Sudah 3 Kali Lelang, Aset BLBI Tommy Soeharto Masih Tak Laku

Kompas.com - 17/06/2022, 15:10 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Aset Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang disita dari putra bungsu Presiden Soeharto, Hutomo Mandala Putra atau lebih dikenal sebagai Tommy Soeharto, tetap tak laku terjual dalam lelang ketiga.

Hal ini diungkapkan oleh Direktur Hukum dan Humas Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kemenkeu, Tri Wahyuningsih, kepada Kompas.com, Jumat (17/6/2022).

"Lelang eksekusi Panitia Urusan Piutang Negara (PUPN) yang dilakukan oleh Pejabat Lelang Kelas 1 KPKNL Purwakarta dinyatakan Tidak Ada Peminat (TAP)," kata Tri Wahyuningsih

Wanita yang karib disapa Ani ini menuturkan, hingga satu hari sebelum pelaksanaan lelang, tidak ada satu pun peserta lelang yang mendaftar dan menyetorkan uang jaminan.

Baca juga: Untuk Ketiga Kalinya Lelang Aset Tommy Soeharto Dibuka, Nilainya Terus Turun

Adapun aset yang dilelang berupa 4 aset tanah PTTimor Putera Nasional (TPN). Lelang dilaksanakan melalui www.lelang.go.id yang telah dilaksanakan pada hari Jumat, 17 Juni 2022 oleh DJKN melalui KPKNL Jakarta V.

"Sampai dengan batas waktu yang ditentukan, yakni selambat-lambatnya 1 hari sebelum pelaksanaan lelang, tidak terdapat peserta lelang yang mendaftar dan menyetorkan uang jaminan," beber Ani.

Nilai limit sudah turun

Sebagai informasi, lelang tetap tak laku meski nilai limit lelang sudah turun berkali-kali. Pada lelang ketiga ini, nilai limit lelang menjadi Rp 2,06 triliun dengan uang jaminan Rp 420 miliar.

Nilai ini lebih kecil dibanding lelang kedua yang notabene sudah turun. Nilai limit yang diminta Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) sebesar Rp 2,15 triliun dan uang jaminan Rp 430,2 miliar.

Adapun lelang kedua dilaksanakan pada Rabu (27/4/2022) dengan batas akhir penawaran pukul 10.00 WIB (sesuai server).

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.