Inflasi Juli 2022 Capai 4,94 Persen, Tertinggi sejak Oktober 2015

Kompas.com - 01/08/2022, 12:20 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan tingkat inflasi Indonesia semakin tinggi pada Juli 2022, baik secara bulanan (month to month/mtm) maupun secara tahunan (year on year/yoy).

Inflasi Juli 2022 tercatat sebesar 0,64 persen secara bulanan, lebih tinggi dibandingkan periode Juni 2022 yang sebesar 0,61 persen. Sedangkan secara tahunan sebesar 4,94 persen, lebih tinggi dari Juli 2021 yang sebesar 4,35 persen.

Adapun dengan angka inflasi Juli tersebut, maka tingkat inflasi tahun kalender dari Januari ke Juli 2022 tercatat sebesar 3,85 persen.

Baca juga: Pasar Aset Kripto Melemah, Cek Harga Bitcoin dkk Hari Ini

Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan, realisasi inflasi itu merupakan hasil dari indeks harga konsumen (IHK) yang meningkat menjadi 111,80 pada Juli 2022 dari 111,09 pada Juni 2022.

"Secara yoy inflasi Juli 2022 yang sebesar 4,94 persen, ini merupakan inflasi yang tertinggi sejak Oktober 2015, di mana pada sata itu terjad inflasi 6,25 persen secara yoy," ujar dia dalam konferensi pers, Senin (1/8/2022).

Ia menjelaskan, realisasi inflasi tersebut merupakan hasil pemantauan BPS di 90 kota IHK. Hasil pantauan pun menunjukan bahwa seluruh kota tersebut mengalami inflasi.

Kota yang mengalami inflasi tertinggi yakni Kendari sebesar 2,27 persen, sementara inflasi terendah terjadi di Pematang Siantar dan Tanjung dengan masing-masing sebesar 0,04 persen.

"Pada Kota Kendari penyebab inflasi dikarenakan tarif angkutan udara dengan andil inflasi 0,75 persen, diikuti ikan layang dengan andil 0,19 persen, dan bawang merah dengan andil 0,15 persen," papara dia.

Baca juga: Kurs Rupiah Terkoreksi Tipis Jelang Pengumuman Inflasi

Margo menjelaskan, laju inflasi pada Juli 2022 dipengaruhi beberapa indikator, di antaranya perkembangan harga komoditas global, terutama komoditas pangan dan pupuk. Menurutnya sejak Februari 2022 hingga saat ini komoditas itu cenderung mengalami kenaikan harga.

Sementara dari indikator dalam negeri, inflasi turut dipengaruhi perkembangan curah hujan di beberapa daerah penghasil cabai merah, cabai rawit, dan bawang merah yang dikategorikan tinggi. Kondisi tersebut mempengaruhi tingkat produksi.

Selain itu, terdapat beberapa penyesuaian harga energi di Juli 2022, seperti Pertamax Turbo naik 12 persen, Dexlite naik 16 persen, Pertamina Dex naik 20 persen, gas Elpiji juga naik 14 perse. Serta adanya kenaikan tarif listrik per 1 Juli 2022 untuk golongan 3.500 VA ke atas.

"Pada Juli juga ada hari besar keagamanan nasional dan libur sekolah, tentu saja ini akan berpengaruh kepada permintaan, yang semuanya itu akan berpengaruh juga kepada inflasi," pungkas Margo.

Baca juga: Jelang Pengumuman Inflasi, IHSG Dibuka Menguat

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.