Kemenaker ke Startup: Jangan Hanya Andalkan Investor untuk "Survive"

Kompas.com - 30/05/2022, 13:09 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Banyak perusahaan yang telah mengadopsi sistem digital ternyata tidak dapat juga menghindari tindakan pemutusan hubungan kerja (PHK), seperti JD.ID, Zenius, dan LinkAja.

Melihat fenomena ini, Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan Dita Indah Sari berpendapat, perusahaan rintisan atau startup harus lebih meningkatkan produktivitas bukan bergantung dana investor.

"Sub sektor startup itu kompetisinya kan cukup ketat sehingga untuk bisa survive mereka harus punya produktivitas tinggi sehingga efisien. Jadi perusahaan tumbuh karena produktivitas, bukan sekedar karena banyak investor taruh uang di situ," katanya kepada Kompas.com, Senin (30/5/2022).

Baca juga: Terjadi Gelombang PHK di Startup, Tanda Fenomena Bubble Burst?

Sementara itu, menurut Pengamat Ketenagakerjaan Payaman Simanjuntak, perusahaan yang mengadopsi teknologi akan terus berlanjut.

"Memang perusahaan-perusahaan pada umumnya sekarang ini akan menggunakan semakin banyak teknologi digital. Tren ini akan terus berlanjut. Para pekerja harus siap-siap alih profesi," ujarnya.

Untuk itu ia berharap pemerintah untuk mengantisipasi hal tersebut, supaya tidak terjadi lonjakan jumlah pengangguran.

"Pemerintah harus siap-siap dengan program diklat meningkatkan kompetensi kerja SDM," kata Payaman.

Dalam waktu berdekatan tiga perusahaan di Tanah Air melakukan PHK kepada karyawannya. Ketiga perusahaan itu yakni e-commerce JD.ID, perusahaan teknologi LinkAja, dan perusahaan startup teknologi edukasi Zenius.

Padahal, jika dilihat dari lini bisnisnya, selama pandemi orang-orang lebih banyak memanfaatkan teknologi baik untuk pembayaran digital maupun belanja online lewat e-commerce. Ketiga perusahaan beralasan, mulai dari kondisi ekonomi, ingin melakukan restrukturisasi, hingga penyesuaian operasional jadi pemicu mem-PHK ratusan karyawannya.

Baca juga: Dalam Sepekan, JD.ID, LinkAja, dan Zenius Mem-PHK Karyawannya

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.