Rusia Sebut Embargo Minyak oleh Negara Barat Bakal Bawa Bencana bagi Pasar Global

Kompas.com - 09/03/2022, 06:02 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Rencana negara-negara Barat memboikot impor dari Rusia berpotensi membuat harga minyak mentah dunia semakin meroket.

Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak mengatakan, larangan impor minyak Rusia akan semakin memperkeruh kondisi pasar global saat ini.

Sebagaimana diketahui, harga minyak dunia telah menyentuh level tertinggi sejak 2008. Saat ini, harga minyak dunia sudah menembus 120 dollar AS per barrel.

Baca juga: Lonjakan Harga Minyak Dunia Bebani APBN, Kenaikan BBM Jadi Solusi?

“Sangat jelas bahwa penolakan terhadap minyak Rusia akan menyebabkan konsekuensi bencana bagi pasar global," kata Novak seperti dikutip dari CNN, Rabu (9/3/2022).

“Lonjakan harga itu akan sulit ditebak. Harga minyak bisa mencapai lebih dari 300 dollar AS per barrel,” tambahnya.

Lebih lanjut Ia menyebutkan, negara-negara Eropa perlu waktu 1 tahun untuk memenuhi pasokan minyak yang selama ini berasal dari Rusia.

Baca juga: Rusia Jadi Negara Kena Sanksi Terbanyak, Apa Pengaruhnya buat Kita?

Selain itu, negara-negara Eropa juga harus membayar harga lebih mahal jika membeli minyak selain dari Rusia.

“Politisi Eropa harus memperingatkan masyarakat dan konsumen mereka terhadap potensi yang bakal terjadi,” ujar Novak.

Novak mengaku tidak mengambil pusing jika negara Eropa pada akhirnya memutuskan untuk memboikot Rusia.

“Kami tahu ke mana kami harus mengalihkan minyak itu,” katanya.

Baca juga: AS Bahas Embargo Rusia, Harga Minyak Dunia Sempat Sentuh 139 Dollar AS Per Barrel

Adapun sampai saat ini, Novak bilang, Rusia terus memenuhi kewajibannya memasok 40 persen gas yang dibutuhkan Eropa.

Akan tetapi, Rusia tidak menutup kemungkinan membalas aksi Jerman bulan lalu yang membekukan sertifikasi pipa gas Nord Stream 2, dengan menghentikan pasokan gas di pipa Nord Stream 1.

"Sehubungan dengan pengenaan larangan Nord Stream 2, kami memiliki hak untuk mengambil keputusan yang cocok dan memberlakukan embargo pada pemompaan gas melalui pipa gas Nord Stream 1," ucap Novak.

Baca juga: Imbas Perang Rusia-Ukraina, Harga Minyak Dunia Sempat Sentuh Level Tertinggi sejak 2008

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.