Diduga Pindah Bukukan Dana Global Medcom Tanpa Izin, BNI Dituntut Ganti Rugi Rp 679 Miliar

Kompas.com - 17/06/2022, 13:20 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Global Medcom menuntut PT Bank Negara Indonesia (BNI) atas pemindahbukuan serta pemblokiran tanpa sepengetahuan perseroan. Kasus BNI dituntut ganti rugi ini sedang berjalan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Dengan tuntutan No. 571/Pdt.G/2021/PN.Jkt.Pst tentang Gugatan Perdata Perbuatan Melawan Hukum kepada Bank BNI yang mengabulkan Surat Permohonan Pemindahbukuan dari yang bukan pemilik rekening sehingga raibnya uang nasabah Global Medcom.

"Kami menuntut Bank BNI atas dasar pemblokiran rekening tanpa persetujuan nasabah, mengubah jenis rekening, memindahbukukan uang dan membocorkan kerahasian dana nasabah kepada pihak lain," ujar Ketua Tim Kuasa Hukum Global Medcom Halomoan Purba melalui keterangan tertulisnya, Kamis (16/6/2022).

Baca juga: BNI Terbitkan Green Bond Senilai Rp 5 Triliun

Atas tindakan tersebut, BNI dituntut ganti rugi sebesar Rp 679 miliar oleh Global Medcom.

"Tuntutan kami selaku kuasa hukum ialah agar pihak BNI mengembalikan dana yang dipindahbukukan beserta kerugian materil dan immateriil serta denda atas pelanggaran terhadap undang-undang perbankan yang dilakukan oleh Bank BNI dengan total gugatan sebesar Rp 679 miliar," sebutnya.

Dalam kesempatan itu, Riki Rikardo yang juga kuasa hukum Global Medcom menjelaskan kronologinya. Pada 3 Februari 2016, Global Medcom menerima pembayaran dari tagihan proyek sebesar Rp 24.662.390.997.

Kemudian pada tanggal yang sama, perseroan mencairkan cheque sebesar Rp 2 miliar dan menarik cheque kembali sebesar Rp 7 miliar pada 11 Februari 2016, akan tetapi ditolak oleh pihak BNI.

Baca juga: Strategi BNI Lindungi Nasabah dari Modus Penipuan Siber yang Semakin Beragam

Karena BNI telah memblokir rekening secara sepihak pada 3 Februari 2016. Lanjutnya, pada 11 Februari 2016, BNI menerima surat permohonan dari PT RPS pemindahbukuan dari rekening Global Medcom ke rekening RPS sebesar Rp 24.662.390.997.

Pada 12 Februari 2016, BNI kembali membuka blokir atas rekening Global Medcom. Sebagai informasi, pada 1 Desember 2014, Global Medcom (nasabah) dengan PT RPS menandatangani perjanjian kerja sama No. 200/PKS/IX/2014

"Secara logika, seharinya Bank BNI menolak surat permohonan tersebut dan melakukan konfirmasi kepada PT Global Medcom selaku pemilik rekening tersebut. Di mana prinsip kehati-hatian Bank BNI sebagai bank plat merah, go public dan terpercaya," ketus Riki.

Dari penjelasan Riki, pada penerimaan rutin bulanan rekening koran untuk bulan Februari 2016, ternyata tipe rekening perusahaan telah berubah menjadi rekening Tipe Escrow, bukan lagi Giro Hit Bunga BBB Perusahaan secara sepihak maupun tanpa pemberitahuan oleh BNI.

"Pada tanggal 4 Mei 2016, BNI kembali melakukan blokir saldo senilai Rp 22 juta dan Rp 22 miliar dan kembali membuka blokir senilai Rp 22 juta dan Rp 22 miliar sewenang-wenangnya," ungkapnya.

Baca juga: Perluas Bisnis di Luar Negeri, BNI Gandeng KB Kookmin Bank

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Defisit APBN 2022 Bisa Susut Jadi 2,8 Persen dari PDB, Kemenkeu: Modal Baik untuk 2023

Defisit APBN 2022 Bisa Susut Jadi 2,8 Persen dari PDB, Kemenkeu: Modal Baik untuk 2023

Whats New
Cerita Korban Gagal Bayar Wanaartha Life: Agen Bolak-balik ke Rumah Tahu Suami Baru Pensiun dari TNI...

Cerita Korban Gagal Bayar Wanaartha Life: Agen Bolak-balik ke Rumah Tahu Suami Baru Pensiun dari TNI...

Whats New
Menakar Harga Rights Issue BBTN yang Belum Juga Ditentukan

Menakar Harga Rights Issue BBTN yang Belum Juga Ditentukan

Whats New
Bantah Mau 'Suntik Mati' KA Argo Parahyangan demi Kereta Cepat, Kemenhub: Belum Ada Konsepnya

Bantah Mau "Suntik Mati" KA Argo Parahyangan demi Kereta Cepat, Kemenhub: Belum Ada Konsepnya

Whats New
[POPULER MONEY] Derita Korban Gagal Bayar Wanaartha Life, Uang Pensiun Ludes | Mendag Sebut Harga Ayam Terlalu Murah

[POPULER MONEY] Derita Korban Gagal Bayar Wanaartha Life, Uang Pensiun Ludes | Mendag Sebut Harga Ayam Terlalu Murah

Whats New
Kode Bank Syariah Indonesia untuk Keperluan Transfer Antarbank

Kode Bank Syariah Indonesia untuk Keperluan Transfer Antarbank

Spend Smart
4 Cara Mudah Cek Resi JNE secara Online, Bisa lewat HP

4 Cara Mudah Cek Resi JNE secara Online, Bisa lewat HP

Whats New
Kereta Cepat Minta Konsesi Jadi 80 Tahun, Menhub Jonan Dulu Menolaknya

Kereta Cepat Minta Konsesi Jadi 80 Tahun, Menhub Jonan Dulu Menolaknya

Whats New
Jelang Natal dan Tahun Baru, Stok Beras di Bangka Belitung Surplus

Jelang Natal dan Tahun Baru, Stok Beras di Bangka Belitung Surplus

Whats New
Penjualan STB dan Antena Sanex Naik 4 Kali Lipat

Penjualan STB dan Antena Sanex Naik 4 Kali Lipat

Rilis
LKPP Minta Instansi Pemerintah Segera Lakukan Tender Dini

LKPP Minta Instansi Pemerintah Segera Lakukan Tender Dini

Whats New
RUU PPSK, Anggota Parpol Tak Bisa Jadi Dewan Gubernur BI

RUU PPSK, Anggota Parpol Tak Bisa Jadi Dewan Gubernur BI

Whats New
Daftar 50 Orang Terkaya di Indonesia 2022 Versi Forbes

Daftar 50 Orang Terkaya di Indonesia 2022 Versi Forbes

Whats New
Laba Bersih SIG Rp 2 Triliun, Pemerintah 'Kecipratan' Rp 522 Miliar

Laba Bersih SIG Rp 2 Triliun, Pemerintah "Kecipratan" Rp 522 Miliar

Whats New
'Startup' Glints Umumkan PHK 198 Karyawan

"Startup" Glints Umumkan PHK 198 Karyawan

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.