Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Persaingan Antar-bank BUMN yang Jadi Sorotan Erick Thohir

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyebut kinerja bank-bank BUMN yang dinilainya lebih banyak jago kandang. Selain itu, dia menyoroti persaingan antar-bank pelat merah (Himbara) pada segmen bisnis yang sama.

Mantan Presiden Inter Milan itu mencontohkan, Bank BNI seharusnya bisa mulai mengejar peningkatan international funding. Setiap bank BUMN diharapkan memiliki fokus bisnis masing-masing, bukan malah bersaing di segmen yang sama di dalam negeri. 

"Untuk BNI saya challenge, saya harap BNI menjadi source of international funding. Mohon maaf ini baru permikiran, saya tawarkan ke para direksi BNI, kalau BNI terus bersaing sama Bank Mandiri dan lain-lain apa bedanya? Saya harap BNI menjadi international banking kita," kata Erick seperti dikutip pada Sabtu (4/7/2020).

Erick menambahkan, saat ini BNI telah menapakkan kakinya di Hong Kong dan New York. Dia menginginkan, ketika perusahaan dalam negeri ingin mengakuisisi perusahaan asing, BNI bisa terlibat dalam pendanaannya.

“Ketika banyak pengusaha akuisisi perusahaan luar negeri, di-support bank lokal dengan catatan dalam 3-4 tahun bisa di-refinance. Hal ini banyak sekali sekarang, apalagi banyaknya pengusaha Indonesia yang berupaya global. Ini yang kita harapkan,” kata dia.

Sementara Bank Tabungan Negara (BTN), lanjut Erick, menjadi bank yang fokus pada perumahan. BTN dapat berkolaborasi dengan BUMN perumahan hingga transportasi yang selanjutnya membentuk konsep transit oriented development (TOD).

Lalu, Bank Rakyat Indonesia (BRI) diminta bisa fokus untuk mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta Bank Mandiri fokus pada korporasi.

"Soal bank kan sebelumnya ada pemikiran holding-isasi, tapi saya berpikir berbeda. Saya harap bank-bank bersaing dengan sehat, tapi dengan segmen pasar yang jelas," ujar Erick seperti dikutip Antara.

“Saya harap bank-bank bersaing dengan sehat, tapi dengan segmen pasar jelas. Contohnya BTN, saya support dia menjadi bank fokus pada perumahan, apakah dengan konsep mendorong mereka bersinergi dengan KAI untuk TOD, atau (dengan) Perumnas,” kata dia lagi.

Perdanaan luar negeri sudah lazim dilakukan bank-bank BUMN China yang menyokong ekspansi perusahaan-perusahaan lokal mereka ke luar negeri.

“Contoh kemarin saya pelajari perusahaan di China jago tekstil dia akuisisi perusahaan chemical di Swiss yang bikin benangnya Nike. Itu diakuisisi oleh perusahaan China, funding pertama juga dari China,” ucap dia.

Gabungkan bank syariah BUMN

Erick juga mengatakan akan menggabungkan beberapa bank syariah pelat merah. Dia menargetkan hal tersebut bisa terwujud di awal 2021.

“Kita coba sedang kaji bank-bank syariah kita ini nanti kita coba merger. Insyaallah Februari tahun depan jadi satu, bank syariah Mandiri, BNI,” ujar Erick.

Pemilik Grup Mahaka ini menjelaskan, penggabungan bank-bank syariah itu dilakukan agar memberi banyak pilihan bagi masyarakat dalam mencari pendanaan.

“Supaya tadi ada opsi-opsi pendanaan yang percaya bisnis syariah kita mesti buka itu. Namanya pendanaan macam-macam kan ada mahal, murah, syariah kita mesti welcome semuanya itu,” kata dia.

Erick menambahkan, Indonesia merupakan negara dengan populasi muslim terbesar di dunia. Oleh karena itu, dia ingin memfasilitasi penduduk muslim untuk mendapat pendanaan.

“Nah kalau (bank) syariah di-merger dia bisa menjadi top id bank yang menjadi alternatif pilihan. Karena yang namanya funding terbuka. Ini yang kita coba lakukan segmentasi yang ada di Himbara supaya tidak kanibal dan memperkaya pada marketnya,” ucap dia.

Sementara itu, terkait bank Himbara lainnya, Erick mengaku tak ingin menggabungkannya. Namun, dia menginginkan agar bank-bank BUMN bermain di segmen yang berbeda-beda.

“Soal bank kan sebelumnya ada pemikiran holdingisasi, tapi saya berpikir berbeda, saya harap bank-bank bersaing dengan sehat, tapi dengan segmen pasar jelas,” ujar dia.


(Sumber: KOMPAS.com/Ade Miranti | Editor: Sakina Setiawan)

https://money.kompas.com/read/2020/07/04/123955726/persaingan-antar-bank-bumn-yang-jadi-sorotan-erick-thohir

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BERITA FOTO: Sri Mulyani Optimis Pertumbuhan Ekonomi RI di Atas 5 Persen

BERITA FOTO: Sri Mulyani Optimis Pertumbuhan Ekonomi RI di Atas 5 Persen

Whats New
Ada Isu Biaya Haji Naik, Pegadaian Tawarkan Produk Pembiayaan Arrum Haji

Ada Isu Biaya Haji Naik, Pegadaian Tawarkan Produk Pembiayaan Arrum Haji

Rilis
Cara Daftar BBM Subsidi Pertamina Tanpa Aplikasi dan Syaratnya

Cara Daftar BBM Subsidi Pertamina Tanpa Aplikasi dan Syaratnya

Work Smart
BERITA FOTO: Fasilitas Data Center Area31 Resmi Beroperasi

BERITA FOTO: Fasilitas Data Center Area31 Resmi Beroperasi

Whats New
PUPR Kebut Pembangunan Akses Jalan di Labuan Bajo Sebelum Pelaksanaan ASEAN Summit

PUPR Kebut Pembangunan Akses Jalan di Labuan Bajo Sebelum Pelaksanaan ASEAN Summit

Rilis
IFG Targetkan Proses Migrasi Polis Jiwasraya Bisa Rampung Tahun Ini

IFG Targetkan Proses Migrasi Polis Jiwasraya Bisa Rampung Tahun Ini

Whats New
Imbas Merosotnya Bisnis Penjualan Ventilator, Philips akan PHK 6.000 Karyawannya

Imbas Merosotnya Bisnis Penjualan Ventilator, Philips akan PHK 6.000 Karyawannya

Whats New
Sri Mulyani Yakin Ekonomi RI Tetap Kuat meski IMF Pangkas Proyeksi Pertumbuhan

Sri Mulyani Yakin Ekonomi RI Tetap Kuat meski IMF Pangkas Proyeksi Pertumbuhan

Whats New
Menteri Teten: Inkubator Wirausaha Penting untuk Mengembangkan Usaha

Menteri Teten: Inkubator Wirausaha Penting untuk Mengembangkan Usaha

Whats New
Pastikan Ketersediaan Beras Aman, Mentan SYL: Januari-Maret Ada Overstock 3 Juta Ton

Pastikan Ketersediaan Beras Aman, Mentan SYL: Januari-Maret Ada Overstock 3 Juta Ton

Whats New
Kelanjutan Kasus Wanaartha Life, 600 Nasabah yang Mewakili 1.400 Polis Sudah Daftar ke Tim Likuidasi

Kelanjutan Kasus Wanaartha Life, 600 Nasabah yang Mewakili 1.400 Polis Sudah Daftar ke Tim Likuidasi

Whats New
Minyakita Langka, ID Food Minta Produsen Genjot Produksi

Minyakita Langka, ID Food Minta Produsen Genjot Produksi

Whats New
Bank Mandiri Salurkan Kredit Rp 1.202 Triliun di 2022, Paling Banyak Segmen Korporasi

Bank Mandiri Salurkan Kredit Rp 1.202 Triliun di 2022, Paling Banyak Segmen Korporasi

Whats New
Papan Pemantauan Khusus akan Meluncur Tahun Ini

Papan Pemantauan Khusus akan Meluncur Tahun Ini

Whats New
Dipanggil Jokowi ke Istana, Buwas: Bahas Harga Beras, Bukan 'Reshuffle'

Dipanggil Jokowi ke Istana, Buwas: Bahas Harga Beras, Bukan "Reshuffle"

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+