Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

TikTok Shop Bakal Hadir Kembali, Ekonom Ingatkan Pentingnya Perlindungan Konsumen

Kompas.com - 06/12/2023, 12:19 WIB
Kiki Safitri,
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Masalah perlindungan konsumen menjadi perhatian dalam rencana kembalinya TikTok Shop melalui kerja sama dengan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO).

Dikutip dari Bloomberg, TikTok milik ByteDance Ltd telah mencapai kesepakatan untuk berinvestasi dengan salah satu unit GOTO, yakni Tokopedia dalam pengembangan layanan belanja online e-commerce.

Direktur Segara Institute Piter Abdullah Redjalam menilai, kembalinya TikTok Shop diharapkan sesuai dengan aturan dan regulasi yang ada di Indonesia. Regulasi yang ada juga tak hanya memihak pelaku usaha, tapi juga perlindungan konsumen.

Baca juga: Bytedance Dikabarkan Capai Kesepakatan dengan GoTo, TikTok Shop Hadir Lagi?

Ilustrasi TikTok Shop. SHUTTERSTOCK Ilustrasi TikTok Shop.

“TikTok Shop itu kemarin dilarang kan karena terjadi ketidakadilan,” jelas Piter di Jakarta, Selasa (5/12/2023).

“Mereka yang melakukan perdagangan TikTok Shop tidak diperlakukan sama dengan mereka yang berjualan di Tokopedia, kan penjual di Tokopedia dibenbani pajak dan sebagainya,” lanjutnya.

Hal berbeda ketika penjual berjualan di TikTok Shop yang tidak dikenai pajak, sehingga barang yang dijual bisa lebih murah.

“Mereka yang berjualan di TikTok Shop tidak terdaftar resmi, dan tidak kena pajak kan,” jelas dia.

Baca juga: Ketika TikTok Shop Siap “Come Back”…

Menurut Piter, kembalinya TikTok Shop diharapkan tidak mengharapkan keuntungan semata saja, tapi juga memperhatikan prinsip-prinsip perlindungan konsumen. Sehingga, jika terjadi masalah dalam transaksi terdapat pihak yang bertanggung jawab dalam mengatasi dan menjembatani masalah tersebut.

“Kalau dia berdagang di TikTok Shop (sebelumnya) tidak jelas. Jika penjualnya melakukan wanprestasi, kita tidak bisa mengadu ke mana pun, karena TikTok Shop itu tidak terdaftar,” ungkap Piter.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Transaksi Pasar Saham AS ‘Lesu’, Saham-saham di Wall Street Tertekan

Transaksi Pasar Saham AS ‘Lesu’, Saham-saham di Wall Street Tertekan

Whats New
Hormati Proses Hukum oleh KPK, PGN Sebut Penanganan Kasus Korupsi Tak Ganggu Layanan Operasional

Hormati Proses Hukum oleh KPK, PGN Sebut Penanganan Kasus Korupsi Tak Ganggu Layanan Operasional

Whats New
'Sidak' Kementerian ESDM Temukan Elpiji Oplosan di Hotel dan Kafe di Jakarta, Bogor, Bali

"Sidak" Kementerian ESDM Temukan Elpiji Oplosan di Hotel dan Kafe di Jakarta, Bogor, Bali

Whats New
KPPU Awasi Layanan Operasi Starlink di RI

KPPU Awasi Layanan Operasi Starlink di RI

Whats New
Simak, Ini Daftar Stasiun untuk Pembatalan Tiket Kereta di Seluruh Indonesia

Simak, Ini Daftar Stasiun untuk Pembatalan Tiket Kereta di Seluruh Indonesia

Whats New
Keluh Kesah Karyawan soal Potongan Gaji Iuran Tapera: Memberatkan!

Keluh Kesah Karyawan soal Potongan Gaji Iuran Tapera: Memberatkan!

Whats New
Buntut Kasih Harga Promo, Starlink Bantah Lakukan Predatory Pricing

Buntut Kasih Harga Promo, Starlink Bantah Lakukan Predatory Pricing

Whats New
[POPULER MONEY] Keluh Kesah PNS yang Jadi Peserta Tapera | Buntut 60 Kloter Penerbangan 'Delay', Menhub Minta Garuda Berbenah

[POPULER MONEY] Keluh Kesah PNS yang Jadi Peserta Tapera | Buntut 60 Kloter Penerbangan "Delay", Menhub Minta Garuda Berbenah

Whats New
Gaji Komite Tapera Capai Rp 43 Juta Sebulan

Gaji Komite Tapera Capai Rp 43 Juta Sebulan

Whats New
PGN Buka Suara Usai Eks Petingginya Jadi Tersangka KPK

PGN Buka Suara Usai Eks Petingginya Jadi Tersangka KPK

Whats New
Warganet Keluhkan Layanan Digital Livin' by Mandiri yang Eror

Warganet Keluhkan Layanan Digital Livin' by Mandiri yang Eror

Whats New
MPMX Bakal Bagikan Dividen Rp 115 Per Saham

MPMX Bakal Bagikan Dividen Rp 115 Per Saham

Whats New
Ada 250 Standar yang Harus Dipenuhi Indonesia untuk Jadi Anggota OECD

Ada 250 Standar yang Harus Dipenuhi Indonesia untuk Jadi Anggota OECD

Whats New
Pesan Wapres untuk Jemaah Haji Aceh, Waspada Cuaca Panas hingga Bawa Air Minum

Pesan Wapres untuk Jemaah Haji Aceh, Waspada Cuaca Panas hingga Bawa Air Minum

Whats New
Industri Asuransi Jiwa Cetak Premi Rp 46 Triliun, Produk Tradisional Dominan

Industri Asuransi Jiwa Cetak Premi Rp 46 Triliun, Produk Tradisional Dominan

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com