Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
KILAS

Gandeng NavaPark BSD, Bank Mandiri Tawarkan KPR Hijau untuk Para Nasabah

Kompas.com - 27/05/2024, 12:18 WIB
Dwi NH,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk terus berinovasi dalam pembiayaan hijau atau green financing dengan meluncurkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Hijau.

Fasilitas pembiayaan ini ditujukan bagi nasabah yang membeli properti di perumahan bersertifikasi bangunan hijau.

KPR Hijau memfasilitasi pembelian unit rumah di NavaPark Bumi Serpong Damai (BSD) City, Tangerang Selatan (Tangsel), sebuah proyek kerja sama antara Sinar Mas Land dan Hongkong Land. 

NavaPark BSD telah memperoleh sertifikasi Greenship dengan predikat Platinum dari Green Building Council Indonesia (GBCI) pada 2022. 

Sertifikasi tersebut diberikan setelah melalui berbagai penilaian ketat, termasuk peningkatan ekologi lahan, konektivitas dan pergerakan, manajemen dan konservasi air, pengelolaan limbah padat dan material, strategi kesejahteraan komunitas, bangunan dan energi, serta inovasi dan pengembangan masa depan.

Baca juga: 5 Jenis Suku Bunga Bank, Apa Saja?

Dalam kerja sama tersebut, Bank Mandiri dan NavaPark menawarkan promo menarik, termasuk suku bunga Super Spesial. 

Bank Mandiri menyediakan pilihan suku bunga 2,70 persen fixed selama tiga tahun atau 3,70 persen fixed selama lima tahun. 

Selain itu, Bank Mandiri juga menawarkan suku bunga fixed berjenjang hingga 10 tahun mulai dari 3,97 persen untuk memberikan kepastian angsuran di tengah ketidakpastian pasar. 

Promo suku bunga Super Spesial khusus proyek NavaPark ini berlaku hingga Jumat (31/5/2024), atau sesuai pemberitahuan lebih lanjut dari Bank Mandiri.

Baca juga: Bersama Kementerian BUMN, Bank Mandiri Gelar Program Mandiri Sahabat Desa di Morowali

NavaPark memberikan manfaat khusus yang menarik bagi nasabah Bank Mandiri yang mengajukan KPR Hijau.

Direktur Jaringan and Retail Banking Bank Mandiri Aquarius Rudianto menyampaikan bahwa kerja sama tersebut merupakan bentuk komitmen Bank Mandiri dalam mendukung pemerintah mencapai target net zero emission (NZE) pada 2060 atau lebih cepat. 

"Bank Mandiri akan mendukung pemerintah untuk mencapai target NZE. KPR Hijau menjadi salah satu kontribusi kami dalam meningkatkan daya tarik ekonomi berkelanjutan bagi nasabah dan pengembang, terutama di sektor properti," ujarnya.

Terhitung per Maret 2024, Bank Mandiri telah menyalurkan portofolio pembiayaan berkelanjutan sesuai kategori kegiatan usaha berkelanjutan (KKUB) dalam POJK 51/2017 sebesar Rp 264,4 triliun atau 23,7 persen dari total kredit (bank only), atau meningkat 13,9 persen secara year-on-year (YoY). 

Baca juga: BNI Gelontorkan Pembiayaan Hijau Proyek PLTS di Bali

Untuk penyaluran yang termasuk kategori pembiayaan hijau mencapai Rp 130,5 triliun atau 11,7 persen dari total kredit, atau meningkat 19,7 persen YoY. 

Salah satu kategori pembiayaan hijau adalah bangunan berwawasan lingkungan yang memenuhi standar atau sertifikasi, dengan total penyaluran sebesar Rp 6,7 triliun, termasuk melalui program KPR Hijau.

Inovasi pembiayaan hijau tersebut merupakan bagian dari langkah Bank Mandiri untuk mengintegrasikan kerangka environment, social, dan governance (ESG) dengan produk keuangannya melalui pilar Sustainable Banking. 

Dengan visi menjadi sustainable champion atau juara keberlanjutan di sektor perbankan, Bank Mandiri terus mendorong pengembangan ekonomi rendah karbon di Indonesia.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang


Terkini Lainnya

Lowongan Kerja Yamaha Indonesia untuk Lulusan SMA-S1, Simak Persyaratannya

Lowongan Kerja Yamaha Indonesia untuk Lulusan SMA-S1, Simak Persyaratannya

Work Smart
Menteri ESDM Sebut Izin Kelola Tambang NU Bisa Terbit Tahun Ini

Menteri ESDM Sebut Izin Kelola Tambang NU Bisa Terbit Tahun Ini

Whats New
Impor Indonesia Mei 2024 Turun, Ini Penyebabnya

Impor Indonesia Mei 2024 Turun, Ini Penyebabnya

Whats New
IHSG Ditutup Turun Tipis, Rupiah Bangkit

IHSG Ditutup Turun Tipis, Rupiah Bangkit

Whats New
HUT Jakarta, Kereta Cepat Whoosh Ada Diskon 20 Persen

HUT Jakarta, Kereta Cepat Whoosh Ada Diskon 20 Persen

Spend Smart
Neraca Perdagangan RI Surplus 2,93 Miliar Dollar AS, Menko Airlangga: Didukung Sektor Nonmigas

Neraca Perdagangan RI Surplus 2,93 Miliar Dollar AS, Menko Airlangga: Didukung Sektor Nonmigas

Whats New
Hadirkan Terobosan Baru, Wiejaya Plus Berikan Dukungan Lengkap untuk Klinik Kecantikan di Indonesia

Hadirkan Terobosan Baru, Wiejaya Plus Berikan Dukungan Lengkap untuk Klinik Kecantikan di Indonesia

Whats New
Rupiah Menguat, tetapi Masih di Atas Rp 16.300 per Dollar AS

Rupiah Menguat, tetapi Masih di Atas Rp 16.300 per Dollar AS

Whats New
Ekonom: Pelemahan Rupiah Pengaruhi Laju Pertumbuhan Pasar Saham

Ekonom: Pelemahan Rupiah Pengaruhi Laju Pertumbuhan Pasar Saham

Whats New
Pengamat Sebut Ekonomi Indonesia Terdampak Tren Pelemahan Permintaan Global

Pengamat Sebut Ekonomi Indonesia Terdampak Tren Pelemahan Permintaan Global

Whats New
Pelindo Layani Pelayaran Perdana Resort World Cruises, Pelabuhan Tanjung Priok Jadi Salah Satu Homeportnya

Pelindo Layani Pelayaran Perdana Resort World Cruises, Pelabuhan Tanjung Priok Jadi Salah Satu Homeportnya

Whats New
Dollar AS Terus Tekan Rupiah, Ini Penyebabnya Menurut Ekonom

Dollar AS Terus Tekan Rupiah, Ini Penyebabnya Menurut Ekonom

Whats New
Pupuk Organik Bersubsidi Akan Disalurkan Agustus 2024

Pupuk Organik Bersubsidi Akan Disalurkan Agustus 2024

Whats New
Idul Adha, Prudential Syariah Salurkan Hewan Kurban Senilai Lebih dari Rp 127 Juta

Idul Adha, Prudential Syariah Salurkan Hewan Kurban Senilai Lebih dari Rp 127 Juta

Whats New
ESDM: Kelanjutan Harga Gas Murah untuk Industri Masih Tunggu Jokowi

ESDM: Kelanjutan Harga Gas Murah untuk Industri Masih Tunggu Jokowi

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com