Garuda Indonesia Dekati Calon Investor Potensial

Kompas.com - 28/06/2022, 14:26 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendekati calon investor potensial untuk memperbaiki kinerja keuangan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, saat ini pihaknya dan Garuda Indonesia tengah menjajaki kerja sama dengan calon investor potensial yaitu pelaku maskapai luar negeri dan investor finansial.

"Investor kami melihat ada dua jenis yang kita lagi lakukan pendekatan," ujarnya saat konferensi pers virtual, Selasa (28/6/2022).

Baca juga: Punya Utang Rp 138 Triliun, Garuda Indonesia Ungkap 8 Skema Pembayaran yang Disiapkan

Dia menjelaskan, Indonesia memiliki potensi pasar yang besar untuk industri penerbangan, bahkan Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki lalu lintas domestik terpadat selain Amerika Serikat dan China.

Sementara itu, maskapai luar negeri yang besar seperti maskapai Singapura, Dubai, dan Qatar tidak memiliki pasar domestik sebesar Indonesia.

Dengan potensi pasar yang besar ini, dia optimistis akan ada investor yang berminat bekerja sama dengan Garuda Indonesia.

Apalagi pemerintah telah menyiapkan Garuda Indonesia untuk fokus melayani penerbangan domestik ke depannya.

"Ini kita harapkan menjadi satu kombinasi yang bagus kalau ada pemain hub yang bisa menjadi investor dan sementara kita membawa market domestik yang kuat," ucapnya.

Baca juga: Lolos dari Pailit, Ini Strategi Garuda Indonesia Memulihkan Kinerja

Kemudian, pemerintah dan Garuda Indonesia juga mendekati calon investor finansial mengingat harga saham milik Garuda (GIIA) saat di-suspend berada di level Rp 222 per lembar saham.

Untuk itu dia meyakini akan ada investor finansial yang dapat melihat potensi saham GIIA ke depannya.

Pasalnya, setelah proses PKPU dan restrukturisasi berhasil dilakukan, kinerja keuangan maskapai pelat merah ini diyakini akan kembali sehat.

"Kita meyakini dengan bisnis yang ada, EBITDA Garuda akan masuk ke EBITDA yang cukup baik. Harapannya valuasi ke depan juga meningkat," tuturnya.

Baca juga: Sepak Terjang Emirsyah Satar yang Menjadi Tersangka Baru Kasus Korupsi Garuda Indonesia

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.