Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Startup Ajaib PHK 67 Karyawan, Gaji Manajemen Dikurangi hingga Pendirinya Tak Digaji

Kompas.com - 30/11/2022, 07:08 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Perusahaan teknologi finansial (financial technology/fintech) Ajaib Group melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 67 karyawannya. Ini disampaikan langsung oleh manajemen melalui keterangan resmi.

Dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, perusahaan rintisan (startup) berstatus unicorn itu melakukan perampingan dengan alasan menghadapi kondisi makroekonomi tidak menentu. Di tengah kondisi tersebut, perusahaan perlu beradaptasi untuk tetap tumbuh ke depannya.

"Untuk memastikan kesiapan perusahaan menghadapi kondisi makroekonomi yang tidak menentu, kami terpaksa melakukan perampingan karyawan yang berdampak ke 67 karyawan," tulis manajemen, Selasa (29/11/2022).

Baca juga: Jadi Salah Satu yang Terbesar di Asia, Saham GOTO Diborong Lebih dari 150.000 Pengguna Ajaib

Adapun karyawan terdampak perampingan akan menerima kompensasi, tambahan bonus pesangon sebesar satu bulan untuk setiap tahun masa kerja, asuransi kesehatan selama 6 bulan ke depan. Sebanyak 67 karyawan itu juga akan menerima konseling serta dukungan pencarian kerja.

"Dalam tiga tahun terakhir, Ajaib telah meningkatkan inklusi keuangan Indonesia melalui layanan jasa keuangan digital. Dampak positif ini dan perkembangan Ajaib sebagai perusahaan tidak terlepas dari dedikasi dan kerja keras tiap tim kami," tulis manajemen.

Baca juga: Raih Pendanaan Seri A 90 Juta Dollar AS, Ajaib Group Fokus Kembangkan Produk dan Kapabilitas Teknologi

Founder tidak terima gaji

Bukan hanya melakukan perampingan, gaji manajemen fintech investasi itu juga akan dikurangi secara sukarela. Bahkan, founders perusahaan tidak aakan menerima gaji.

Manajemen Ajaib memastikan, seluruh upaya efisiensi yang dilakukan tidak berdampak ke kelangsungan perusahaan dan layanan kepada nasabah perusahaan.

"Ke depannya, Ajaib juga telah mempersiapkan strategi bisnis yang kuat untuk terus mewujudkan inklusi keuangan di Indonesia," tulis manajemen.

Baca juga: Ajaib dan Stockbit Sekuritas Kena Sanksi BEI gara-gara Hal Ini

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+