Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Subsidi BBM dan Elpiji Dipangkas Pun Dinilai Belum Cukup Penuhi Program Makan Siang Gratis

Kompas.com - 19/02/2024, 15:30 WIB
Rully R. Ramli,
Aprillia Ika

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Wacana pemangkasan subsidi energi yang disiapkan oleh Calon presiden (Capres) nomor urut 2, Prabowo Subianto, tidak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan biaya program makan siang gratis.

Ekonom Center of Reform on Economic (Core) Yusuf Rendy Manilet mengatakan, berdasarkan informasi yang beredar, kebutuhan anggaran program makan siang gatis mencapai lebih dari Rp 400 triliun per tahunnya.

Sementara itu, alokasi subsidi energi pada tahun 2024 sebesar Rp 189,10 triliun, terdiri dari anggaran subsidi BBM jenis tertentu Rp 25,8 triliun, subsidi elpiji 3 kg sebesar Rp 87,5 triliun, dan alokasi subsidi listrik Rp 75,8 triliun.

"Kita berasumsi bahwa anggaran untuk makan siang gratis itu di sekitar Rp 400 triliun maka akan relatif dibutuhkan tambahan dana selain dari melakukan realokasi subsidi," ujar Yusuf, kepada Kompas.com, Senin (19/2/2024).

Baca juga: Anggaran Makan Siang Gratis Prabowo-Gibran Setara 4 Kali Lipat Bangun Kereta Cepat Whoosh

Lebih lanjut, Yusuf menyebutkan, penyesuaian anggaran belanja menjadi suatu hal yang wajar dilakukan oleh pemerintahan untuk memenuhi kebutuhan anggaran program yang dinilai prioritas.

"Sehingga sebenarnya apa yang dilakukan oleh capres nomor urut 2 dalam melakukan pemangkasan subsidi energi bukan hal baru dan juga pernah dilakukan oleh pemerintahan sebelumnya," tuturnya.

Ia pun mengakui, pemanfaatan anggaran subsidi energi masih menghadapi permasalahan penyaluran yang tidak tepat sasaran, sehingga pemerintah telah melakukan berbagai upaya perbaikan.

"Namun demikian kita juga perlu melihat apakah realokasi anggaran tersebut akan memenuhi target kebijakan belanja atau program makan siang gratis yang diajukan oleh pemerintahan baru dalam hal ini Prabowo dan Gibran tersebut," kata Yusuf.

Baca juga: Ini Kata Menteri ESDM soal Rencana Prabowo-Gibran Pangkas Subsidi BBM demi Program Makan Siang Gratis

Sebagai informasi, usai gelaran pemilihan umum (pemilu) dilaksanakan dan hasil penghitungan sementara menunjukan pasangan capres nomor urut 2, Prabowo-Gibran, unggul, Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran membeberkan sumber pembiayaan salah satu program andalannya, makan siang gratis.

Wakil Ketua TKN Prabowo-Gibran, Eddy Soeparno menyebutkan, salah satu sumber pembiayaan program makan siang gratis ialah melalui efisiensi anggaran subsidi BBM dan elpiji 3 kg.

Pasalnya, subsidi energi selama ini justru dinikmati orang-orang kaya.

”Saat ini Indonesia punya anggaran subsidi energi Rp 350 triliun. Sebanyak 80 persen dari subsidi itu dinikmati mereka yang tidak berhak mendapatkannya. Jadi, kami akan melakukan penyesuaian (finetune) terhadap subsidi itu,” kata Eddy.

Oleh karena itu, mereka akan memastikan subsidi tersebut tersalurkan secara tepat sasaran.

Baca juga: Jika Prabowo Terpilih, APBN Rogoh Rp 450 T untuk Makan Siang Gratis


Evaluasi tersebut dilakukan dengan cara menyempurnakan data penerima. Selanjutnya, diperlukan aturan untuk menegaskan kriteria masyarakat yang berhak menerima subsidi energi, lengkap dengan sanksi jika ada yang melanggar.

"Kalau itu dilakukan, otomatis kebutuhan untuk subsidi energi menciut. Dari saat ini Rp 350 triliun, misalnya, setelah dilakukan efisiensi, menjadi hanya Rp 100 triliun. Ini contoh saja. Jadi, konteksnya itu penghematan anggaran subsidi,” kata dia.

Eddy memastikan cara ini tidak akan memangkas subsidi energi yang dapat membuat harga BBM melambung.

"Itu bukan pemangkasan BBM. Saya enggak pernah bilang pemangkasan BBM, gitu. Yang saya katakan adalah kita lakukan efisiensi di bidang penyaluran subsidi energi. Subsidi energi, bukan subsidi BBM," ujar Eddy, dikutip dari Kompas.com, Sabtu.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

H2+2 Lebaran, KAI Daop 1 Jakarta Catat Sebanyak 46.000 Lebih Penumpang Tiba di Jakarta

H2+2 Lebaran, KAI Daop 1 Jakarta Catat Sebanyak 46.000 Lebih Penumpang Tiba di Jakarta

Whats New
Ketentuan dan Cara Refund-Reschedule Tiket Damri

Ketentuan dan Cara Refund-Reschedule Tiket Damri

Whats New
Mengenal Mata Uang Laos dan Nilai Tukarnya ke Rupiah

Mengenal Mata Uang Laos dan Nilai Tukarnya ke Rupiah

Whats New
Sopir Dinyatakan Tersangka, Rosalia Indah Akan Patuhi Proses Hukum

Sopir Dinyatakan Tersangka, Rosalia Indah Akan Patuhi Proses Hukum

Whats New
PLN Pastikan Keandalan Pembangkit EBT Buat Suplai Listrik Saat Libur Lebaran

PLN Pastikan Keandalan Pembangkit EBT Buat Suplai Listrik Saat Libur Lebaran

Whats New
Kementan dan Provinsi Banten Kembangkan Padi Varietas Biosalin untuk Wilayah Pesisir

Kementan dan Provinsi Banten Kembangkan Padi Varietas Biosalin untuk Wilayah Pesisir

Whats New
Pemerintah Siapkan Rencana Cadangan Penyeberangan Sumatera-Jawa

Pemerintah Siapkan Rencana Cadangan Penyeberangan Sumatera-Jawa

Whats New
Urai Arus Balik di Bakauheni-Merak, Kemenhub Siapkan Kapal Tambahan Rute Panjang-Ciwandan

Urai Arus Balik di Bakauheni-Merak, Kemenhub Siapkan Kapal Tambahan Rute Panjang-Ciwandan

Whats New
BPJPH Beri Sertifikat Halal Seumur Hidup ke Dunkin'

BPJPH Beri Sertifikat Halal Seumur Hidup ke Dunkin'

Whats New
Mengenal Mata Uang India dan Nilai Tukarnya ke Rupiah

Mengenal Mata Uang India dan Nilai Tukarnya ke Rupiah

Whats New
Arus Balik Lebaran, Tol Fungsional Cibitung-Cimanggis Akan Dibuka sampai 17.00 WIB

Arus Balik Lebaran, Tol Fungsional Cibitung-Cimanggis Akan Dibuka sampai 17.00 WIB

Whats New
Harga Emas Antam Hari Sabtu Ini, Anjlok Rp 14.000 Per Gram

Harga Emas Antam Hari Sabtu Ini, Anjlok Rp 14.000 Per Gram

Whats New
Inggris Keluar dari Resesi, Ini yang Harus Dihadapi ke Depannya

Inggris Keluar dari Resesi, Ini yang Harus Dihadapi ke Depannya

Whats New
Kementan Bersama Dinas Pertanian Provinsi Banten Kembangkan Padi Biosalin untuk Wilayah Pesisir

Kementan Bersama Dinas Pertanian Provinsi Banten Kembangkan Padi Biosalin untuk Wilayah Pesisir

Whats New
Program Pompanisasi dari Mentan Amran di Subang Tuai Respons Positif

Program Pompanisasi dari Mentan Amran di Subang Tuai Respons Positif

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com