Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Andrean Rifaldo
Praktisi Perpajakan

Praktisi perpajakan. Tulisan yang disampaikan merupakan pendapat pribadi dan bukan merupakan cerminan instansi.

Meringankan Pajak dengan Menunaikan Zakat

Kompas.com - 24/03/2024, 14:57 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Untuk dapat diakui dalam SPT Tahunan, pembayaran zakat harus dilakukan melalui BAZNAS, atau Lembaga Amil Zakat (LAZ), atau Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah (LAZIS) yang telah disahkan oleh pemerintah.

Zakat dapat dibayarkan dalam bentuk uang atau setara uang, dan pembayarannya bisa dilakukan secara langsung ke lembaga amil zakat terkait, melalui transfer rekening bank, atau melalui anjungan tunai mandiri (ATM).

Apabila muzakki menyalurkan zakat secara langsung kepada mustahik (orang yang berhak menerima zakat) atau tidak melalui amil zakat yang disahkan pemerintah, zakat tersebut belum dapat dimanfaatkan sebagai pengurang penghasilan dalam SPT Tahunan.

Saat melaporkan SPT Tahunan, wajib pajak harus melampirkan fotokopi bukti pembayaran zakat yang minimal harus memuat nama dan nomor pokok wajib pajak (NPWP) pembayar, jumlah dan tanggal pembayaran, nama lembaga amil zakat yang bersangkutan, serta ditandatangani oleh petugas amil zakat.

Pencantuman zakat dilakukan pada SPT Tahunan atas tahun pajak sesuai penghasilan yang dizakatkan.

Misalnya, atas zakat yang ditunaikan sepanjang tahun ini akan dilaporkan dalam SPT Tahunan tahun 2024 yang disampaikan mulai Januari 2025 mendatang.

Pengisian nilai zakat oleh orang pribadi dilakukan pada halaman utama SPT Tahunan jenis 1770 dan 1770S (Sederhana).

Sementara pada SPT Tahunan jenis 1770 SS (Sangat Sederhana), pengisian zakat tidak diperlukan karena jenis SPT ini ditujukan untuk pekerja berpenghasilan di bawah Rp 60 juta setahun sehingga belum melebihi nisab.

Bagi orang pribadi yang berstatus sebagai kepala keluarga, zakat penghasilan yang dibayarkan oleh istri dan anak belum dewasa yang tidak memiliki NPWP masing-masing, dapat ikut diakui sebagai pengurang penghasilan dalam satu kesatuan SPT Tahunan.

Sementara itu, bagi badan usaha, zakat penghasilan yang telah dibayarkan dapat dicantumkan sebagai biaya lainnya dalam SPT Tahunan. Biaya tersebut selanjutnya akan mengurangi jumlah laba bersih yang menjadi dasar perhitungan pajak.

Kebijakan fasilitas pajak dari menunaikan zakat sebenarnya tidak hanya ada di Indonesia. Di banyak negara Muslim lainnya, terdapat mekanisme yang memungkinkan zakat untuk meringankan pajak penghasilan yang harus dibayar.

Sejak 2001 di Malaysia, zakat dapat diakui sebagai kredit pajak yang langsung mengurangi jumlah pajak penghasilan yang harus dibayar. Sementara itu, Turkiye memperbolehkan zakat dan sedekah lainnya untuk mengurangi jumlah penghasilan yang menjadi dasar perhitungan pajak.

Di Indonesia, fasilitas keringanan pajak dari zakat ini baru mulai berlaku sejak ditetapkannya UU Pengelolaan Zakat pada 1999, yang kala itu menjadi jasa dari mendiang Presiden B. J. Habibie.

Setahun setelahnya, UU Pajak Penghasilan turut diamandemen, yang salah satunya ikut menambahkan klausul zakat sebagai pengurang penghasilan kena pajak.

Baik zakat maupun pajak sebenarnya didasari tujuan serupa, yakni untuk memenuhi hak-hak orang lain dan menyejahterakannya.

Oleh karena itu, fasilitas keringanan ini sejatinya dimaksudkan agar orang atau badan usaha yang telah membayar zakat tidak lagi dikenai beban ganda karena juga membayar pajak atas penghasilan yang sama.

Selain itu, kebijakan ini juga ditujukan untuk mendorong masyarakat Muslim yang telah wajib berzakat agar menunaikan kewajibannya. Dengan demikian, diharapkan potensi zakat yang masih besar dapat terwujud sepenuhnya.

Jika potensi ini terwujud sepenuhnya, maka sinergi antara pengelolaan zakat dan pajak diharapkan dapat membawa kesejahteraan bagi masyarakat, khususnya bagi 3,8 juta mustahik dan 71 juta penerima manfaat yang ditargetkan akan menerima zakat sepanjang tahun ini.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Konser Taylor Swift Disebut Bisa Bikin Bank Sentral Inggris Tunda Pangkas Suku Bunga

Konser Taylor Swift Disebut Bisa Bikin Bank Sentral Inggris Tunda Pangkas Suku Bunga

Whats New
Cara Beli Token Listrik dan Bayar Listrik PLN via Livin’ by Mandiri

Cara Beli Token Listrik dan Bayar Listrik PLN via Livin’ by Mandiri

Spend Smart
5 Tren Digitalisasi Rantai Pasok Perusahaan untuk Genjot Pendapatan

5 Tren Digitalisasi Rantai Pasok Perusahaan untuk Genjot Pendapatan

Work Smart
Cara Mengatasi ATM BRI Terblokir, Bisa lewat HP

Cara Mengatasi ATM BRI Terblokir, Bisa lewat HP

Whats New
Strategi Semen Indonesia Dorong Keberlanjutan Bisnis di Tengah Tantangan 'Oversupply'

Strategi Semen Indonesia Dorong Keberlanjutan Bisnis di Tengah Tantangan "Oversupply"

Whats New
Long Weekend Idul Adha, KAI Operasikan KA Mutiara Timur

Long Weekend Idul Adha, KAI Operasikan KA Mutiara Timur

Whats New
Jadwal Operasional BNI Selama Libur dan Cuti Bersama Idul Adha 2024

Jadwal Operasional BNI Selama Libur dan Cuti Bersama Idul Adha 2024

Whats New
International Expo 2024 Libatkan Investor dari 20 Negara, BSI Bidik Transaksi Rp 1 Triliun

International Expo 2024 Libatkan Investor dari 20 Negara, BSI Bidik Transaksi Rp 1 Triliun

Whats New
Soal Tokopedia PHK Karyawan, GoTo Sebut Bukan Pemegang Saham Mayoritas

Soal Tokopedia PHK Karyawan, GoTo Sebut Bukan Pemegang Saham Mayoritas

Whats New
50 Persen Kebutuhan Listrik di Ambon Dipasok dari Pembangkit Apung PLN IP

50 Persen Kebutuhan Listrik di Ambon Dipasok dari Pembangkit Apung PLN IP

Whats New
Tungku Smelter Morowali Semburkan Uap Panas, 2 Pekerja Terluka

Tungku Smelter Morowali Semburkan Uap Panas, 2 Pekerja Terluka

Whats New
Mulai 18 Juni, 2 Kereta Ekonomi Ini Pakai Rangkaian New Generation

Mulai 18 Juni, 2 Kereta Ekonomi Ini Pakai Rangkaian New Generation

Whats New
Daftar UMK Kota Bandung 2024 dan 26 Daerah Lain di Jawa Barat

Daftar UMK Kota Bandung 2024 dan 26 Daerah Lain di Jawa Barat

Work Smart
KAI Services Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan SMA/SMK, Simak Persyaratannya

KAI Services Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan SMA/SMK, Simak Persyaratannya

Work Smart
SBSN, SUN, dan SBN, Apa Bedanya?

SBSN, SUN, dan SBN, Apa Bedanya?

Work Smart
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com