Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Pelaku Ritel Mengklaim Rugi hingga Rp 100 Miliar akibat Pemadaman Listrik

APRINDO mencatat potensi kerugian anggota akibat kejadian tersebut mencapai 90-100 miliar setiap enam jam padamnya listrik.

“Kalau kemarin saja mulai pukul 11.50 WIB hingga pukul 22.00 WIB atau jam normal operasional gerai berakhir, sementara listrik masih padam, bisa dikalikan berapa kerugian yang kami derita,” ujar Ketua Umum APRINDO Roy Mandey dalam keterangan tertulis, Senin (5/8/2019).

Roy mengatakan, semestinya PLN memberi pengumuman terlebih dahulu bahwa akan ada pemadaman listrik dalam wkatu lama. Dengan demikian, pengusaha ritel bisa lebih siap mengantisipasi agar kegiatan bisnis tetap berjalan.

Misalnya, dengan mengisi cadangan bahan bakar genset agar tahan untuk waktu tertentu.

Baca : Pengusaha Yakin Transaksi Ritel Tahun Ini Tembus Rp 240 Triliun

Dengan mati listrik yang tiba-tiba ini, banyak ritel yang kehabisan daya genset, bahkan ada pula yang tidak dibekali genset sehingga tokonya terpaksa tutup lebih awal.

“PLN seyogyanya memberi pengumuman terlebih dahulu kepada pelaku usaha agar bisa mempersiapkan cara tetap memberi pelayanan maksimal kepada konsumen dan masyarakat pun tetap bisa mendapat haknya sebagai konsumen,” kata Roy.

Kenyamanan pelanggan juga terganggu karena fasilitas yang seharusnya bisa mereka dapatkan dari ritel tersebut tak bisa berfungsi dengan normal.

Layanan seperti pembayaran elektronik tak bisa berfungsi karena ketidaktersediaan listrik.

Selain itu, makanan dan minuman yang didinginkan juga menurun kualitasnya karena dibiarkan di suhu ruang terlalu lama.

Apalagi, pemadaman listrik terjadi di hari Minggu, di mana biasanya masyarakat menghabiskan waktu luangnya di gerai ritel modern atau pusat perbelanjaan bersama keluarga.

“Potensi kehilangan penjualan terlihat betul, karena masyarakat akhirnya enggan atau membatalkan keinginan berbelanja nya,” kata Roy.

Selain itu, Roy mengakui biaya operasional ikut membengkak karena beberapa gerai menggunakan genset diesel agar bisa tetap buka. Sebagai satu-satunya perusahaan yang mensuplai listrik, semestinya PLN dapat bertindak lebih cepat jika terjadi gangguan seperti yang diberitakan.

“Kami setuju bahwa seharusnya PLN mempunyai sistem mumpuni untuk mengantisipasi masalah semacam ini, ‘back-up plan’yang reaktif terhadap gangguan dan ‘contigency plan’ yang terencana,” ujar Roy.

https://money.kompas.com/read/2019/08/05/172000826/pelaku-ritel-mengklaim-rugi-hingga-rp-100-miliar-akibat-pemadaman-listrik

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+