Bunyi Hukum Penawaran, Faktor Penentu, dan Contohnya

Kompas.com - 24/04/2022, 06:48 WIB

2. Teknologi

Faktor teknologi juga memiliki peran penting dalam proses penawaran produk sebab mesin yang lebih canggih akan menghasilkan barang lebih banyak atau lebih cepat. Dengan begitu, produsen dapat menekan biaya produksi dan menambah kuantitas barang secara leluasa.

3. Jumlah pesaing

Faktor lain yang mempengaruhi penawaran adalah adanya produsen baru. Misalnya penjualan produk A mendatangkan keuntungan, maka kemungkinan besar akan muncul produsen-produsen lain yang berkecimpung di usaha tersebut. Stok di pasang jadi banyak, sehingga penawaran barang atau jasa pun ikut meningkat.

4. Pajak

Pajak yang ditetap pemerintah terhadap suatu produk dapat memengaruhi kuantitas prduk di pasaran sesuai bunyi hukum penawaran.

5. Faktor non-ekonomi

Faktor non-ekonomi dapat berupa keputusan pribadi produsen, kondisi lingkungan sekitar, dan terjadinya bencana alam. Hal-hal di luar kontrol ini juga berkontribusi terhadap keputusan penawaran produsen dalam suatu pasar.

Hal ini dapat terjadi sebab biaya yang dkeluarkan untuk suatu produk akan bertambah dengan adanya pajak. Pajak akan memengaruhi hukum penawaran karena kuantitas produk yang tinggi tentunya berbanding lurus dengan pajak yang harus dibayarkan perusahaan.

6. Ketersediaan sumber daya

Ketersediaan sumber daya yang dibutuhkan untuk produksi barang dan jasa juga punya pengaruh besar terhadap penawaran. Sumber daya ini tidak hanya mencakup bahan baku, tetapi juga tenaga kerja. Kelangkaan sumber daya berdampak pada keterbatasan penawaran dari pihak produsen.

7. Perkiraan harga di masa mendatang

Dalam menjalankan aktivitas bisnis, perusahaan kemungkinan memiliki perkiraan terkait adanya kenaikan harga barang dan jasa. Selanjutnya, perusahaan pun mengambil keputusan untuk menyesuaikan stok dan penawaran barang dan jasa.

8. Harga barang subtitusi

Terakhir dalam hukum penawaran, ada faktor hukum penawaran berupa harga bahan baku pengganti. Keberadaan bahan baku pengganti dimanfaatkan pelaku usaha ketika bahan baku utama mengalami kenaikan harga.

Contohnya adalah ketika bahan baku berupa kopi mengalami kenaikan. Sebagai imbasnya, jumlah penawaran bahan baku alternatif seperti teh jadi lebih murah. Oleh karenanya, angka penawaran produk teh meningkat.

Baca juga: Mengenal Riba Fadhl: Pengertian, Contoh, dan Hukum Larangannya

Kesimpulannya, hukum penawaran selalu berbanding terbalik dengan hukum permintaan. Bunyi hukum penawaran adalah jika harga naik, penawaran meningkat, sehingga jika harga turun, penawaran juga akan turun.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.