Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dulu Cuma Pajang di Etalase, Kini Menu Warung Nasi Mejeng di Platform Digital

Kompas.com - 30/10/2022, 17:27 WIB

Jaga kualitas menu dan berbagi dengan sesama

Seiring waktu berjalan, lanjut Santi, ia mulai memahami cara kerja aplikasi itu. Hal ini tak lepas dari bimbingan rekannya, Rum, yang lebih dahulu belajar aplikasi Gojek.

Baca juga: GoFood Luncurkan Inovasi Teknologi Rekomendasi Berbasis Pencarian

Seperti warung nasi pada umumnya, Kantin Cilacap tampak sederhana. Di sana, terdapat etalase kaca berukuran 2 x 1 meter (m) dengan aneka menu yang mejeng di baliknya. Sementara, pada bagian depan, terdapat dua meja lengkap dengan bangku yang biasa dipakai sebagai tempat makan bagi pengunjung.

Menu yang ditawarkan mulai dari sayur bening bayam, sup, telur balado, mie goreng, terong balado, aneka tempe dan tahu goreng, mendoan, bala-bala, hingga sayur urap. Meski bukan menu mewah, Kantin Cilacap laris manis dihampiri pelanggan, baik offline maupun online.

Kantin Cilacap yang dikelola Santi dan Rum bahkan tercatat sebagai salah satu merchant GoFood dengan rating tinggi. Tak tanggung-tanggung, Kantin Cilacap menorehkan rating 4,8 dengan predikat “Super Partner”.

Capaian tersebut bukan tanpa alasan. Santi serta rekannya memastikan menu yang disuguhkan segar. Urusan bumbu dengan cita rasa nikmat pun turut memengaruhi penilaian pelanggan GoFood pada Kantin Cilacap.

“Selain menu rumahan, ada pula menu paket yang banyak dicari pembeli melalui GoFood, yaitu tuna cabai hijau, ayam cabai hijau, ayam botok rubes, dan ayam sambal kecombrang. Semua dibanderol seharga Rp 20.000, lengkap dengan nasi, sambal, dan lalapan,” tutur Santi.

Baca juga: Digitalisasi UMKM dan Pemulihan Ekonomi Nasional

Adapun menu lainnya, lanjut Santi, dibanderol dengan harga terjangkau. Aneka sayur, baik kuah maupun tumisan, seperti bening bayam, sup, tumis kangkung, jamur, tauge, dan kacang panjang buncis seharga Rp 2.000 bila makan di tempat. Sementara, untung dibungkus seharga Rp 4.000 dengan kuantitas yang lebih banyak.

“Begitu pula lauk-pauk, seperti tahu tempe goreng, tempe orek, kentang mustofa, dan mendoan dihargai Rp 2.000. Kalau telur ceplok, dadar, dan balado harganya Rp 5.000,” terang Santi.

Menu Kantin Cilacap, tutur Santi, selalu dibuat baru setiap hari. Ini cara dia menjamin kualitas lauk-pauk untuk untuk menjaga kepercayaan pelanggan. 

Apabila lauk-pauk warung nasi tersisa, lanjutnya, menu-menu itu akan ia bungkus dan bawa pulang.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sumur Migas di Lepas Pantai Karawang Jawa Barat Siap Dioperasikan

Sumur Migas di Lepas Pantai Karawang Jawa Barat Siap Dioperasikan

Whats New
Pemkab Lamongan Salurkan BPJS Ketenagakerjaan kepada 8.000 Nelayan

Pemkab Lamongan Salurkan BPJS Ketenagakerjaan kepada 8.000 Nelayan

Whats New
Mentan SYL: Badan Karantina Pertanian Bukan Penjaga Pintu, Mereka 'Energizer' Ekspor dan Impor

Mentan SYL: Badan Karantina Pertanian Bukan Penjaga Pintu, Mereka "Energizer" Ekspor dan Impor

Rilis
Hampir Rampung, Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bakal Beroperasi Juli 2023

Hampir Rampung, Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bakal Beroperasi Juli 2023

Whats New
Ramai Belanja Pakai Voucher Dibatalkan Otomatis, Ini Penjelasan Tokopedia

Ramai Belanja Pakai Voucher Dibatalkan Otomatis, Ini Penjelasan Tokopedia

Whats New
Komisi IV DPR RI Sidak Pabrik Arang di Batam yang Bahan Bakunya dari Mangrove

Komisi IV DPR RI Sidak Pabrik Arang di Batam yang Bahan Bakunya dari Mangrove

Whats New
Anak Buah Luhut Tak Setuju soal Food Estate Humbahas Dianggap Gagal

Anak Buah Luhut Tak Setuju soal Food Estate Humbahas Dianggap Gagal

Whats New
Harga Tiket Kereta Api Dikeluhkan Mahal, KAI: Harganya Bersifat Fluktuatif, Menyesuaikan Permintaan Pelanggan

Harga Tiket Kereta Api Dikeluhkan Mahal, KAI: Harganya Bersifat Fluktuatif, Menyesuaikan Permintaan Pelanggan

Whats New
Food Estate Humbahas Dinilai Belum Optimal, Kementan: Bukan Lahan Tidak Subur, Tapi Butuh Perlakuan Khusus

Food Estate Humbahas Dinilai Belum Optimal, Kementan: Bukan Lahan Tidak Subur, Tapi Butuh Perlakuan Khusus

Whats New
BUMN Indofarma Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan D3-S1, Simak Kualifikasinya

BUMN Indofarma Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan D3-S1, Simak Kualifikasinya

Whats New
DPR RI Nilai Pengembangan Food Estate Humbahas Belum Optimal

DPR RI Nilai Pengembangan Food Estate Humbahas Belum Optimal

Whats New
Catat, Pengangguran, Korban PHK hingga Pekerja Bisa Ikut Program Kartu Prakerja

Catat, Pengangguran, Korban PHK hingga Pekerja Bisa Ikut Program Kartu Prakerja

Work Smart
Viral Video Petani Buang-buang Tomat, Kementan: Itu Bukan Petani, Tapi Pedagang

Viral Video Petani Buang-buang Tomat, Kementan: Itu Bukan Petani, Tapi Pedagang

Whats New
Antisipasi Ancaman Krisis pada 2023, Sri Mulyani Pastikan Dukungan Fasilitas dan Insentif untuk Pelaku Usaha

Antisipasi Ancaman Krisis pada 2023, Sri Mulyani Pastikan Dukungan Fasilitas dan Insentif untuk Pelaku Usaha

Whats New
Membaca Arah Kebijakan Kendaraan Listrik

Membaca Arah Kebijakan Kendaraan Listrik

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+