Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Investor Menanti Kebijakan Suku Bunga The Fed, Harga Emas Dunia Naik

Kompas.com - 19/03/2024, 08:27 WIB
Yohana Artha Uly,
Erlangga Djumena

Tim Redaksi

Sumber CNBC

NEW YORK, KOMPAS.com - Harga emas dunia menguat pada akhir perdagangan Senin (18/3/2024) waktu setempat atau Selasa (19/3/2024) pagi jelang pertemuan para pimpinan bank sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve (The Fed).

Mengutip CNBC, harga emas di pasar spot naik 0,2 persen menjadi sebesar 2.159,69 dollar AS per ons. Emas di pasar spot sendiri pernah mencapai rekor tertingginya pada 8 Maret 2024 di level 2,194.99 dollar AS per ons.

Sementara itu, harga emas berjangka Comex New York Exchange terpantau naik 0,1 persen ke level 2.164,3 dollar AS per ons.

Baca juga: Harga Emas Dunia Turun, Usai Indeks Harga Produsen AS Naik Melebihi Perkiraan

Pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang memutuskan kebijakan moneter The Fed akan berlangsung pada 19-20 Maret 2024. Pasar pun menanti pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell terkait arah kebijakan inflasi dan suku bunga.

"Emas mengantisipasi keputusan suku bunga pada hari Rabu (20 Maret 2024), tapi mungkin juga keputusan suku bunga Bank of Japan. Hal ini dapat menunjukkan bahwa inflasi global meningkat dan jelas emas adalah lindung nilai inflasi global," ujar Daniel Pavilonis, ahli strategi pasar senior di RJO Futures.

Bank of Japan diperkirakan akan keluar dari kebijakan moneter ultra-dovishnya pada pertemuan dua hari yang berakhir pada Selasa pekan ini.

Terkait The Fed, investor mengantisipasi tidak adanya perubahan suku bunga pada akhir pertemuan kebijakan dua hari The Fed yang berakhir pada hari Rabu pekan ini.

Baca juga: Masyarakat Cenderung Jual Emas Saat Ramadhan, Ini Sebabnya

Pasar pun kini memperkirakan peluang sebesar 53 persen untuk kemungkinan kebijakan penurunan suku bunga The Fed dimulai pada Juni 2024, menurut alat CME FedWatch.

"Perubahan dalam dot plot, ekspektasi terhadap suku bunga The Fed, akan berperan dalam menentukan apakah emas akan kembali melanjutkan tren naiknya atau tidak," kata Pavilonis.

Untuk diketahui, kebijakan suku bunga The Fed memang sangat mempengaruhi pergerakan harga emas.

Ketika suku bunga tinggi atau bahkan naik, maka emas yang tidak memberikan imbal hasil menjadi tak menarik bagi investor, berbeda dari obligasi dan saham yang memang memberikan imbal hasil.

Sebaliknya, ketika suku bunga rendah atau menurun, maka imbal hasil pada instrumen investasi lainnya ikut menurun, sehingga emas akan menjadi lebih menarik bagi investor.

Baca juga: Rincian Harga Emas Antam 18 Maret 2024

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Konser Taylor Swift Disebut Bisa Bikin Bank Sentral Inggris Tunda Pangkas Suku Bunga

Konser Taylor Swift Disebut Bisa Bikin Bank Sentral Inggris Tunda Pangkas Suku Bunga

Whats New
Cara Beli Token Listrik dan Bayar Listrik PLN via Livin’ by Mandiri

Cara Beli Token Listrik dan Bayar Listrik PLN via Livin’ by Mandiri

Spend Smart
5 Tren Digitalisasi Rantai Pasok Perusahaan untuk Genjot Pendapatan

5 Tren Digitalisasi Rantai Pasok Perusahaan untuk Genjot Pendapatan

Work Smart
Cara Mengatasi ATM BRI Terblokir, Bisa lewat HP

Cara Mengatasi ATM BRI Terblokir, Bisa lewat HP

Whats New
Strategi Semen Indonesia Dorong Keberlanjutan Bisnis di Tengah Tantangan 'Oversupply'

Strategi Semen Indonesia Dorong Keberlanjutan Bisnis di Tengah Tantangan "Oversupply"

Whats New
Long Weekend Idul Adha, KAI Operasikan KA Mutiara Timur

Long Weekend Idul Adha, KAI Operasikan KA Mutiara Timur

Whats New
Jadwal Operasional BNI Selama Libur dan Cuti Bersama Idul Adha 2024

Jadwal Operasional BNI Selama Libur dan Cuti Bersama Idul Adha 2024

Whats New
International Expo 2024 Libatkan Investor dari 20 Negara, BSI Bidik Transaksi Rp 1 Triliun

International Expo 2024 Libatkan Investor dari 20 Negara, BSI Bidik Transaksi Rp 1 Triliun

Whats New
Soal Tokopedia PHK Karyawan, GoTo Sebut Bukan Pemegang Saham Mayoritas

Soal Tokopedia PHK Karyawan, GoTo Sebut Bukan Pemegang Saham Mayoritas

Whats New
50 Persen Kebutuhan Listrik di Ambon Dipasok dari Pembangkit Apung PLN IP

50 Persen Kebutuhan Listrik di Ambon Dipasok dari Pembangkit Apung PLN IP

Whats New
Tungku Smelter Morowali Semburkan Uap Panas, 2 Pekerja Terluka

Tungku Smelter Morowali Semburkan Uap Panas, 2 Pekerja Terluka

Whats New
Mulai 18 Juni, 2 Kereta Ekonomi Ini Pakai Rangkaian New Generation

Mulai 18 Juni, 2 Kereta Ekonomi Ini Pakai Rangkaian New Generation

Whats New
Daftar UMK Kota Bandung 2024 dan 26 Daerah Lain di Jawa Barat

Daftar UMK Kota Bandung 2024 dan 26 Daerah Lain di Jawa Barat

Work Smart
KAI Services Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan SMA/SMK, Simak Persyaratannya

KAI Services Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan SMA/SMK, Simak Persyaratannya

Work Smart
SBSN, SUN, dan SBN, Apa Bedanya?

SBSN, SUN, dan SBN, Apa Bedanya?

Work Smart
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com