Siswanto Rusdi
Direktur The National Maritime Institute

Pendiri dan Direktur The National Maritime Institute (Namarin), sebuah lembaga pengkajian kemaritiman independen. Acap menulis di media seputar isu pelabuhan, pelayaran, kepelautan, keamanan maritim dan sejenisnya.

Perang Rusia Vs Ukraina, Premi War Risk dan Krisis Kontainer Jilid III

Kompas.com - 13/03/2022, 10:38 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

War Risk

Dalam perang Rusia dan Ukraina yang sudah lebih seminggu berlangsung, salah satu premi yang dikenal dalam dunia pelayaran, yaitu war risk, nilainya naik hingga mencapai 300,000 dollar AS.

Harga ini dikenakan kepada pelayaran yang ingin melayari Laut Hitam. Asuransi ini memiliki dua komponen.

War risk liability; mengkover orang dan properti di atas kapal dan dihitung berdasarkan jumlah kerugian.

Kemudian, war risk hull yang menjamin fisik kapal. Besar tanggungannya disesuaikan dengan nilai atau harga kapal.

Adapun besar premi untuk kedua jenis asuransi ini tergantung pada tingkat stabilitas negara pelabuhan (port state). Jika stabil, preminya kecil dan sebaliknya.

Ini digolongkan sebagai asuransi khusus. Ukraina jelas sedang tinggi tingkat risikonya. Makanya premi asuransi war risk ke sana mencapai 300,000 dollar AS.

Perang kedua negara juga menaikkan harga bunkering (BBM) kapal. Dan, ini berlaku di seluruh sektor pelayaran di mana pun.

Situasi ini sebetulnya merupakan akibat dari naiknya harga minyak dunia sejurus dideklarasikannya aksi militer Rusia ke Ukraina oleh Presiden Vladimir Putin.

Saat ini harga minyak dunia bertengger di angka 100 dollar AS per barel. Ini merupakan harga minyak tertinggi dalam kurun 7-8 tahun terakhir.

Sementara itu harga bunker saat ini sudah melebihi 1.000 dollar AS per ton dan terus bergerak liar.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.