Siswanto Rusdi
Direktur The National Maritime Institute

Pendiri dan Direktur The National Maritime Institute (Namarin), sebuah lembaga pengkajian kemaritiman independen. Acap menulis di media seputar isu pelabuhan, pelayaran, kepelautan, keamanan maritim dan sejenisnya.

Perang Rusia Vs Ukraina, Premi War Risk dan Krisis Kontainer Jilid III

Kompas.com - 13/03/2022, 10:38 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Dengan naiknya harga bunker dapat dipastikan ongkos angkut atau freight akan terdongkrak dengan sendiri.

Pasalnya, komponen BBM dalam freight lumayan besar, sekitar 20-an persen. Perang Rusia-Ukraina meningkat pula harga (rate) sewa kapal, khususnya bulker dan tanker.

Uang sewa ini dibayarkan oleh operator kepada pemilik kapal atau shipowner. Kenaikan ini, lagi-lagi, akan berdampak kepada freight.

Krisis kontainer jilid III

Di bawah bayang-bayang perang, bisnis pelayaran peti kemas diramalkan akan menghadapi krisis gelombang ketiga pada pengujung tahun ini.

Namun krisis ini dipicu sejatinya oleh membanjirnya pasokan peti kemas kosong atau empty container.

Ramalan ini menyeruak saat krisis pertama dan kedua dalam bisnis pelayaran peti kemas global belum sepenuhnya reda.

Sekadar catatan, krisis jilid satu ditandai dengan terjadinya kekurangan (shortage) peti kemas di berbagai pelabuhan di Asia akibat tersangkutnya ratusan ribu peti kemas di pelabuhan AS dan Eropa.

Sementara itu, krisis pelayaran peti kemas jilid dua dicirikan dengan terjadinya congestion (kemacetan) parah di pelabuhan-pelabuhan utama dunia.

Kapal-kapal mengantre, baik di pelabuhan maupun di lokasi labuh jangkar di sekitarnya, menunggu dilayani oleh operator pelabuhan.

Antrean paling parah terjadi di pelabuhan Los Angeles dan Long Beach di Negeri Paman Sam. Sempat ratusan kapal mengular di kedua fasilitas tersebut. Jumlahnya kini sudah menurun ke puluhan unit saja.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.