Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Rajin Bagi Dividen Jumbo, 7 Saham Ini Malah Terdepak dari Indeks High Dividen20

Kompas.com - 30/01/2024, 23:31 WIB
Nur Jamal Shaid

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengocok ulang konstituen indeks IDX High Dividend20. Dalam evaluasi mayor ini, otoritas bursa mendepak tujuh saham.

Adapun tujuh saham yang tergusur dari IDX High Dividend 20 antara lain, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR), PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM), PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) dan PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR).

Kemudian PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA), PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), dan PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) juga turut ikut terdepak dari indeks kumpulan saham yang membagikan dividen jumbo ini.

Baca juga: Cara Transfer BRI ke DANA dan Sebaliknya

Ketujuh saham tersebut tersingkir oleh entitas Prajogo Pangestu, yakni PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA). Menyusul saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP).

Kemudian saham PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) juga turut masuk dalam indeks ini.

Saham-saham yang didepak ini memiliki dividen yield jumbo ketimbang yang masuk. Ambil contoh, BSSR yang sudah membagikan dividen interim tahun buku 2023 sebanyak dua kali.

Baca juga: Praktik Carbon Capture and Storage Tak Bisa Diburu-buru, Bangun Kesadaran akan Energi Hijau Dulu

Teranyar, BSSR membagikan dividen interim sebesar Rp 118,39 per saham pada 24 Januari 2024. Jika mengacu harga cum date di Rp 3.800 pada 8 Januari 2024, maka dividen yield BSSR mencapai 3,11 persen.

Kemudian pada September 2023, BSSR juga sudah membayarkan dividen interim Rp 349,93. Dengan harga saham di Rp 4.200 pada saat cum date, maka dividen yield-nya mencapai 8,33 persen.

Sementara untuk dividen tahun buku 2022, BSSR membagikan dividen sebesar Rp 341,4 per saham. Pada saat cum date, harga BSSR berada di Rp 3.510. Dengan begitu dividen yield-nya sebesar 9,72 persen.

Baca juga: Gunakan AI, Produktivitas Solusi Retur Instan Blibli Naik Hampir 50 Persen

Jika dibandingkan dengan INKP pun masih lebih tinggi BSSR. Dalam empat tahun terakhir, INKP konsisten membagikan dividen senilai Rp 50 per saham kepada pemegang sahamnya.

Misalnya pada 2023, dengan harga cum date di Rp 7.200, maka dividen yield INKP mencapai 0,69 persen. Kemudian pada 2022, dividen yield sebesar 0,64 persen dan pada 2021 hanya 0,62 persen.

Namun aspek dividend yield bukan hanya satu-satunya yang menjadi perhitungan otoritas. Ternyata, BEI juga memperhitungkan sisi likuiditas transaksi saham hingga nilai kapitalisasi pasar.

Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia Jeffrey Hendrik menjabarkan, salah satu kriteria perhitungan di indeks IDX High Dividend20 ialah nilai atau besaran dividend yield dalam tiga tahun terakhir.

Baca juga: Gaji PNS Naik 8 Persen, Cair 2 Hari Lagi

Lalu nilai perdagangan di pasar reguler selama tiga, enam dan 12 bulan terakhir. Kemudian yang terakhir, nilai kapitalisasi pasar dan jumlah free float saham yang bersangkutan.

"Berdasarkan kriteria tersebut BSSR tidak masuk dalam top 20 konstituen indeks. Sementara TPIA, UNVR dan saham yang lainnya masuk dalam top 20 sehingga masuk dalam indeks," jelas Jeffrey, Selasa (30/1/2024).

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Emiten Gas Industri SBMA Bakal Tebar Dividen Rp 1,1 Miliar

Emiten Gas Industri SBMA Bakal Tebar Dividen Rp 1,1 Miliar

Whats New
Citi Indonesia Tunjuk Edwin Pribadi jadi Head of Citi Commercial Bank

Citi Indonesia Tunjuk Edwin Pribadi jadi Head of Citi Commercial Bank

Whats New
OJK: Guru Harus Punya Pengetahuan tentang Edukasi Keuangan

OJK: Guru Harus Punya Pengetahuan tentang Edukasi Keuangan

Whats New
Sekjen Anwar: Kemenaker Punya Tanggung Jawab Besar Persiapkan SDM Unggul dan Berdaya Saing

Sekjen Anwar: Kemenaker Punya Tanggung Jawab Besar Persiapkan SDM Unggul dan Berdaya Saing

Whats New
Lowongan Kerja BUMN Viramakarya untuk Posisi di IKN, Ini Posisi dan Persyaratannya

Lowongan Kerja BUMN Viramakarya untuk Posisi di IKN, Ini Posisi dan Persyaratannya

Whats New
Soal Relaksasi HET Beras Premium, Dirut Bulog: Biasanya Sulit Dikembalikan...

Soal Relaksasi HET Beras Premium, Dirut Bulog: Biasanya Sulit Dikembalikan...

Whats New
Potensi Pasar Geospasial di Indonesia

Potensi Pasar Geospasial di Indonesia

Whats New
OJK Minta Lembaga Keuangan Bikin 'Student Loan' Khusus Mahasiswa S-1

OJK Minta Lembaga Keuangan Bikin "Student Loan" Khusus Mahasiswa S-1

Whats New
Soal Tarif PPN 12 Persen, Sri Mulyani: Kami Serahkan kepada Pemerintahan Baru

Soal Tarif PPN 12 Persen, Sri Mulyani: Kami Serahkan kepada Pemerintahan Baru

Whats New
Citilink Buka Lowongan Kerja Pramugari untuk Lulusan SMA, D3, dan S1, Ini Syaratnya

Citilink Buka Lowongan Kerja Pramugari untuk Lulusan SMA, D3, dan S1, Ini Syaratnya

Whats New
Kerangka Ekonomi Makro 2025: Pertumbuhan Ekonomi 5,1 - 5,5 Persen, Inflasi 1,5 - 3,5 Persen

Kerangka Ekonomi Makro 2025: Pertumbuhan Ekonomi 5,1 - 5,5 Persen, Inflasi 1,5 - 3,5 Persen

Whats New
Tinjau Fluktuasi Bapok, KPPU Lakukan Sidak Serentak di Sejumlah Pasar

Tinjau Fluktuasi Bapok, KPPU Lakukan Sidak Serentak di Sejumlah Pasar

Whats New
Simak Rincian Kurs Rupiah Hari Ini di BRI hingga CIMB Niaga

Simak Rincian Kurs Rupiah Hari Ini di BRI hingga CIMB Niaga

Whats New
Kemenhub: KNKT Akan Investigasi Penyebab Jatuhnya Pesawat di BSD

Kemenhub: KNKT Akan Investigasi Penyebab Jatuhnya Pesawat di BSD

Whats New
Telat Bayar Tagihan Listrik Bisa Kena Denda, Berapa Biayanya?

Telat Bayar Tagihan Listrik Bisa Kena Denda, Berapa Biayanya?

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com