Salin Artikel

Pengelolaan Bandara oleh Asing

Polemik tentang Bandara di Indonesia yang akan ditawarkan kepada pihak asing berkembang dengan lebih banyak kekhawatiran bahwa keuntungan yang akan lari keluar negeri. Banyak pihak yang juga mengutarakan bahwa dengan masuknya investor asing dalam pengelolaan bandara di Indonesia akan lebih banyak merugikan Indonesia.

Sebenarnya dalam hal ini yang harus diwaspadai adalah aturan main yang diberlakukan sehingga keberadaan investor asing dalam mengelola bandara di Indonesia akan benar-benar menguntungkan kita. Pengalaman menunjukkan bahwa kita sering lemah dalam mengikat perjanjian atau kontrak dengan pihak asing.

Kelemahan ini terkadang juga merupakan refleksi dari bentuk adanya kepentingan lain dari para pelaksana pembuat kontrak atau perjanjian kerjasama dengan pihak asing. Dalam hal ini persoalannya sangat sederhana yaitu sepanjang kontrak perjanjian yang diberlakukan dengan pihak investor asing benar-benar berorientasi kepada kepentingan nasional maka semua akan berlangsung dengan baik.

Bila ditinjau lebih jauh lagi mengenai keberadaan investor asing dalam pengelolaan bandara, maka dipastikan kebijakan ini akan sangat bermanfaat. Indonesia memang harus belajar banyak dalam aspek pengelolaan bandara secara profesional.

Kondisi dalam 20 tahun terakhir sangat jelas betapa pengelolaan bandara di Indonesia sangat memprihatinkan. Pertumbuhan penumpang yang sangat fantastis tidak diiringi dengan menyiapkan tenaga kerja profesional di bidangnya dan juga kurang memperhatikan mengenai kesiapan infrastruktur penerbangan.

Betapa ketika Soekarno Hatta Internatonal Airport mengalami over kapasitas, tidak ada langkah mendiagnosa dan menganalisis mengapa hal itu terjadi terlebih dahulu, tetapi justru dengan mudah saja diambil keputusan untuk menyalurkan kelebihan traffic ke Pangkalan Angkatan Udara Halim Perdanakusuma.

Hasilnya tentu saja memunculkan banyak masalah lainnya. Kegiatan penerbangan militer di Halim menjadi terganggu demikian pula halnya dengan pelaksanaan penerbangan sipil komersial yang bergiat ditengah-tengah lingkungan instansi pertahanan udara nasional.

Terbukti tidak berapa lama beroperasi di Halim, kemudian terjadi tabrakan pesawat terbang sipil di Pangkalan Angkatan Udara Halim Perdanakusuma. Para pengelola bandara sama sekali tidak mengerti tentang peruntukkan bandara bagi kepentingan penerbangan sipil komersial dan fungsi dari sebuah pangkalan Angkatan Udara yang sifatnya terbatas untuk pergerakan umum.

Demikian pula yang terjadi pada beberapa bandara lainnya seperti di Bandung, Surabaya dan Jogyakarta. Yang paling menyolok adalah tentang bagaimana sebuah International Airport (di Kertajati) yang dibangun dengan biaya triliunan rupiah dan kemudian menjadi tidak berguna sama sekali.

Sebuah ironi tentang bagaimana penerbangan sipil komersial yang sudah diputuskan untuk dipindah ke International Airport Kertajati dari Pangkalan Angkatan Udara Husein Sastranegara Bandung, karena dinilai mengganggu keselamatan penerbangan karena ada banyak kegiatan penerbangan militer dan kegiatan pabrik pesawat terbang PTDI kemudian kembali lagi dipindahkan ke Pangkalan Angkatan Udara Husein Sastranegara Bandung.

Belum lagi mengenai manajemen bandara di negeri ini dalam hal penentuan mana yang diberlakukan sebagai Internasional Airport dan mana yang akan digunakan untuk keperluan penerbangan domestik. Kesemua itu adalah sebuah gambaran betapa pengetahuan kita tentang anatomi dari tata kelola sebuah bandara sangat minim.

Dengan berdatangannya pihak investor asing yang mengelola bandara bandara di Indonesia kiranya , kita dapat banyak belajar dari mereka tentang bagaimana caranya mengelola bandara secara profesional bertaraf world class.

Di sinilah salah satu titik penting yang harus dijadikan perhatian dalam bekerja sama dengan pihak asing, bahwa harus ada jaminan tentang peningkatan kualitas sumber daya manusia kita di bidang pengelolaan sebuah bandara.

Harus diakui bahwa kualitas tenaga kerja kita di bidang penerbangan pada umumnya dan khusus dalam pengelolaan bandara masih sangat kurang.

Sebuah realita yang meyedihkan ditengah pertumbuhan penumpang pesawat terbang yang sangat fantastis belakangan ini akan tetapi sumber daya manusia yang bergiat di dunia penerbangan masih jauh dari cukup. Sebuah kenyataan bahwa memang lembaga pendidikan bagi tenaga profesional di bidang penerbangan di Indonesia masih kurang. Sekedar contoh saja bahwa pendidikan setara master degree di bidang manajemen dan bisnis penerbangan baru ada satu di Indonesia dan itupun masih sangat sedikit pesertanya.

Harus diakui bahwa kita belum memberikan perhatian yang cukup pada bidang pendidikan dan latihan untuk menghasilkan tenaga terdidik di bidang penerbangan. Sebuah tantangan yang harus segera dijawab. Bekerjasama dengan pihak asing adalah salah satu langkah yang patut di hargai sebagai sebuah tindakan yang sangat bagus untuk dapat menanggulangi banyak kekurangan kita akan tenaga ahli dibidang manajemen penerbangan dalam hal ini menajemen kebandaraan.

Mudah-mudahan kerja sama dengan pihak asing yang akan berlangsung kedepan akan banyak memberikan manfaat bagi kita semua khusus nya dalam pengelolaan sumber daya manusia dibidang penerbangan. Kerja sama dengan pihak asing seyogyanya dapat pula dikembangkan pada bidang pelatihan dan pendidikan di bidang kedirgantaraan.

https://money.kompas.com/read/2020/11/24/050800726/pengelolaan-bandara-oleh-asing

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Mencari Kantor BPJS Ketenagakerjaan Terdekat dengan Mudah

Cara Mencari Kantor BPJS Ketenagakerjaan Terdekat dengan Mudah

Whats New
Pefindo Sematkan Peringkat idAAA Untuk Mitratel

Pefindo Sematkan Peringkat idAAA Untuk Mitratel

Rilis
Tingkat Pengangguran 18 Persen, Google Indonesia Siapkan Beasiswa Data Analis untuk 10.000 Orang

Tingkat Pengangguran 18 Persen, Google Indonesia Siapkan Beasiswa Data Analis untuk 10.000 Orang

Work Smart
Bos Semen Indonesia Sebut Proyek IKN Nusantara Berpotensi Serap 21 Juta Ton Semen

Bos Semen Indonesia Sebut Proyek IKN Nusantara Berpotensi Serap 21 Juta Ton Semen

Whats New
PTBA Tebar Dividen Senilai Rp 7,9 Triliun, 100 Persen dari Laba Bersih di 2021

PTBA Tebar Dividen Senilai Rp 7,9 Triliun, 100 Persen dari Laba Bersih di 2021

Whats New
Syarat dan Cara Gadai Emas di Pegadaian dengan Mudah

Syarat dan Cara Gadai Emas di Pegadaian dengan Mudah

Earn Smart
Bahas Revisi UU LLAJ, YLKI Usulkan Pemerintah Pungut Dana Preservasi Jalan Ke Kendaraan Pribadi

Bahas Revisi UU LLAJ, YLKI Usulkan Pemerintah Pungut Dana Preservasi Jalan Ke Kendaraan Pribadi

Whats New
Status Ojol Tak Perlu Dilegalkan, INSTRAN: Ojol Hanya Sementara hingga Transportasi Umum Membaik

Status Ojol Tak Perlu Dilegalkan, INSTRAN: Ojol Hanya Sementara hingga Transportasi Umum Membaik

Whats New
DPR Sahkan UU PPP, Buruh Ancam Akan Gelar Aksi Unjuk Rasa

DPR Sahkan UU PPP, Buruh Ancam Akan Gelar Aksi Unjuk Rasa

Whats New
Bisakah Luhut Atasi Permasalahan Minyak Goreng di RI dalam 2 Minggu?

Bisakah Luhut Atasi Permasalahan Minyak Goreng di RI dalam 2 Minggu?

Whats New
Anak Usaha Kimia Farma Buka 5 Lowongan Kerja untuk D-3 dan S-1, Ini Posisi yang Dicari

Anak Usaha Kimia Farma Buka 5 Lowongan Kerja untuk D-3 dan S-1, Ini Posisi yang Dicari

Work Smart
Cek Tingkat Imbalan 6 Seri Sukuk Negara yang Dilelang Pekan Depan

Cek Tingkat Imbalan 6 Seri Sukuk Negara yang Dilelang Pekan Depan

Earn Smart
Bahlil: Ekspor Listrik Dilarang, Sebentar Lagi Kami akan Buat Aturannya

Bahlil: Ekspor Listrik Dilarang, Sebentar Lagi Kami akan Buat Aturannya

Whats New
IKN Ditawarkan Dalam Pertemuan WEF, Bahlil: Kalau Minat Investasi Ada, Tapi Eksekusinya Belum

IKN Ditawarkan Dalam Pertemuan WEF, Bahlil: Kalau Minat Investasi Ada, Tapi Eksekusinya Belum

Whats New
Buka Marpolex 2022, Menhub Ingatkan Risiko Laut Tercemar karena Tumpahan Minyak

Buka Marpolex 2022, Menhub Ingatkan Risiko Laut Tercemar karena Tumpahan Minyak

Whats New
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.