Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dewan Komisioner OJK 2022-2027 Resmi Bertugas, Mahendra Siregar: Kami "Full Speed"...

Kompas.com - 20/07/2022, 21:04 WIB
Isna Rifka Sri Rahayu,
Erlangga Djumena

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2022-2027 mulai melaksanakan tugasnya pada 20 Juli 2022.

Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar mengatakan, pada hari pertama seluruh anggota Dewan Komisioner (ADK) OJK langsung menyusun langkah untuk merealisasikan strategi ke depannya.

"Pada hari pertama ini apa yang dilakukan oleh ADK saat ini adalah secara full speed menjalankan dan merealisasikan startegi maupun langkah-langkah penting untuk menghadapi 3 hal utama," ujarnya saat konferensi pers virtual, Rabu (20/7/2022).

Baca juga: Sederet Harapan Bank Besar kepada Dewan Komisioner OJK yang Baru

Dia menjelaskan, setidaknya ada 3 hal utama yang perlu direalisasikan oleh ADK OJK, yaitu:

1. Menuju OJK yang terintegrasi

Dia mengatakan, di hari pertama ini ADK OJK yang baru telah memutuskan beberapa hal untuk merealisasikan OJK yang terintegrasi, baik dari segi pelayanan, pengaturan, dan pengawasan.

Tentunya tujuan tersebut bisa diwujudkan dengan 3 perilaku kunci, yakni melalui langkah-langkah kolaboratif, proaktif, dan bertanggung jawab.

Pasalnya, menurut dia, OJK yang terintegrasi ini diperlukan dan dinantikan oleh seluruh pelaku industri, konsumen jasa keuangan, dan masyarakat di Indonesia.

"Pertama, secara cepat namun tentu dengan sistematis dan terkawal baik melakukan transformasi OJK menuju OJK yang terintegrasi," ucapnya.

2. Mengantisipasi dan menanggulangi risiko stagflasi

Dia menjelaskan, saat ini Indonesia tengah menghadapi risiko stagflasi akibat dampak pelemahan perekonomian dan kenaikan harga komoditas global.

Oleh karenanya, OJK selaku regulator bersiap untuk mengantisipasi dan menanggulangi risiko stagflasi dengan berkoordinasi bersama Bank Indonesia dan Lembaga Penjaminan Simpanan.

"Walaupun kondisi stagflasi itu nampaknya di dunia tidak terelakkan, namun kondisi Indonesia saat ini diharapkan dapat membatasi atau menghindari dari risiko terbesar dari stagflasi itu," jelasnya.

3. Memperkuat sektor keuangan

Dia melanjutkan, ADK OJK yang baru juga berupaya untuk memperkuat sektor keuangan dengan melakukan langkah-langkah yang sesuai dengan peran OJK dalam mendukung proses pembahasan dan penerbitan Undang-undang tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK).

Dengan langkah tersebut, maka akan terjadi reformasi di sektor jasa dan industri keuangan yang semakin kuat sekaligus dapat memeperkuat perekonomian Indonesia.

"Sehingga betul-betul bisa menghasilkan suatu capaian target yang sesuai dengan harapan bagi masyarakat dalam menjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi dan tentu secara khusus meningkatkan keikutsertaan atau inklusi keuangan dan manfaatnya kepada sektor UMKM maupun kepada kelompok masyarakat menengah kecil," ungkap Mahendra.

Baca juga: Resmi Dilantik, Ini Sederet PR Bos OJK Baru dari Sri Mulyani

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

IPB Kembangkan Padi 9G, Mentan Amran: Kami Akan Kembangkan

IPB Kembangkan Padi 9G, Mentan Amran: Kami Akan Kembangkan

Whats New
Konsorsium Hutama Karya Garap Proyek Trans Papua Senilai Rp 3,3 Triliun

Konsorsium Hutama Karya Garap Proyek Trans Papua Senilai Rp 3,3 Triliun

Whats New
Kementerian PUPR Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan S1, Ini Syaratnya

Kementerian PUPR Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan S1, Ini Syaratnya

Work Smart
Juwara, Komunitas Pemberdayaan Mitra Bukalapak yang Antarkan Warung Tradisional Raih Masa Depan Cerah

Juwara, Komunitas Pemberdayaan Mitra Bukalapak yang Antarkan Warung Tradisional Raih Masa Depan Cerah

BrandzView
Rupiah Melemah Tembus Rp 16.200 Per Dollar AS, Apa Dampaknya buat Kita?

Rupiah Melemah Tembus Rp 16.200 Per Dollar AS, Apa Dampaknya buat Kita?

Whats New
Dollar AS Tembus Rp 16.200, Kemenkeu Antisipasi Bengkaknya Bunga Utang

Dollar AS Tembus Rp 16.200, Kemenkeu Antisipasi Bengkaknya Bunga Utang

Whats New
Bawaslu Buka 18.557 Formasi CPNS dan PPPK 2024, Ini Prioritas Kebutuhannya

Bawaslu Buka 18.557 Formasi CPNS dan PPPK 2024, Ini Prioritas Kebutuhannya

Whats New
Ingin Produksi Padi Meningkat, Kementan Kerahkan 3.700 Unit Pompa Air di Jatim

Ingin Produksi Padi Meningkat, Kementan Kerahkan 3.700 Unit Pompa Air di Jatim

Whats New
Kemenhub Buka 18.017 Formasi CPNS dan PPPK 2024, Ini Rinciannya

Kemenhub Buka 18.017 Formasi CPNS dan PPPK 2024, Ini Rinciannya

Whats New
Melalui Pompanisasi, Mentan Amran Targetkan Petani di Lamongan Tanam Padi 3 Kali Setahun

Melalui Pompanisasi, Mentan Amran Targetkan Petani di Lamongan Tanam Padi 3 Kali Setahun

Whats New
Konflik Iran-Israel Bisa Picu Lonjakan Inflasi di Indonesia

Konflik Iran-Israel Bisa Picu Lonjakan Inflasi di Indonesia

Whats New
Kartu Prakerja Gelombang 66 Resmi Dibuka, Berikut Persyaratannya

Kartu Prakerja Gelombang 66 Resmi Dibuka, Berikut Persyaratannya

Whats New
Kemensos Buka 40.839 Formasi CPNS dan PPPK 2024, Ini Rinciannya

Kemensos Buka 40.839 Formasi CPNS dan PPPK 2024, Ini Rinciannya

Whats New
Pemudik Lebaran 2024 Capai 242 Juta Orang, Angka Kecelakaan Turun

Pemudik Lebaran 2024 Capai 242 Juta Orang, Angka Kecelakaan Turun

Whats New
Pasar Sekunder adalah Apa? Ini Pengertian dan Alur Transaksinya

Pasar Sekunder adalah Apa? Ini Pengertian dan Alur Transaksinya

Work Smart
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com