BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan MITSUBISHI ELECTRIC INDONESIA

Begini Cara Wujudkan Smart Factory secara Bertahap lewat Visualisasi Data secara Real-Time

Kompas.com - 31/08/2022, 08:11 WIB

KOMPAS.comIndustri 4.0 yang berbasis full automation, big data collecting, visualization, database cloud, dan artificial intelligent menjadi salah satu fokus pemerintah untuk dapat diimplementasikan oleh para pelaku industri manufaktur.

Pada era industri 4.0, industri manufaktur berevolusi untuk memasuki era digitalisasi dengan memanfaatkan teknologi internet of things (IoT) sebagai jembatan untuk menghubungkan lini produksi dan sistem information technology (IT).

Melalui implementasi tersebut, pelaku industri dapat mengoptimalkan produktivitas secara efektif dengan mendorong kinerja pabrik menjadi lebih efisien. Pada akhirnya, perusahaan dapat meningkatkan profitabilitas.

Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengimplementasikan industri 4.0 pada sektor manufaktur adalah membangun smart factory di dalam pabrik.

Hal tersebut dapat dimulai dengan membuat visualisasi (dashboard) yang menampilkan data manufaktur, seperti ketersediaan mesin, kinerja mesin, dan kualitas produk. Untuk membuatnya, perusahaan perlu mengumpulkan keseluruhan data pabrik, mulai dari mesin hingga lini produksi, secara real-time.

(Baca juga: Perawatan Prediktif, Solusi Zero Downtime Mesin pada Industri Manufaktur)

Ketersediaan data secara real-time dapat membantu manajer pabrik untuk mengolah dan menganalisis secara real-time pula.

Dengan melakukan visualisasi secara real-time, perusahaan dapat menekan kerugian. Pasalnya, data real-time yang dikumpulkan ini bisa menjadi acuan bagi pabrik untuk mengambil keputusan secara cepat.

Solusi visualisasi data secara real-time dari Mitsubishi Electric

Sebagian perusahaan beranggapan bahwa pengimplementasian smart factory dalam industri manufaktur membutuhkan investasi besar.

Padahal, tantangan tersebut bisa disiasati dengan memulai smart factory dari langkah sederhana secara bertahap. Sebagai contoh, membuat visualisasi atau menampilkan data secara real-time dari sebuah mesin terlebih dahulu. Kemudian, upaya visualisasi data itu bisa dilanjutkan pada lini produksi sampai keseluruhan pabrik.

Guna mendukung hal tersebut, Mitsubishi Electric menghadirkan sejumlah produk berbasis IoT yang dapat membantu mengimplementasikan smart factory pada industri manufaktur.

(Baca juga: Jadi Sektor dengan Konsumsi Energi Tertinggi, Begini Cara Industri Manufaktur Lakukan Efisiensi)

Salah satunya adalah GOT2000. Produk ini dapat melakukan visualisasi data pada mesin secara real-time. Sementara itu, guna visualisasi data pada lini produksi, industri manufaktur bisa menggunakan perangkat lunak SOFTGOT.

Kemudian, Mitsubishi Electric juga menghadirkan SCADA GENESIS64. Perangkat lunak ini dapat membantu industri manufaktur untuk melakukan visualisasi data pabrik secara menyeluruh.

Mitsubishi Electric menyadari bahwa pelaku industri memiliki kebutuhan dan tantangan berbeda. Oleh sebab itu, selain menyediakan berbagai produk tersebut, Mitsubishi Electric Indonesia juga dapat menjadi mitra bagi industri. Mitsubishi Electric Indonesia dapat memberikan solusi terbaik, seperti menghadirkan smart factory, untuk menghadapi tantangan.

Untuk informasi lebih lengkap terkait visualisasi data pabrik secara real-time dan produk smart factory, kunjungi situs resmi Mitsubishi Electric Indonesia.


Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mayoritas Indeks Sektoral Melemah, IHSG Parkir di Zona Merah

Mayoritas Indeks Sektoral Melemah, IHSG Parkir di Zona Merah

Whats New
Cara Transfer BI Fast di Aplikasi Livin' Bank Mandiri

Cara Transfer BI Fast di Aplikasi Livin' Bank Mandiri

Whats New
Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Turun Jadi 130,8 Miliar Dollar AS

Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Turun Jadi 130,8 Miliar Dollar AS

Whats New
Ekonomi Digital Dorong E-Commerce, tapi Jangan Sampai Banjir Produk Impor

Ekonomi Digital Dorong E-Commerce, tapi Jangan Sampai Banjir Produk Impor

Whats New
Memperkokoh Independensi Bank Sentral

Memperkokoh Independensi Bank Sentral

Whats New
Terpapar Sinyal Hawkish The Fed, Nilai Tukar Rupiah Melemah

Terpapar Sinyal Hawkish The Fed, Nilai Tukar Rupiah Melemah

Whats New
Fakta Banjir Tol BSD KM 8, gara-gara Sungai Menyempit hingga Ditarget Bebas Banjir 2023

Fakta Banjir Tol BSD KM 8, gara-gara Sungai Menyempit hingga Ditarget Bebas Banjir 2023

Whats New
Menaker Ida: Instruktur Merupakan Modalitas Lahirkan Calon Tenaga Kerja sesuai Kebutuhan Pasar

Menaker Ida: Instruktur Merupakan Modalitas Lahirkan Calon Tenaga Kerja sesuai Kebutuhan Pasar

Whats New
Kode Bank BCA, BRI, BNI, Mandiri, BSI, BTN, dan Lainnya

Kode Bank BCA, BRI, BNI, Mandiri, BSI, BTN, dan Lainnya

Spend Smart
Hampir Rampung, Pembangunan Pelabuhan Laut Sanur Bali Capai 94 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Pelabuhan Laut Sanur Bali Capai 94 Persen

Whats New
Mengekor Wall Street, IHSG Dibuka di Zona Merah

Mengekor Wall Street, IHSG Dibuka di Zona Merah

Whats New
Menakar Langkah Menhub Mencari Operator Terminal Peti Kemas Patimban

Menakar Langkah Menhub Mencari Operator Terminal Peti Kemas Patimban

Whats New
Survei Mekari: 74 Persen Karyawan Percaya Kesejahteraan Finansial Memburuk Selama Pandemi

Survei Mekari: 74 Persen Karyawan Percaya Kesejahteraan Finansial Memburuk Selama Pandemi

Whats New
Dapat PMN Rp 10 Triliun, PLN Sudah Petakan Wilayah 3T Yang Belum Teraliri Listrik

Dapat PMN Rp 10 Triliun, PLN Sudah Petakan Wilayah 3T Yang Belum Teraliri Listrik

Whats New
Presiden Minta PLTU Batu Bara Dipensiunkan, Bagaimana Nasib Pekerjanya?

Presiden Minta PLTU Batu Bara Dipensiunkan, Bagaimana Nasib Pekerjanya?

Whats New
komentar di artikel lainnya
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.