Kompas.com - 10/03/2022, 09:20 WIB


JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona hijau pada awal perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) Kamis (10/3/2022). Demikian juga dengan rupiah yang menguat pada perdagangan pasar spot.

Melansir data RTI, pukul 09.05 WIB, IHSG berada pada level 6.898,28 atau naik 33,84 poin (0,49 persen) dibanding penutupan sebelumnya pada level 6.864,44.

Sebanyak 230 saham melaju di zona merah dan 131 saham di zona merah. Sedangkan 161 saham lainnya stagnan. Adapun nilai transaksi hingga saat ini mencapai Rp 1,3 triliun dengan volume 1,7 miliar saham.

Baca juga: IHSG Bakal Lanjut Menguat? Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Bursa Asia hijau dengan kenaikan Nikkei 3,8 persen, Shanghai Komposit 1,6 persen, Strait Times 1,3 persen, dan Hang Seng Hong Kong 1,9 persen.

Sebelumnya, Research Analyst Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper mengatakan, secara teknikal formasi candlestick membentuk bullish harami mengindikasikan potensi pembalikan arah dan penguatan.

“Di sisi lain, pergerakan masih dibayangi dampak dari perang antara Rusia-Ukraina yang berpotensi mendorong inflasi yang diluar perkiraan,” ujar Dennies dalam rekomendasinya.

Baca juga: Bitcoin Bertengger di Posisi Rp 601 Juta, Cek Harga Kripto Hari Ini

Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS di pasar spot pagi ini menguat. Melansir Bloomberg, pukul 09.00 WIB rupiah bergerak pada level Rp 14.296 per dollar AS, atau naik 45 poin (0,31 persen) dibanding penutupan sebelumnya di level Rp 14.341 per dollar AS.

Pengamat pasar uang Ariston Tjendra mengatakan, sentimen pasar terhadap aset berisiko kembali terlihat positif pagi ini. Ketegangan yang sedikit mereda di Ukraina membantu sentimen positif tersebut.

Presiden Ukraina mengatakan tidak lagi mendesak keanggotaan NATO yang menjadi salah satu alasan Putin menginvasi Ukraina. Harga minyak mentah juga terlihat menurun.

"Sentimen ini bisa membantu penguatan rupiah terhadap dollar AS. Dari dalam negeri, kebijakan pemerintah yang melonggarkan aktivitas ekonomi dan bersiap masuk ke fase endemi juga membantu penguatan rupiah," kata Ariston kepada Kompas.com.

Ariston memprediksi rupiah hari ini akan bergerak pada kisaran Rp 14.300 per dollar AS sampai dengan Rp 14.380 per dollar AS.

Baca juga: Wall Street Menghijau, Saham Netflix, Starbucks, Microsoft dan Nike Bangkit

Disclaimer: Artikel ini bukan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Segala rekomendasi dan analisa saham berasal dari analis dari sekuritas yang bersangkutan, dan Kompas.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan Investor. Pelajari dengan teliti sebelum membeli/menjual saham.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Alasan Pertamina Pilih 11 Wilayah Wajib Daftar MyPertamina Buat Beli Pertalite dan Solar

Alasan Pertamina Pilih 11 Wilayah Wajib Daftar MyPertamina Buat Beli Pertalite dan Solar

Whats New
Pengumuman, Gaji ke-13 PNS Cair Jumat Lusa

Pengumuman, Gaji ke-13 PNS Cair Jumat Lusa

Earn Smart
PUPR Pastikan Pembangunan Infrastruktur dan Sarana Penunjang KTT G20 Rampung Agustus

PUPR Pastikan Pembangunan Infrastruktur dan Sarana Penunjang KTT G20 Rampung Agustus

Rilis
Banyak Warga Masih Bingung, Beli Pertalite dan Solar Bayarnya Wajib Pakai MyPertamina?

Banyak Warga Masih Bingung, Beli Pertalite dan Solar Bayarnya Wajib Pakai MyPertamina?

Spend Smart
Garuda Ubah Strategi Bisnis, Mau Fokus Jadi 'Jago Kandang'

Garuda Ubah Strategi Bisnis, Mau Fokus Jadi "Jago Kandang"

Whats New
Ubah Skema Sewa Pesawat Jadi Per Durasi, Garuda Indonesia Berhasil Tekan Biaya Operasional

Ubah Skema Sewa Pesawat Jadi Per Durasi, Garuda Indonesia Berhasil Tekan Biaya Operasional

Whats New
Anggota Agen Asuransi 'Elit' MDRT Turun Jadi 2.643 Orang Per Mei 2022

Anggota Agen Asuransi "Elit" MDRT Turun Jadi 2.643 Orang Per Mei 2022

Whats New
IHSG Diprediksi Lanjut Melemah Hari Ini, Simak Rekomendasi Sahamnya

IHSG Diprediksi Lanjut Melemah Hari Ini, Simak Rekomendasi Sahamnya

Whats New
Bitcoin dkk Masih Merah, Cek Harga Kripto Hari Ini

Bitcoin dkk Masih Merah, Cek Harga Kripto Hari Ini

Earn Smart
'Ngapain Beli Migor Pakai PeduliLindungi, Pakai KTP Saja Sudah Ribet, Pembeli Maunya Simpel...'

"Ngapain Beli Migor Pakai PeduliLindungi, Pakai KTP Saja Sudah Ribet, Pembeli Maunya Simpel..."

Whats New
Indeks Kepercayaan Konsumen Turun, Wall Street Berakhir Merah

Indeks Kepercayaan Konsumen Turun, Wall Street Berakhir Merah

Whats New
BPH Migas Kaji Mobil di Atas 2.000 CC dan Motor 250 CC ke Atas Dibatasi Beli Pertalite

BPH Migas Kaji Mobil di Atas 2.000 CC dan Motor 250 CC ke Atas Dibatasi Beli Pertalite

Whats New
Hasil Uji Lab Keluar, Daging Kerbau Impor Bulog dari India Bebas Wabah PMK

Hasil Uji Lab Keluar, Daging Kerbau Impor Bulog dari India Bebas Wabah PMK

Whats New
[POPULER MONEY] Jenis Kendaraan yang Dibatasi Beli Pertalite | Siapa Saja ASN yang Dapat Gaji Ke-13

[POPULER MONEY] Jenis Kendaraan yang Dibatasi Beli Pertalite | Siapa Saja ASN yang Dapat Gaji Ke-13

Whats New
Mendag Zulhas Kenalkan Program Minyak Kita, Apa Bedanya dengan Program Minyak Goreng Curah Rakyat?

Mendag Zulhas Kenalkan Program Minyak Kita, Apa Bedanya dengan Program Minyak Goreng Curah Rakyat?

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.