Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Harga Bahan Pokok Minggu 24 Maret 2024, Harga Cabai Rawit Merah Naik

Kompas.com - 24/03/2024, 10:14 WIB
Tim Kompas.com,
Erlangga Djumena

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Daftar harga bahan pokok hari ini, Minggu 24 Maret 2024 di tingkat nasional mengalami kenaikan untuk beberapa bahan.

Berdasarkan data yang dihimpun Kompas.com dari panel harga Badan Pangan Nasional, harga cabai rawit merah per kilogram hari ini mengalami kenaikan Rp 3.530 atau 6,73 persen dibandingkan kemarin, yakni dari Rp 48.950 menjadi Rp 52.480. Sumatera Selatan menyumbang kenaikan tertinggi, di mana harga cabai rawit merah hari ini dipatok Rp 80.000 per kilogram.

Harga hari ini mengalami penurunan sebesar Rp 8.200 atau 15,63 persen dibandingkan harga tertinggi minggu lalu, yakni sebesar Rp 60.680. Kemudian jika dibandingkan bulan lalu, harga cabai rawit merah hari ini mengalami penurunan sebesar Rp 13.730 atau 26,16 persen dibanding harga tertinggi bulan lalu, yakni sebesar Rp 66.210.

Baca juga: Harga Cabai Terjun Bebas ke Rp 35.000 per Kilogram, Mendag Ungkap Penyebabnya

Harga daging ayam ras per kilogram juga mengalami kenaikan sebesar Rp 1.010 atau 2,64 persen dibandingkan kemarin, yakni dari Rp 37.310 menjadi Rp 38.320. Kenaikan tertinggi terjadi di Nusa Tenggara Timur, dengan banderol harga total Rp 53.280 per kilogram.

Harga hari ini mengalami kenaikan sebesar Rp 60 atau 0,16 persen dibandingkan harga tertinggi minggu lalu, yakni sebesar Rp 38.260. Kemudian jika dibandingkan bulan lalu, harga daging ayam ras hari ini mengalami penurunan sebesar Rp 660 atau 1,72 persen dibanding harga tertinggi bulan lalu, yakni sebesar Rp 38.980.

Daftar kenaikan harga pangan pokok

Berikut harga pangan yang mengalami kenaikan dalam satu hari terakhir:

  • Harga kedelai biji kering (impor) naik menjadi Rp 13.500 per kilogram dari sebelumnya Rp 12.970.
  • Kenaikan harga dari Rp 31.590 menjadi Rp 32.050 per kilogram terjadi pada telur ayam ras.
  • Harga beras medium naik dari Rp 13.900 menjadi Rp 14.320 per kilogram.
  • Kenaikan harga dari Rp 13.110 menjadi Rp 13.460 per kilogram terjadi pada tepung terigu kemasan (non-curah).
  • Harga bawang putih bonggol naik menjadi Rp 41.410 per kilogram dari sebelumnya Rp 41.090.
  • Harga ikan tongkol naik dari Rp 31.930 menjadi Rp 32.150 per kilogram.
  • Harga ikan kembung naik dari Rp 37.230 menjadi Rp 37.450 per kilogram.
  • Harga ikan bandeng naik menjadi Rp 32.340 per kilogram dari sebelumnya Rp 32.170.
  • Harga tepung terigu (curah) naik dari Rp 10.460 menjadi Rp 10.620 per kilogram.
  • Harga minyak goreng kemasan sederhana naik dari Rp 17.450 menjadi Rp 17.480 per liter.
  • Kenaikan harga dari Rp 17.750 menjadi Rp 17.760 per kilogram terjadi pada gula konsumsi.

Daftar penurunan harga pangan pokok

Sementara itu, bahan pangan lainnya mengalami penurunan. Harga bawang merah per kilogram mengalami penurunan paling tajam, yakni 4,84 persen atau turun Rp 1.560 dibanding kemarin, yakni dari Rp 33.820 menjadi Rp 32.260. Penurunan tertinggi terjadi di Nusa Tenggara Barat, dengan banderol harga total Rp 20.000 per kilogram.

Harga hari ini mengalami penurunan sebesar Rp 1.810 atau 5,61 persen dibandingkan harga tertinggi minggu lalu, yakni sebesar Rp 34.070. Kemudian jika dibandingkan bulan lalu, harga bawang merah hari ini mengalami penurunan sebesar Rp 2.150 atau 6,66 persen dibanding harga tertinggi bulan lalu, yakni sebesar Rp 34.410.

Berikut harga pangan yang mengalami penurunan dalam satu hari terakhir:

  • Harga daging sapi murni turun menjadi Rp 134.360 per kilogram dari sebelumnya Rp 135.890.
  • Penurunan harga dari Rp 45.790 menjadi Rp 45.100 per kilogram terjadi pada cabai merah keriting.
  • Harga jagung tk peternak turun menjadi Rp 8.120 per kilogram dari sebelumnya Rp 8.210.
  • Harga garam halus beryodium turun dari Rp 11.110 menjadi Rp 11.060 per kilogram.
  • Harga beras premium turun dari Rp 16.330 menjadi Rp 16.310 per kilogram.
  • Harga minyak goreng curah turun menjadi Rp 15.650 per liter dari sebelumnya Rp 15.660.

Baca juga: Daging Sapi Impor Asal Brasil Datang Terlambat, Ini Penyebabnya Menurut ID Food

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

[POPULER MONEY] Pada 2027, Orang Tak Bisa Asal Beli Elpiji 3 Kg | 20 Persen Karyawan di Dunia Alami Kesepian

[POPULER MONEY] Pada 2027, Orang Tak Bisa Asal Beli Elpiji 3 Kg | 20 Persen Karyawan di Dunia Alami Kesepian

Whats New
Dalam Setahun Rupiah Melemah Hampir 10 Persen, Ekonom: Ini Tidak Baik untuk Perekonomian RI...

Dalam Setahun Rupiah Melemah Hampir 10 Persen, Ekonom: Ini Tidak Baik untuk Perekonomian RI...

Whats New
Bahaya Wacana Kenaikan Rasio Utang Pemerintah, Pajak Bisa Tambah Naik

Bahaya Wacana Kenaikan Rasio Utang Pemerintah, Pajak Bisa Tambah Naik

Whats New
Simak 10 Tips Investasi di Pasar Modal bagi Pemula

Simak 10 Tips Investasi di Pasar Modal bagi Pemula

Earn Smart
Pantau Dampak Pelemahan Rupiah, Kemenhub: Belum Ada Maskapai yang Mengeluh

Pantau Dampak Pelemahan Rupiah, Kemenhub: Belum Ada Maskapai yang Mengeluh

Whats New
Cara Cek Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Aktif atau Tidak

Cara Cek Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Aktif atau Tidak

Whats New
Pengamat: Starlink Harusnya Jadi Penyedia Akses bagi Operator Telekomunikasi...

Pengamat: Starlink Harusnya Jadi Penyedia Akses bagi Operator Telekomunikasi...

Whats New
Studi Ungkap 20 Persen Karyawan di Dunia Mengalami Kesepian, Ini Cara Mengatasinya

Studi Ungkap 20 Persen Karyawan di Dunia Mengalami Kesepian, Ini Cara Mengatasinya

Work Smart
PGN Sebut Penjualan Gas Bumi di Jawa Barat Mencapai 45 BBTUD

PGN Sebut Penjualan Gas Bumi di Jawa Barat Mencapai 45 BBTUD

Whats New
Kemenhub dan US Coast Guard Jajaki Peluang Kerja Sama Pengembangan SDM KPLP

Kemenhub dan US Coast Guard Jajaki Peluang Kerja Sama Pengembangan SDM KPLP

Whats New
Indonesia Disebut Berpotensi Jadi Pemimpin Produsen Hidrogen Regional, Ini Alasannya

Indonesia Disebut Berpotensi Jadi Pemimpin Produsen Hidrogen Regional, Ini Alasannya

Whats New
Kuota BBM Subsidi 2025 Diusulkan Naik Jadi 19,99 Juta KL

Kuota BBM Subsidi 2025 Diusulkan Naik Jadi 19,99 Juta KL

Whats New
Bos Superbank Akui Selektif  Jalin Kerja Sama Pembiayaan Lewat 'Fintech Lending'

Bos Superbank Akui Selektif Jalin Kerja Sama Pembiayaan Lewat "Fintech Lending"

Whats New
Sambangi Korsel, Pertamina Gas Jajaki Peluang Bisnis Jangka Panjang LNG Hub

Sambangi Korsel, Pertamina Gas Jajaki Peluang Bisnis Jangka Panjang LNG Hub

Whats New
Kata Sandiaga soal Banyaknya Keluhan Tiket Pesawat yang Mahal

Kata Sandiaga soal Banyaknya Keluhan Tiket Pesawat yang Mahal

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com