Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mendorong Talenta Muda Berkarier di Industri Asuransi

Kompas.com - 27/03/2024, 21:15 WIB
Aprillia Ika

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam era digitalisasi yang semakin maju, adopsi teknologi digital dianggap sebagai kunci penting dalam meningkatkan pelayanan nasabah asuransi. Untuk itu, perusahaan asuransi membutuhkan talenta muda yang "melek" digital untuk berkarier di industri asuransi.

Untuk itu, Sun Life Indonesia dan Universitas Gunadarma hari ini, Rabu (27/3/2024) meneken Nota Kesepahaman (MoU) yang turut meneguhkan komitmen bersama untuk memberdayakan generasi muda Indonesia menuju kemapanan finansial dan hidup yang lebih sehat.

Country Head of Human Resource Sun Life Indonesia Dyah Ambarwati mengatakan, kemitraan dengan Universitas Gunadarma merupakan salah satu langkah strategis untuk membangun talenta-talenta muda yang kuat.

Kemitraan ini juga menunjukkan komitmen Sun Life Indonesia dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia, terutama talenta muda, dalam memulai karier mereka.

"Di tengah tantangan dan kebutuhan akan inspirasi dalam memulai karier, serta permasalahan yang sering dihadapi oleh anak muda saat memasuki dunia kerja, Sun Life Indonesia berkomitmen untuk menjadi solusi bagi mereka," kata Dyah melalui keterangannya, Rabu (27/3/2024).

Baca juga: Ada Peluang Pekerjaan Jenis Baru di Masa Depan, Ini Bocoran Nasihat Obama untuk Anak Muda yang Meniti Karier

Komitmen ini tercermin dalam inisiatif-inisiatifnya yang bertujuan memberikan dukungan, pelatihan, dan kesempatan bagi generasi muda untuk berkembang secara profesional. Sehingga, mampu menghadapi tantangan pasar kerja dengan lebih percaya diri dan siap mengambil peran dalam mewujudkan masa depan yang lebih cerah.

Rektor Universitas Gunadarma Prof. E. S. Margianti mengatakan, kerja sama ini adalah kolaborasi pertama pihaknya dengan Sun Life.

"Kami sangat menantikan peluang-peluang yang akan dibawa untuk para mahasiswa kami," katanya.

Ia berharap, kedepannya, kemitraan yang terjalin antara Universitas Gunadarma dan Sun Life Indonesia tidak hanya menegaskan komitmen bersama untuk mengembangkan potensi generasi muda Indonesia, tetapi juga untuk secara aktif berperan dalam pengembangan holistik mereka.

"Kami bersemangat untuk melangkah bersama mempersiapkan mahasiswa kami agar siap memasuki dunia kerja," pungkasnya.

Baca juga: Tingginya Biaya Hidup Halangi Anak Muda Menabung untuk Masa Pensiun

Sebagai informasi, Sun Life Indonesia merupakan anak usaha yang dimiliki oleh Sun Life.

Per 31 Desember 2023, distribusi keagenan konvensional Sun Life didukung oleh lebih dari 3.921 tenaga pemasar dan 48 kantor pemasar mandiri konvensional yang tersebar di seluruh Indonesia.

Sementara untuk distribusi keagenan syariah, per 31 Desember 2023, Sun Life memiliki lebih dari 1.503 tenaga pemasar untuk keagenan syariah dengan 22 kantor pemasaran kantor mandiri syariah yang tersebar di seluruh Indonesia.

Per 31 Desember 2023, tingkat Risk Based Capital (RBC) Sun Life Indonesia adalah 493 persen (konvensional) dan RBC Syariah Sun Life Indonesia sebesar 178 persen, memenuhi dari persyaratan minimum pemerintah, yaitu 120 persen dengan total aset Sun Life Indonesia sebesar Rp 20,5 triliun.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Kembangakan Energi Hijau, TAPG dan Aisin Takaoka Bentuk Joint Venture Company

Kembangakan Energi Hijau, TAPG dan Aisin Takaoka Bentuk Joint Venture Company

Whats New
Saham Airbus Menukik Hampir 12 Persen, Apa Sebabnya?

Saham Airbus Menukik Hampir 12 Persen, Apa Sebabnya?

Whats New
Minat Masyarakat Belanja di Toko dengan 'Paylater' Tumbuh Pesat

Minat Masyarakat Belanja di Toko dengan "Paylater" Tumbuh Pesat

Whats New
'Fintech Lending' Easycash Tunjuk Nucky Poedjiardjo Jadi Dirut

"Fintech Lending" Easycash Tunjuk Nucky Poedjiardjo Jadi Dirut

Whats New
Fenomena 'Makan Tabungan' Terjadi di Kelas Menengah Bawah, Ini Penyebabnya

Fenomena "Makan Tabungan" Terjadi di Kelas Menengah Bawah, Ini Penyebabnya

Whats New
Kemenperin: Hilirisasi Rumput Laut Punya Potensi Pasar Rp 193 Triliun

Kemenperin: Hilirisasi Rumput Laut Punya Potensi Pasar Rp 193 Triliun

Whats New
Hadapi Kredit Macet, OJK Minta Penyelenggara 'Paylater' Perkuat Mitigasi Risiko

Hadapi Kredit Macet, OJK Minta Penyelenggara "Paylater" Perkuat Mitigasi Risiko

Whats New
PT Pamapersada Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan S1 Berpengalaman, Simak Persyaratannya

PT Pamapersada Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan S1 Berpengalaman, Simak Persyaratannya

Work Smart
Beban Besar Prabowo-Gibran Menanggung Utang Pemerintahan Sebelumnya

Beban Besar Prabowo-Gibran Menanggung Utang Pemerintahan Sebelumnya

Whats New
Jurus Sri Mulyani Tolak Tawaran Investasi Berkedok Penipuan

Jurus Sri Mulyani Tolak Tawaran Investasi Berkedok Penipuan

Whats New
Hasil Riset: Pengguna 'Pay Later' Didominasi Laki-laki

Hasil Riset: Pengguna "Pay Later" Didominasi Laki-laki

Whats New
Anak Buah Sri Mulyani Minta Pemerintahan Prabowo-Gibran Hemat Belanja

Anak Buah Sri Mulyani Minta Pemerintahan Prabowo-Gibran Hemat Belanja

Whats New
Kredivo Bidik Penyaluran Pembiayaan Produktif Tembus 10 Persen

Kredivo Bidik Penyaluran Pembiayaan Produktif Tembus 10 Persen

Whats New
Grant Thornton: Perusahaan Multinasional Perlu Taat Aturan 'Transfer Pricing'

Grant Thornton: Perusahaan Multinasional Perlu Taat Aturan "Transfer Pricing"

Whats New
OJK Sebut Pangsa Pasar Perbankan Syariah Capai 7,38 Persen Per Maret 2024

OJK Sebut Pangsa Pasar Perbankan Syariah Capai 7,38 Persen Per Maret 2024

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com