspektasi pasar. Data ini mendukung kebijakan kenaikan suku bunga acuan AS yang mungkin dimulai di bulan Maret 2022.

“Nilai tukar rupiah mungkin bisa tertekan terhadap dollar AS karena rilis data inflasi AS yang menunjukkan kenaikan tertinggi sejak 1982. Sebagai antisipasi, pasar mungkin menarik sebagian portofolio aset berisikonya dan kembali ke aset dollar sehingga dollar bisa menguat dan berpeluang menekan rupiah,” kata Ariston kepada Kompas.com.

Ariston memprediksi rupiah hari ini akan bergerak pada kisaran Rp 14.350 per dollar AS hingga Rp 14.300 per dollar AS.

Baca juga: Mengenal Lebih Dekat Apa Itu NFT

Disclaimer: Artikel ini bukan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Segala rekomendasi dan analisa saham berasal dari analis dari sekuritas yang bersangkutan, dan Kompas.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan Investor. Pelajari dengan teliti sebelum membeli/menjual saham.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.