Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

G20 Sepakat Aset Kripto Harus Tunduk pada Regulasi

Kompas.com - 14/10/2022, 20:50 WIB
Isna Rifka Sri Rahayu,
Akhdi Martin Pratama

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Pada Presidensi G20 Indonesia, seluruh negara anggota G20 menyepakati aset kripto harus diregulasi dan diawasi dengan ketat, termasuk stable coin.

Untuk itu pada pertemuan keempat menteri keuangan dan gubernur bank sentral (4th FMCBG) G20 kembali mendiskusikan risiko dan manfaat dari aset kripto agar dapat merumuskan regulasi dan pengawasan yang tepat.

Upaya ini perlu dilakukan lantaran G20 bertekad memperkuat sektor keuangan global melalui peningkatan pemantauan risiko dan melalui optimalisasi manfaat teknologi dan digitalisasi.

Baca juga: Pertemuan Ke-4 FMCBG G20 Bahas Aset Kripto hingga Cross Border Payment

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, pada pertemuan ini menteri keuangan dan gubernur bank sentral juga mendiskusikan fitur-fitur terbaru dari aset kripto agar dapat menimbang risiko dan manfaatnya.

"G20 terus mendiskusikan isu-isu yang sangat kompeten dari perundangan aset-aset kripto untuk meningkatkan pemantauan risiko dan melakukan upaya yang membuahkan manfaat," ujarnya saat konferensi pers 4th FMCBG virtual, Jumat (14/10/2022).

Dia menambahkan, G20 menyambut baik penilaian Financial Stability Board (FSB) mengenai pengawasan dan regulasi stable coin global, serta aktivitas pasar asset kripto.

Sebelumnya Perry mengungkapkan FSB telah menyerahkan beberapa laporan konsultatif terkait dengan aset kripto.

Baca juga: Penurunan Transaksi Kripto Dinilai Wajar, Ini Alasannya

Laporan pertama tentang pasar dan aktivitas aset kripto yang mencakup rekomendasi untuk pengawasan regulasi dan lebih dari set aset kripto dan pasarnya untuk mempromosikan stabilitas keuangan.

Sementara laporan FSB kedua berisi tentang stable coin global. Adapun laporan terdiri dari proposal revisi untuk regulasi stable coin untuk mengidentifikasi kesenjangan yang dapat diatasi oleh kerangka kerja yang ada dengan mempertimbangkan alasan pasar dan pengembangan kebijakan.

"Dalam proses ini, anggota G20 menyambut FSB dalam proses ini dan sangat memungkinkan untuk kalibrasi lebih baik lagi," ucapnya.

Selain itu, G20 juga menerima panduan akhir oleh BIS CPMI dan IOSCO yang menegaskan bahwa prinsip untuk infrastruktur pasar keuangan berlaku dalam pentingnya pengaturan stable coin yang sistemastis.

Baca juga: Modus Pig Butchering Sampai ke Indonesia, Satgas Waspada Investasi: Hati-hati Chat Medsos Ajak Investasi Kripto

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Pendaftaran UM-PTKIN 2024 Sudah Dibuka, Ini Link, Jadwal, hingga Alurnya

Pendaftaran UM-PTKIN 2024 Sudah Dibuka, Ini Link, Jadwal, hingga Alurnya

Whats New
Rincian Harga Emas di Pegadaian Hari Ini 23 April 2024

Rincian Harga Emas di Pegadaian Hari Ini 23 April 2024

Spend Smart
Pembentukan Badan Penerimaan Negara Masuk Dokumen Rencana Kerja Pemerintah 2025

Pembentukan Badan Penerimaan Negara Masuk Dokumen Rencana Kerja Pemerintah 2025

Whats New
Neraca Dagang RI Kembali Surplus, BI: Positif Topang Ketahanan Eksternal Ekonomi

Neraca Dagang RI Kembali Surplus, BI: Positif Topang Ketahanan Eksternal Ekonomi

Whats New
Sambut Putusan MK soal Sengketa Pilpres, Kadin: Akan Berikan Kepastian bagi Dunia Usaha

Sambut Putusan MK soal Sengketa Pilpres, Kadin: Akan Berikan Kepastian bagi Dunia Usaha

Whats New
Simak Rincian Kurs Rupiah Hari Ini di CIMB Niaga hingga BCA

Simak Rincian Kurs Rupiah Hari Ini di CIMB Niaga hingga BCA

Whats New
Anjlok Rp 18.000 Per Gram, Simak Harga Emas Antam Hari Ini 23 April 2024

Anjlok Rp 18.000 Per Gram, Simak Harga Emas Antam Hari Ini 23 April 2024

Spend Smart
IHSG Awal Sesi Tancap Gas, Rupiah Malah Melemah

IHSG Awal Sesi Tancap Gas, Rupiah Malah Melemah

Whats New
Harga Emas Dunia Anjlok, Ini Penyebabnya

Harga Emas Dunia Anjlok, Ini Penyebabnya

Whats New
Bahan Pokok Hari Ini 23 April 2024: Harga Tepung dan Telur Naik, Daging Sapi dan Ayam Turun

Bahan Pokok Hari Ini 23 April 2024: Harga Tepung dan Telur Naik, Daging Sapi dan Ayam Turun

Whats New
Reksadana RDPT adalah Apa? Ini Pengertian dan Keuntungannya

Reksadana RDPT adalah Apa? Ini Pengertian dan Keuntungannya

Work Smart
Dana Pinjaman dari China Rp 6,9 Triliun Sudah Cair, KAI: Untuk Bayar Kontraktor Kereta Cepat Whoosh

Dana Pinjaman dari China Rp 6,9 Triliun Sudah Cair, KAI: Untuk Bayar Kontraktor Kereta Cepat Whoosh

Whats New
Indonesia Lebih Banyak Impor dari Israel Dibanding Iran, Bagaimana dengan Ekspor?

Indonesia Lebih Banyak Impor dari Israel Dibanding Iran, Bagaimana dengan Ekspor?

Whats New
Melemahnya Rupiah Bisa Bikin Harga Bawang Putih dan Kedelai Naik

Melemahnya Rupiah Bisa Bikin Harga Bawang Putih dan Kedelai Naik

Whats New
Mampukah IHSG Bangkit? Simak Analisis dan Rekomendasi Saham Hari Ini

Mampukah IHSG Bangkit? Simak Analisis dan Rekomendasi Saham Hari Ini

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com