Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sepekan Ini IHSG Turun 7,05 Persen, Kapitalisasi Pasar Tergerus Rp 519,6 Triliun

Kompas.com - 30/01/2021, 13:14 WIB
Yohana Artha Uly,
Erlangga Djumena

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan turun sebesar 7,05 persen. Seiring dengan itu kapitalisasi pasar pun turun 7,07 persen atau tergerus Rp 519,6 triliun.

Dalam keterangan resmi BEI, Sabtu (30/1/2021), tercatat seluruh pergerakan data perdagangan di pasar modal selama periode 25-29 Januari 2021 berada di zona merah.

IHSG pada pekan ini ditutup pada level 5.862,35, turun tajam 7,05 persen dibandingkan penutupan pekan sebelumnya yang berada di level 6.307,12.

Baca juga: Mengenal Fenomena Harga Saham GameStock yang Melejit gara-gara Forum Reddit

Begitu pula dengan kapitalisasi pasar bursa yang menunjukkan total nilai saham emiten BEI mencapai Rp 6.829,2 triliun, menyusut 7,07 persen dari pekan lalu yang sebesar Rp 7.348,9 triliun.

Adapun rata-rata nilai transaksi harian bursa tercatat turun 15,33 persen menjadi Rp 17,4 triliun dibandingkan pekan lalu yang sebesar Rp 20,5 triliun.

Rata-rata frekuensi harian bursa turut turun 16,61 persen menjadi 1.348.714 kali transaksi dari penutupan pekan lalu yang sebanyak 1.617.354 kali transaksi.

Sedangkan rata-rata volume transaksi harian mengalami merosot tajam 21,66 persen menjadi 17.732 miliar saham dari 22.634 miliar saham pada penutupan pekan sebelumnya.

Adapun pada penutupan perdagangan Jumat (29/1/2021), investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp 921,7 miliar. Sementara sepanjang tahun berjalan 2021 investor asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp 10,9 triliun.

Baca juga: Pagi Ini, IHSG Melaju di Zona Hijau

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Pertumbuhan Ekonomi RI 5,11 Persen Dinilai Belum Maksimal

Pertumbuhan Ekonomi RI 5,11 Persen Dinilai Belum Maksimal

Whats New
Laba Bersih JTPE Tumbuh 11 Persen pada Kuartal I 2024, Ditopang Pesanan E-KTP

Laba Bersih JTPE Tumbuh 11 Persen pada Kuartal I 2024, Ditopang Pesanan E-KTP

Whats New
Pabrik Sepatu Bata Tutup, Menperin Sebut Upaya Efisiensi Bisnis

Pabrik Sepatu Bata Tutup, Menperin Sebut Upaya Efisiensi Bisnis

Whats New
Jadwal LRT Jabodebek Terbaru Berlaku Mei 2024

Jadwal LRT Jabodebek Terbaru Berlaku Mei 2024

Whats New
Emiten Hotel Rest Area KDTN Bakal Tebar Dividen Rp 1,34 Miliar

Emiten Hotel Rest Area KDTN Bakal Tebar Dividen Rp 1,34 Miliar

Whats New
Keuangan BUMN Farmasi Indofarma Bermasalah, BEI Lakukan Monitoring

Keuangan BUMN Farmasi Indofarma Bermasalah, BEI Lakukan Monitoring

Whats New
Bea Cukai Lelang 30 Royal Enfield, Harga Mulai Rp 39,5 Juta

Bea Cukai Lelang 30 Royal Enfield, Harga Mulai Rp 39,5 Juta

Whats New
Bisnis Alas Kaki Melemah di Awal 2024, Asosiasi Ungkap Penyebabnya

Bisnis Alas Kaki Melemah di Awal 2024, Asosiasi Ungkap Penyebabnya

Whats New
Penuhi Kebutuhan Listrik EBT Masa Depan, PLN Bidik Energi Nuklir hingga Amonia

Penuhi Kebutuhan Listrik EBT Masa Depan, PLN Bidik Energi Nuklir hingga Amonia

Whats New
LPPI Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan S1-S2, Simak Persyaratannya

LPPI Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan S1-S2, Simak Persyaratannya

Work Smart
Jadi 'Menkeu' Keluarga, Perempuan Harus Pintar Atur Keuangan

Jadi "Menkeu" Keluarga, Perempuan Harus Pintar Atur Keuangan

Spend Smart
Emiten Perdagangan Aspal SOLA Bakal IPO dengan Harga Perdana Rp 110 Per Saham

Emiten Perdagangan Aspal SOLA Bakal IPO dengan Harga Perdana Rp 110 Per Saham

Whats New
Data Terbaru, Utang Pemerintah Turun Jadi Rp 8.262,10 Triliun

Data Terbaru, Utang Pemerintah Turun Jadi Rp 8.262,10 Triliun

Whats New
Bank Mandiri Genjot Transaksi 'Cross Border' Lewat Aplikasi Livin’

Bank Mandiri Genjot Transaksi "Cross Border" Lewat Aplikasi Livin’

Whats New
Kuartal I Ditopang Pemilu dan Ramadhan, Bagaimana Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia ke Depan?

Kuartal I Ditopang Pemilu dan Ramadhan, Bagaimana Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia ke Depan?

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com