Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Muhamad Karim
Dosen

Saya seorang akademisi dan peneliti Pusat Kajian Pembangunan Kelautan dan Peradaban Maritim

Resesi Ekonomi 2023 Ancam Pangan Protein Ikan

Kompas.com - 13/10/2022, 07:00 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

NYARIS semua lembaga internasional meramalkan tahun 2023 bakal terjadi resesi ekonomi dunia. Pemicunya amat kompleks dan saling berkelindan.

Covid-19 yang belum usai, perang Rusia-Ukraina, fluktuasi harga energi dunia hingga perubahan iklim global.

Kompleksnya problem ini membuat kondisi ekonomi dunia penuh ketidakpastian. Tak terbayangkan, negara sebesar Inggris mengalami krisis pangan.

Mengapa bisa terjadi semacam ini? Ternyata, Inggris pasokan pangannya tergantung dari rantai pasok global ditambah keluarnya dari Brexit (Uni Eropa).

Fenomena ini membuktikan, kedaulatan pangan menjadi nyawa keberlangsungan hidup suatu negara. Bagaimana dengan Indonesia?

Jangan panik

Sebagai negara maritim dan agraris terbesar di dunia mestinya tak usah panik menghadapi situasi ini. Meskipun OECD (2022) memperkirakan inflasi Indonesia bakal turun 3,94 persen tahun 2023.

Ancaman krisis pangan dan kelaparan imbas ramalan resesi ekonomi menghantui. Indonesia kaya sumber daya pangan terestrial, laut, dan perairan umum. Di antaranya: udang, ikan, kepiting, rajungan, cumi-cumi dan lainnya.

Problemnya, pertama, proses memanen sumber pangan protein ikan dari lautan dan perairan umum membutuhkan BBM. Porsinya dalam pembiayaan 50-70 persen, sementara harga BBM subsidi di Indonesia terus melonjak dan akses untuk nelayan kerap terbatas.

Kedua, budidaya perikanan lain lagi ceritanya. Alokasi pembiayaan terbesarnya buat pembelian pakan hingga 70 persen.

Problemnya, Indonesia masih mengimpor bahan baku pakan ikan dari negara lain. Kebutuhan pakan ikan Indonesia tahun 2022 mencapai 8,6 jutan ton dan diramalkan melonjak hingga 10 juta ton. Produksi nasional hanya mampu mensuplai 1,5 juta ton.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pedagang: Sudah 2 Minggu Stok Minyakita Kosong

Pedagang: Sudah 2 Minggu Stok Minyakita Kosong

Whats New
Turun Rp 2.000 Per Gram, Simak Rincian Harga Emas Antam Hari Ini

Turun Rp 2.000 Per Gram, Simak Rincian Harga Emas Antam Hari Ini

Whats New
Cara Tarik dan Setor Tunai BCA Tanpa Kartu di Mesin ATM via myBCA

Cara Tarik dan Setor Tunai BCA Tanpa Kartu di Mesin ATM via myBCA

Spend Smart
Sempat Error, Kini Transaksi di DANA Sudah Pulih

Sempat Error, Kini Transaksi di DANA Sudah Pulih

Whats New
Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Whats New
Menakar Untung-Rugi Nasabah di Tengah PKPU dan Proses Likuidasi Wanaartha Life

Menakar Untung-Rugi Nasabah di Tengah PKPU dan Proses Likuidasi Wanaartha Life

Whats New
Permintaan AS yang Tinggi, Harga Minyak Dunia Naik 1 Persen

Permintaan AS yang Tinggi, Harga Minyak Dunia Naik 1 Persen

Whats New
Bolehkah Polisi Berpoligami?

Bolehkah Polisi Berpoligami?

Work Smart
Cara Dapatkan Diskon Tiket Kereta Api 10 Persen Khusus Dosen dan Tenaga Pendidik UNPAD

Cara Dapatkan Diskon Tiket Kereta Api 10 Persen Khusus Dosen dan Tenaga Pendidik UNPAD

Spend Smart
Sempat Sentuh Level Tertinggi, Harga Saham BMRI Meningkat 41,3 Persen di 2022

Sempat Sentuh Level Tertinggi, Harga Saham BMRI Meningkat 41,3 Persen di 2022

Whats New
Masuk Bursa Calon Gubernur BI, Sri Mulyani: Kami Fokus Mengerjakan Apa yang Ada

Masuk Bursa Calon Gubernur BI, Sri Mulyani: Kami Fokus Mengerjakan Apa yang Ada

Whats New
Sri Mulyani Bantah Anggaran Penanganan Kemiskinan Rp 500 Triliun Habis untuk Studi Banding dan Rapat

Sri Mulyani Bantah Anggaran Penanganan Kemiskinan Rp 500 Triliun Habis untuk Studi Banding dan Rapat

Whats New
Dua Hari Berturut-turut Melemah, Mampukah IHSG Bangkit Hari Ini?

Dua Hari Berturut-turut Melemah, Mampukah IHSG Bangkit Hari Ini?

Earn Smart
Daftar 10 Saham Paling Banyak Dilepas Asing Kemarin

Daftar 10 Saham Paling Banyak Dilepas Asing Kemarin

Earn Smart
[POPULER MONEY] Aturan Baru PPh Final 0,5 Persen bagi UMKM | Bakal Tutup, JD.ID Beri Diskon Besar-besaran

[POPULER MONEY] Aturan Baru PPh Final 0,5 Persen bagi UMKM | Bakal Tutup, JD.ID Beri Diskon Besar-besaran

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+