Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kapan Kupon Pertama ORI025 Dibayarkan?

Kompas.com - 25/02/2024, 13:26 WIB
Mela Arnani

Penulis

KOMPAS.com - Masa penawaran Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI025 telah ditutup pada 22 Februari lalu. Ada dua tenor atau jangka waktu yang diterbitkan untuk investasi ORI025, yaitu 3 tahun (ORI025T3) dan 6 tahun (ORI025T6).

Obligasi Negara Ritel (ORI) adalah Surat Utang Negara (SUN) ritel pertama yang dutawarkan kepada masyarakat di tahun 2024, dari total tiga seri SUN ritel yang direncanakan untuk diterbitkan sepanjang tahun ini.

Kupon atau imbal hasil ORI025 telah ditetapkan, sebesar 6,25 persen per tahun untuk ORI025T3 dan 6,4 persen per tahun untuk ORI025T6.

Lantas, kapan kupon pertama dari ORI025 akan diterima oleh investor?

Baca juga: Berapa Persen Imbal Hasil dari Investasi ORI025?

Kupon pertama ORI025

Dilansir dari akun resmi Instagram DJPPR Kementerian Keuangan (Kemenkeu), @djpprkemenkeu, kupon pertama ORI025 akan diterima oleh investor pada 15 April 2024.

Kupon pertama ORI025 ini nilainya berbeda dari bulan lainnya. Hal itu dikarenakan pembayaran kupon tersebut lebih dari satu bulan dari tanggal setelmen yaitu 28 Februari 2024 atau disebut long coupon, sehingga kupon pertama lebih besar dari kupon bulan-bulan berikutnya.

Untuk diketahui, kupon dari investasi Obligasi Negara Ritel (ORI) bersifat tetap atau fixed rate sampai dengan jatuh tempo.

Baca juga: ORI025 Bisa Dipesan Mulai 29 Januari, Apa Saja Keuntungan Investasi Ini?

Kupon atau imbal hasil akan dibayarkan setiap bulan, dengan cara langsung ditransfer ke rekening investor masing-masing.

Dalam hal tanggal pembayaran kupon bukan pada hari kerja, maka pembayaran kupon dilakukan pada hari kerja berikutnya tanpa kompensasi bunga.

Hari kerja adalah hari di mana operasional sistem pembayaran diselenggarakan oleh Bank Indonesia.

 

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by DJPPR Kementerian Keuangan RI (@djpprkemenkeu)

Baca juga: Cara Beli Investasi ORI025 melalui Bank BCA

Investasi ORI025 bisa dimulai dari nominal minimal Rp 1 juta, serta maksimal Rp 5 miliar untuk ORI025T3 dan Rp 10 miliar untuk ORI025T6.

Instrumen investasi ini berbentuk tanpa warkat, bisa diperdagangkan di pasar sekunder dan hanya antar investor domestik yang mengacu pada digit ketiga kode Nomor Identitas Pemodal (Single Investor Identification/SID).

Untuk diketahui, tanggal jatuh tempo pada 15 Februari 2027 untuk ORI025T3 dan 15 Februari 2030 untuk ORI025T6.

Demikian informasi mengenai kapan kupon pertama dari investasi ORI025 akan dicairkan atau diterima oleh investor.

Baca juga: Catat, Ini Jadwal SBN 2024

Baca juga: Ada 8 Jenis SBN 2024, Apa Saja?

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Bulog Siap Jadi Pembeli Gabah dari Sawah Hasil Teknologi Padi China

Bulog Siap Jadi Pembeli Gabah dari Sawah Hasil Teknologi Padi China

Whats New
Bulog Baru Serap 633.000 Ton Gabah dari Petani, Dirut: Periode Panennya Pendek

Bulog Baru Serap 633.000 Ton Gabah dari Petani, Dirut: Periode Panennya Pendek

Whats New
Dari Perayaan HUT hingga Bagi-bagi THR, Intip Kemeriahan Agenda PUBG Mobile Sepanjang Ramadhan

Dari Perayaan HUT hingga Bagi-bagi THR, Intip Kemeriahan Agenda PUBG Mobile Sepanjang Ramadhan

Rilis
INACA: Iuran Pariwisata Tambah Beban Penumpang dan Maskapai

INACA: Iuran Pariwisata Tambah Beban Penumpang dan Maskapai

Whats New
Bank DKI Sumbang Dividen Rp 326,44 Miliar ke Pemprov DKI Jakarta

Bank DKI Sumbang Dividen Rp 326,44 Miliar ke Pemprov DKI Jakarta

Whats New
OASA Bangun Pabrik Biomasa di Blora

OASA Bangun Pabrik Biomasa di Blora

Rilis
Pengumpulan Data Tersendat, BTN Belum Ambil Keputusan Akuisisi Bank Muamalat

Pengumpulan Data Tersendat, BTN Belum Ambil Keputusan Akuisisi Bank Muamalat

Whats New
Cara Hapus Daftar Transfer di Aplikasi myBCA

Cara Hapus Daftar Transfer di Aplikasi myBCA

Work Smart
INA Digital Bakal Diluncurkan, Urus KTP hingga Bayar BPJS Jadi Lebih Mudah

INA Digital Bakal Diluncurkan, Urus KTP hingga Bayar BPJS Jadi Lebih Mudah

Whats New
Suku Bunga Acuan BI Naik, Anak Buah Sri Mulyani: Memang Kondisi Global Harus Diantisipasi

Suku Bunga Acuan BI Naik, Anak Buah Sri Mulyani: Memang Kondisi Global Harus Diantisipasi

Whats New
Ekonom: Kenaikan BI Rate Bakal 'Jangkar' Inflasi di Tengah Pelemahan Rupiah

Ekonom: Kenaikan BI Rate Bakal "Jangkar" Inflasi di Tengah Pelemahan Rupiah

Whats New
Menpan-RB: ASN yang Pindah ke IKN Bakal Diseleksi Ketat

Menpan-RB: ASN yang Pindah ke IKN Bakal Diseleksi Ketat

Whats New
Lebaran 2024, KAI Sebut 'Suite Class Compartment' dan 'Luxury'  Laris Manis

Lebaran 2024, KAI Sebut "Suite Class Compartment" dan "Luxury" Laris Manis

Whats New
Rupiah Melemah Sentuh Rp 16.200, Mendag: Cadangan Divisa RI Kuat, Tidak Perlu Khawatir

Rupiah Melemah Sentuh Rp 16.200, Mendag: Cadangan Divisa RI Kuat, Tidak Perlu Khawatir

Whats New
Rasio Utang Pemerintahan Prabowo Ditarget Naik hingga 40 Persen, Kemenkeu: Kita Enggak Ada Masalah...

Rasio Utang Pemerintahan Prabowo Ditarget Naik hingga 40 Persen, Kemenkeu: Kita Enggak Ada Masalah...

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com