Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
KILAS

Dukung Pertumbuhan Ekonomi di Maluku Utara, IWIP Gelar Pembinaan UMKM di Weda Tengah

Kompas.com - 21/03/2024, 19:30 WIB
Ikhsan Fatkhurrohman Dahlan,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Sebagai upaya mendukung pertumbuhan ekonomi di Maluku Utara, PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) bermitra dengan berbagai usaha mikro kecil menengah (UMKM) setempat, khususnya untuk penyediaan bahan makanan bagi 70.000 tenaga kerja di Kawasan Industri Weda Bay.

Vice President IWIP Kevin He mengungkapkan, melalui kemitraan ini, ia berharap hubungan pihaknya dengan UMKM dapat terus terjalin berdasarkan prinsip kerja sama saling menguntungkan.

Untuk memastikan kerja sama berjalan optimal, IWIP mengadakan kegiatan pembinaan UMKM di Site Tanjung Ulie, Weda Tengah, Halmahera Tengah (Halteng), Maluku Utara, Kamis (7/3/2024). Acara ini diikuti oleh 50 peserta yang terdiri dari 25 pedagang di Kios Gate 2 dan 25 UMKM mitra IWIP.

Kegiatan pembinaan UMKM ini menghadirkan tiga narasumber, yaitu Direktur Pemberdayaan Usaha, Kedeputian Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal, Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BPKM) (Badan Koordinasi Penanaman Modal), Anna Nurbani; Deputi Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal Kementerian Investasi, Iwan Suryana; dan Anggota Departemen Commercial IWIP, Nurlaila Bermawi.

Baca juga: Peduli Kesejahteraan Masyarakat Sekitar, IWIP Realisasikan Program CSR Pendidikan hingga Lingkungan

Materi yang disampaikan pada kegiatan ini adalah prosedur penggunaan aplikasi OSS, proses kemitraan UMKM, serta prosedur teknis pengadaan barang.

“Tujuan kegiatan ini guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses bisnis serta operasional sebagai jawaban terhadap era digital,” jelas Kevin He melalui siaran persnya, Kamis (21/3/2024).

Lebih lanjut, Kevin mengatakan, peran dan sinergi dari segenap pemangku kepentingan, baik IWIP, pemerintah pusat, pemerintah daerah (pemda), serta para pelaku UMKM, sangat diperlukan untuk menjawab tantangan tersebut.

 Potret narasumber dengan 50 peserta pembinaan UMKM di Site Tanjung Ulie, Weda Tengah, Halmahera Tengah (Halteng), Maluku Utara, Kamis (7/3/2024). DOK. Humas IWIP Potret narasumber dengan 50 peserta pembinaan UMKM di Site Tanjung Ulie, Weda Tengah, Halmahera Tengah (Halteng), Maluku Utara, Kamis (7/3/2024).

Senada dengan hal tersebut, Penjabat (Pj) Bupati Halmahera Tengah, Ikram M Sangaji mengungkapkan bahwa sebagai wilayah industri, Weda Tengah memerlukan regulasi di tingkat pusat untuk memperkuat kerja sama ini.

Baca juga: Dorong Kemajuan UMKM di Maluku Utara, IWIP Gelontorkan Rp 700 Miliar dalam 3 Tahun Terakhir

“Terkadang pola kemitraan yang dibangun perusahaan membutuhkan penyesuaian sehingga dengan adanya regulasi di tingkat pusat menjadi kerangka acuan kita di pemda untuk menjamin dan memperkuat kemitraan,” tutur Ikram.

Dirinya berharap, pola kemitraan serta kegiatan pembinaan UMKM ini dapat terus berlanjut untuk mendukung kegiatan industrialisasi nikel di Halteng.

“Kami ingin kemitraan ini membangun suatu sinergi untuk pemberdayaan ekonomi lokal,” ucapnya.

Kegiatan pembinaan UMKM ini juga memperoleh feedback positif dari para pengusaha UMKM. Suhardi, salah seorang pedagang di Kios Gate 2, mengatakan bahwa kegiatan pembinaan bagi UMKM sangat penting.

Baca juga: Berkat Hilirisasi, Maluku Utara Jadi Provinsi dengan Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi

Menurutnya keterlibatan pengusaha lokal dalam industrialisasi nikel merupakan bukti keseriusan IWIP untuk memajukan perekonomian masyarakat.

Tidak hanya itu, manfaat kehadiran Weda Bay Project turut dirasakan oleh pedagang di kios nomor 46, Sutarmi. Ia merupakan warga Desa Woejerana, Weda Tengah yang menjual sembako dan berbagai jenis sayuran.

“Alhamdulillah, sekali saya bisa jualan di sini setelah dapat rekomendasi dari kepala desa. Sebelum ada IWIP, saya hanya berjualan di rumah. Alhamdulillah, setelah ada IWIP, saya bisa berjualan di sini, dan dari segi pendapatan juga meningkat,” ujarnya.

Berkat hasil berjualan di Kios Gate 2, Sutarmi pun bisa menguliahkan anak-anaknya dan membangun rumah.

Baca juga: Mengapa Terjadi Inflasi pada Masa Demokrasi Terpimpin?

Sebagai informasi, di kawasan Gate 2, terdapat 53 kios yang diisi oleh masyarakat sekitar Kawasan Industri Weda Bay. Untuk menempati kios tersebut, diperlukan rekomendasi dari kepala desa. Hal ini bertujuan agar masyarakat sekitar Kawasan Industri Weda Bay dapat diberdayakan.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of
Baca tentang


Terkini Lainnya

Manfaatkan Kerja Sama, Perta Arun Gas Geber Bisnis LNG di Indonesia

Manfaatkan Kerja Sama, Perta Arun Gas Geber Bisnis LNG di Indonesia

Whats New
[POPULER MONEY] Wapres Usul Bansos Dicabut Jika Penerimanya Main Judi Oline | Apakah Pedagang yang Tolak Pembayaran 'Cash' Melanggar Aturan?

[POPULER MONEY] Wapres Usul Bansos Dicabut Jika Penerimanya Main Judi Oline | Apakah Pedagang yang Tolak Pembayaran "Cash" Melanggar Aturan?

Whats New
Pemerintah Susun Peta Jalan Sawit Indonesia Emas 2045, Ini Manfaatnya

Pemerintah Susun Peta Jalan Sawit Indonesia Emas 2045, Ini Manfaatnya

Whats New
Mendag Temukan Keramik Impor Ilegal dari China Senilai Rp 79,8 Miliar

Mendag Temukan Keramik Impor Ilegal dari China Senilai Rp 79,8 Miliar

Whats New
Mendag Pastikan HET Minyak Goreng MinyaKita Naik Minggu Depan

Mendag Pastikan HET Minyak Goreng MinyaKita Naik Minggu Depan

Whats New
Impor Beras Bulog Kena Denda di Pelabuhan, Kok Bisa?

Impor Beras Bulog Kena Denda di Pelabuhan, Kok Bisa?

Whats New
Luhut Janji Bakal Tutup Tambang yang Langgar Aturan Lingkungan

Luhut Janji Bakal Tutup Tambang yang Langgar Aturan Lingkungan

Whats New
Luhut Bilang, Negara Akan Danai Makan Bergizi, Dimulai Rp 20 Triliun

Luhut Bilang, Negara Akan Danai Makan Bergizi, Dimulai Rp 20 Triliun

Whats New
Cara Mengatasi ATM BCA Terblokir Tanpa ke Bank, Cukup Buka HP

Cara Mengatasi ATM BCA Terblokir Tanpa ke Bank, Cukup Buka HP

Spend Smart
Ada Indikasi 'Fraud' Indofarma, Kementerian BUMN Bakal Tempuh Jalur Hukum

Ada Indikasi "Fraud" Indofarma, Kementerian BUMN Bakal Tempuh Jalur Hukum

Whats New
AS Mau Kembangkan Kendaraan Listrik, Luhut: Mustahil Bisa Tanpa Indonesia

AS Mau Kembangkan Kendaraan Listrik, Luhut: Mustahil Bisa Tanpa Indonesia

Whats New
5 Cara Blokir ATM BCA, Bisa dari HP Tanpa Perlu ke Bank

5 Cara Blokir ATM BCA, Bisa dari HP Tanpa Perlu ke Bank

Spend Smart
Asosiasi Sebut Kenaikan Cukai Hasil Tembakau Berpotensi Bikin Rokok Ilegal Marak

Asosiasi Sebut Kenaikan Cukai Hasil Tembakau Berpotensi Bikin Rokok Ilegal Marak

Whats New
Unilever Bakal Tebar Dividen Rp 2,9 Triliun, Cek Jadwalnya

Unilever Bakal Tebar Dividen Rp 2,9 Triliun, Cek Jadwalnya

Whats New
Industri Asuransi Umum Raup Pendapatan Premi Rp 32,7 Triliun hingga Kuartal I 2024

Industri Asuransi Umum Raup Pendapatan Premi Rp 32,7 Triliun hingga Kuartal I 2024

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com