Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Induk Perusahaan Google Cetak Laba hingga Rp 800 Triliun di Kuartal I-2021

Kompas.com - 28/04/2021, 11:45 WIB
Mutia Fauzia,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

Sumber CNN, CNBC

NEW YORK, KOMPAS.com - Alphabet mencetak pendapatan hingga 55,3 miliar dollar AS atau sekitar Rp 801,85 triliun (kurs Rp 14.500) pada kuartal I tahun 2021.

Jumlah tersebut melonjak 34 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Dengan jumlah pendapatan tersebut, induk perusahaan Google tersebut mencetak laba sebesar 18 miliar dollar AS atau sekitar Rp 261 triliun.

Kinerja Alphabet pada kuartal I tahun ini melampaui proyeksi yang dilakukan oleh para analis. Dilansir dari CNN, Rabu (28/4/2021), Alphabet juga mengumumkan rencana perusahaan untuk melakukan buyback saham sebesar 50 miliar dollar AS.

Paparan kinerja serta pengumuman tersebut menyebabkan harga saham perusahaan raksasa teknologi itu melonjak hingga 4 persen pada akhir perdagangan Selasa (27/4/2021) waktu setempat.

Baca juga: Lowongan Kerja Google Indonesia, Ini Posisi dan Cara Mendaftarnya

"Dalam satu tahun terakhir, keperluan orang-orang untuk menggunakan Google Search dan banyak layanan jasa online terus meningkat agar bisa terinformasi, terhubung, dan terhibur," ujar CEO Google dan Alphabet Sundar Pichai dalam keterangannya.

Lini bisnis cloud Google, yang kian diandalkan perusahaan sebagai diversifikasi pendapatan inti perusahaan yang bersumber dari iklan, berhasil memangkas kerugian menjadi 974 juta dollar AS dari 1,7 miliar dollar AS pada kuartal I tahun lalu.

Bisnis cloud Google pun meningkat 46 persen bila dibandingkan dengan tahun lalu, yakni menjadi sebesar 4 miliar dollar AS.

"Layanan Cloud kami telah membantu pelaku usaha bisnis baik besar dan kecil, sekaligus mempercepat transformasi digital mereka," ujar Pichai.

Dilansir dari CNBC, selain pertumbuhan pendapatan dari iklan serta lini bisnis cloud, pendapatan Alphabet taun ini juga dikontribusikan oleh kian kuatnya bisnis modal ventura dari perusahaan tersebut.

Baca juga: Perancis Mulai Tarik Pajak Google dkk

Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan tersebut telah menggunakan neraca mereka untuk mengakuisisi perusahaan dengan berbagai ukuran baik di indistri internet, software, hingga beragam industri lain di mana teknologi menjadi pemain utama mereka.

Alphabet melakukan investasi di perusahaan rintisan atau start up melalui GV atau yang dulu disebut dengan Google Ventures, serta untuk perusahaan dengan modal yang lebih besar melalui CapitalG atau yang mulanya disebut dengan Google Capital.

Secara keseluruhan, Alphabet mencatat, nilai dari ekuitas sekuritas tertentu tumbuh 4,84 miliar dollar AS pada kuartal I-2021, dengan catatan kerugian sebesar 86 juta dollar AS. Dengan demikian, masih tercatat pendapatan bersih sebesar 4,75 miliar dollar AS.

Namun demikian, Alphabet tidak mendetailkan laporan mengenai pendapatan hasil investasi dari masing-masing perusahaan. Mereka hanya mengatakan, angka tersebut mencakup keuntungan dan kerugian yang telah dan belum direalisasikan pada investasi ekuitas yang mereka miliki.

Keuntungan dari investasi ekuitas tersebut tercatat di bagian pendapatan dan beban lain-lain dalam laporan keuangan perusahaan.

Baca juga: Melonjak, Tesla Raup Pendapatan hingga Rp 150,8 Triliun pada Kuartal I 2021

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Kementerian ATR/BPN Bidik Target Reforma Agraria Tercapai Tahun Ini

Kementerian ATR/BPN Bidik Target Reforma Agraria Tercapai Tahun Ini

Whats New
BRI Bakal Ambil Langkah Hukum soal Konten Ajakan Tarik Uang dari Bank

BRI Bakal Ambil Langkah Hukum soal Konten Ajakan Tarik Uang dari Bank

Whats New
Soal Uang Hilang di Tabungan, Ekonom Sebut Perbankan Punya Pengawasan Ketat

Soal Uang Hilang di Tabungan, Ekonom Sebut Perbankan Punya Pengawasan Ketat

Whats New
PetroChina Dinilai Konsisten Tingkatkan Kompetensi Perajin Batik dan Dorong Literasi di Jambi

PetroChina Dinilai Konsisten Tingkatkan Kompetensi Perajin Batik dan Dorong Literasi di Jambi

Whats New
Wamen BUMN: Emas Bukan Aset 'Sunset'

Wamen BUMN: Emas Bukan Aset "Sunset"

Whats New
Peleburan 7 BUMN Karya Ditargetkan Rampung September 2024

Peleburan 7 BUMN Karya Ditargetkan Rampung September 2024

Whats New
Relaksasi Harga Gula Akan Berakhir, Pengusaha Ritel Berharap Stok Terjamin

Relaksasi Harga Gula Akan Berakhir, Pengusaha Ritel Berharap Stok Terjamin

Whats New
Komitmen Dorong Inklusi Keuangan, Bank Mandiri Perkuat Peran Mandiri Agen

Komitmen Dorong Inklusi Keuangan, Bank Mandiri Perkuat Peran Mandiri Agen

Whats New
Resmikan The Gade Tower, Wamen BUMN: Jadi Simbol Modernisasi Pegadaian

Resmikan The Gade Tower, Wamen BUMN: Jadi Simbol Modernisasi Pegadaian

Whats New
Kemenperin Kasih Bocoran soal Aturan Impor Ban

Kemenperin Kasih Bocoran soal Aturan Impor Ban

Whats New
Pengusaha Ritel: Pembatasan Pembelian Gula Bukan karena Stok Kosong

Pengusaha Ritel: Pembatasan Pembelian Gula Bukan karena Stok Kosong

Whats New
Luhut Minta Penyelesaian Lahan di IKN Tak Rugikan Masyarakat

Luhut Minta Penyelesaian Lahan di IKN Tak Rugikan Masyarakat

Whats New
Prudential Indonesia Rilis Produk Asuransi Kesehatan PRUWell, Simak Manfaatnya

Prudential Indonesia Rilis Produk Asuransi Kesehatan PRUWell, Simak Manfaatnya

Whats New
Kunjungi IKN, Luhut Optimistis Pembangunan Capai 80 Persen pada Agustus 2024

Kunjungi IKN, Luhut Optimistis Pembangunan Capai 80 Persen pada Agustus 2024

Whats New
Wamendes PDTT: Urgensi Transmigrasi dan Dukungan Anggaran Perlu Ditingkatkan

Wamendes PDTT: Urgensi Transmigrasi dan Dukungan Anggaran Perlu Ditingkatkan

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com