Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sebanyak 71,7 Persen Penduduk RI Bakal Mudik, Ini Tujuan Utamanya

Kompas.com - 17/03/2024, 14:00 WIB
Rully R. Ramli,
Yoga Sukmana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Badan Kebijakan Transportasi memprediksi, jumlah pemudik pada periode Lebaran tahun ini mencapai 193 juta orang, atau setara sekitar 71,7 persen total penduduk Indonesia.

Kepala Badan Kebijakan Transportasi Kemenhub Robby Kurniawan mengatakan, jumlah tersebut meningkat dari tahun-tahun sebelumnya, di mana pada Lebaran 2022 jumlahnya hanya mencapai 31,6 persen penduduk, kemudian pada 2023 jumlahnya 45,8 persen penduduk.

"Jadi ada potensi peningkatan cukup besar baik dibandingkan 2022 dan 2023," ujar dia dalam konferensi pers Persiapan dan Rencana Operasi Angkutan Lebaran 2024, Minggu (17/3/2024).

Baca juga: Promo Tiket Kereta Api untuk Mudik Lebaran 2024, Ini Daftarnya

Adapun tujuan utama perjalanan mudik ialah provinsi Jawa Tengah, dengan perkiraan jumlah pemudik 61,6 juta orang atau setara 31,81 persen total potensi pemudik.

"Tujuan terbanyak masih jadi favorit Jawa Tengah," katanya.

Selain itu ada Jawa Timur dan Jawa Barat dengan perkiraan jumlah pemudik masing-masing sebesar 37,6 juta orang (19,44 persen) dan 32,1 juta orang (16,59 persen).

Lalu peringkat keempat dan kelima destinasi utama pemudik ialah DI Yogyakarta dan DKI Jakarta, dengan jumlah potensi pemudik masing-masing sebesar 11,7 juta orang (6,06 persen) dan 6,4 juta orang (3,35 persen).

Baca juga: PLN Buka Pendaftaran Mudik Gratis 2024, Simak Syarat dan Ketentuannya

Sementara itu, daerah asal perjalanan mudik terbanyak ialah Jawa Timur, dengan potensi pemudik mencapai 31,3 juta orang atau 16,2 persen dari total potensi pergerakan masyarakat selama mudik Lebaran.

Kemudian terdapat kawasan aglomerasi Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) dan Jawa Tengah, masing-masing sebesar 28,43 juta orang (14,68 persen) dan 26,11 juta orang (13,48 persen).

Disusul Jawa Barat (non Bodebek) sebesar 22,79 juta orang (11,77 persen) dan Sumatera Utara 10,67 juta orang (5,51 persen).

Baca juga: Jelang Mudik Lebaran 2024, ASDP Siapkan Langkah Antisipasi Cuaca Ekstrem

Dengan melihat potensi peningkatan jumlah pemudik, Kemenhub bersama dengan para pemangku kepentingan terkait melakukan sejumlah langkah strategis untuk mengantisipasi lonjakan pergerakan masyarakat.

Pertama, Kemenhub bersama Korlantas dan Kementerian PUPR telah menerbitkan Surat Keputusan Bersama (SKB) terkait pengaturan pembatasan operasional angkutan pada periode Lebaran 2024.

"Dan SKB tersebut memuat pengaturan pembatasan operasional angkutan barang pada liburan Lebaran 2024," ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Kemudian, Kemenhub juga disebut telah melakukan rampcheckc atau pemeriksaaan sarana dan prasaran mudik untuk moda transportasi darat, laut, udara, serta kereta api.

Baca juga: INKA Buka Pendaftaran Mudik Gratis 2024, Simak Syarat dan Ketentuannya

"Kami juga terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait kebijakan pengaturan transportasi pada masa angkutan Lebaran 2024, dan meningkatkan kedisiplinan berlalulintas," tutur Budi.

Selain itu, untuk meminimalisir jumlah kendaraan dan kecelakaan, Kemenhub telah menyelenggarakan program angkutan mudik gratis, dengan total 58.694 penumpang dan 17.880 sepeda motor yang difasilitasi.

"Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan masyarakat yang ingin mudik," ucap Budi.

Baca juga: Ada 47.194 Kuota Mudik Gratis via Kapal Laut, Layani 47 Rute Perjalanan

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com