Salin Artikel

Mengenal Alia dan Prieds, 2 Startup yang Hadirkan Solusi di Era Disrupsi

KOMPAS.com – Sadar atau tidak, era disrupsi digital sudah di depan mata. Sekarang, bukan zamannya lagi seseorang harus selalu pergi ke bank untuk mentransfer uang. Bukan pula masanya seorang kasir di sebuah kedai food and beverage ternama menghitung pemasukan secara manual.

Pasalnya, semakin pesatnya perkembangan teknologi digital membuat kedua contoh aktivitas tersebut mulai ditinggalkan. 

Saat ini, beberapa teknologi digital sudah bisa mengganti peran manusia dalam melakukan atau mengerjakan sesuatu. Hal tersebut pada akhirnya mengubah gaya hidup generasi masa kini. Akibatnya, terjadi efek domino yang saling berkaitan setelahnya, yakni pergeseran kebutuhan di lingkup masyarakat.

Bila dipandang dari segi bisnis, hal itu bisa menjadi peluang bagi industri untuk menawarkan jasa guna memenuhi kebutuhan baru tersebut, seperti yang dilakukan oleh dua startup asal Indonesia, Alia dan Prieds.

Alia dan Prieds merupakan dua early stage startup terpilih dari total 15 perusahaan rintisan yang telah mengikuti program Startup Studio Indonesia batch kedua. Untuk mengenal lebih jauh tentang kedua startup tersebut, simak ulasan berikut.

Alia, aplikasi keuangan berbasis AI

Perkembangan sektor finansial saat ini tumbuh begitu pesat. Buktinya, banyak produk finansial yang dihadirkan oleh perusahaan perbankan dan non-perbankan di Tanah Air.

Di satu sisi, perkembangan tersebut memberikan keuntungan bagi masyarakat. Sebab, masyarakat memiliki sejumlah pilihan produk yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan.

Namun, di sisi lain, banyaknya produk finansial yang beredar membuat masyarakat kesulitan dalam menentukan produk yang sesuai dengan situasi keuangannya. Ambil contoh, masalah yang terjadi pada generasi milenial dan generasi Z.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Alvara Strategic pada 2020, kedua generasi itu cenderung memiliki pola konsumsi yang lebih boros dibandingkan generasi-generasi sebelumnya.

Semakin banyak produk finansial dan pola konsumsi yang cenderung boros akhirnya menyebabkan generasi milenial dan generasi Z kesulitan dalam mengontrol serta mengelola keuangan. Nyatanya, rata-rata milenial hanya menabung kurang dari 10 persen dari pendapatan per bulan.

Melihat permasalahan tersebut, tiga perempuan yang terdiri dari Nadia Amalia (CEO and Co-Founder), Fransisca Susan (CTO and Co-Founder), dan Fadhila (COO and Co-Founder) berinisiatif membangun Alia.

Nadia mengatakan, Alia merupakan startup yang berfokus pada aplikasi keuangan pribadi berbasis artificial intelligence (AI).

Perjalanan perusahaan rintisan Alia dimulai ketika Nadia dan Susan mengikuti fintech pitching competition di Massachusets Institute of Technology (MIT), Amerika Serikat. Kemudian, mereka membangun Alia dengan misi meningkatkan literasi keuangan di Indonesia melalui teknologi.

“Kehadiran Alia diharapkan dapat membantu mengatasi permasalahan pengelolaan finansial banyak orang, terutama generasi muda,” kata Nadia kepada Kompas.com dalam acara Profiling Startup yang diselenggarakan oleh Startup Studio Indonesia, Selasa (10/8/2021).

Harapannya, lanjut Nadia, masyarakat dapat memiliki pemahaman dan manajemen keuangan yang lebih baik.

“Kami juga ingin membantu mereka dalam pengambilan keputusan yang tepat berdasarkan analisis data dan menghadirkan pendampingan konsultan keuangan dengan biaya yang lebih terjangkau,” jelas Nadia.

Sebagai informasi, Alia menyediakan solusi end-to-end (terintegrasi) untuk seluruh kebutuhan finansial masing-masing individu.

Terdapat beberapa fitur yang menjadi keunggulan Alia, salah satunya Automatic Financial Planning. Fitur ini dihadirkan untuk mengintegrasikan seluruh produk finansial yang dimiliki nasabah untuk memberikan gambaran menyeluruh atas transaksi keuangannya.

Ada pula fitur Financial Habit Analytics dan AI Recommendation yang menyediakan analisis terhadap kebiasaan pengeluaran nasabah serta memberikan rekomendasi melalui pemanfaatan teknologi AI.

“Lalu, ada fitur Financial Consultation yang didukung oleh konsultan keuangan berpengalaman untuk melayani nasabah terkait pengelolaan keuangan,” ujar Nadia.

Bagi penyedia jasa finansial seperti Alia, faktor keamanan menjadi prioritas pertama yang harus dihadirkan. Oleh karena itu, Alia tidak pernah meyimpan data kredensial pengguna, seperti username atau password di dalam aplikasi.

“Jadi, setiap pengguna yang ingin masuk ke dalam platform harus melakukan login ulang karena data sensitif tersebut tidak disimpan, melainkan hanya dikirimkan melalui enkripsi khusus,” jelas Nadia.

Sejak resmi diluncurkan pada Januari 2020, Alia kini telah membantu 20.000 nasabah dengan nilai transaksi sebesar Rp 2,5 triliun. Aplikasi Alia pun dapat diunduh secara gratis di App Store dan Play Store.

Prieds, solusi bisnis berbasis ERP dan IoT

Sejak diluncurkan pada 2018, Prieds memiliki misi untuk mendukung akselerasi teknologi 4.0 bagi sektor industri di Indonesia. Mark Gabriel Priyono (CEO and Co-Founder) dan Julianto Yauwin (CTO and Co-Founder) merupakan dua orang di balik perusahaan rintisan ini.

Adapun fokus utama Prieds lahir dari kebutuhan sektor industri dalam meningkatkan ketahanan dan kelincahan operasional bisnis, utamanya yang berkaitan dengan digital pada era disrupsi. Terutama, karena kebutuhan tersebut semakin terasa di masa pandemi Covid-19. 

Mark mengatakan, Sebagai perusahaan bisnis dan teknologi software as a service (SaaS), Prieds menyediakan solusi software enterprise resource planning (ERP) berbasis cloud dan perangkat hardware terkoneksi berbasis internet of things (IoT) yang terintegrasi. Solusi itu bertujuan untuk pengelolaan bisnis yang lebih efisien.

Beberapa solusi yang disediakan oleh Prieds antara lain business intelligence dashboard, machine and automation, production and manufacturing management, smart warehouse and asset management, serta smart office.

“Selanjutnya, terdapat solusi maintenance management system, customer relationship management, point of sales (POS), serta finance and accounting,” kata Mark kepada Kompas.com pada kesempatan sama.

Prieds, lanjutnya, memiliki dua model layanan produk yang disesuaikan dengan karateristik dan kebutuhan segmen klien.

Pertama, Prieds Lite yang difokuskan untuk sektor UMKM. Produk ini menyediakan solusi manajemen kasir (POS), akuntansi, persediaan, stok, pembelian, produksi, dan integrasi sistem e-commerce.

Kedua, Prieds Premium untuk industri menengah ke atas yang membutuhkan solusi lebih komprehensif. Produk ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan implementasi hardware IoT.

“Saat ini, Prieds telah memiliki lebih dari 15 modul untuk dimanfaatkan klien, di antaranya bidang IoT, akuntansi, gudang, purchasing and procurement, dan produksi. Sistem modular ini memberikan keuntungan bagi klien karena mereka dapat memilih modul yang sesuai dengan kebutuhan bisni,” jelas Mark.

Sebagai penyedia jasa ERP asal Indonesia, Prieds juga telah bekerja sama dengan berbagai mitra strategis, seperti Telkom Indonesia, Kawan Lama Sejahtera, dan Sanco Indonesia. Ke depan, Prieds akan menghadirkan service marketplace untuk memperluas layanan dan mengembangkan ekosistem bisnis.

https://money.kompas.com/read/2021/08/13/111700926/mengenal-alia-dan-prieds-2-startup-yang-hadirkan-solusi-di-era-disrupsi

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) Bisa Lebih dari Rp 54 Juta Setahun

Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) Bisa Lebih dari Rp 54 Juta Setahun

Whats New
Hari Ini Tarif Ojol Naik, Simak Besarannya

Hari Ini Tarif Ojol Naik, Simak Besarannya

Whats New
Maksimalkan Bandara Soekarno Hatta untuk Mengurangi Mahalnya Tiket Pesawat

Maksimalkan Bandara Soekarno Hatta untuk Mengurangi Mahalnya Tiket Pesawat

Whats New
Stakeholder Adalah: Definisi, Jenis, Peran, Fungsi, dan Contohnya

Stakeholder Adalah: Definisi, Jenis, Peran, Fungsi, dan Contohnya

Earn Smart
Cara Bayar Iuran BPJS Kesehatan lewat HP dengan Mudah

Cara Bayar Iuran BPJS Kesehatan lewat HP dengan Mudah

Spend Smart
Majukan Pangan Indonesia, ID Food Lakukan Sejumlah Langkah Transformasi Lanjutan

Majukan Pangan Indonesia, ID Food Lakukan Sejumlah Langkah Transformasi Lanjutan

Rilis
Komisaris: Pengertian, Peran, Tugas, Tanggung Jawab, dan Gajinya

Komisaris: Pengertian, Peran, Tugas, Tanggung Jawab, dan Gajinya

Whats New
Cara Transfer Pulsa XL ke Sesama XL dan Axis dengan Mudah

Cara Transfer Pulsa XL ke Sesama XL dan Axis dengan Mudah

Spend Smart
Ada Pameran Arsip dan Mobil Kepresidenan di Sarinah, Erick Thohir: Momen Milenial Kenali Sejarah RI

Ada Pameran Arsip dan Mobil Kepresidenan di Sarinah, Erick Thohir: Momen Milenial Kenali Sejarah RI

Whats New
Perkuat Ekosistem 'Cashless', BNI Gandeng Indomaret

Perkuat Ekosistem "Cashless", BNI Gandeng Indomaret

Whats New
Syarat dan Cara Transfer Pulsa Indosat Terbaru 2022

Syarat dan Cara Transfer Pulsa Indosat Terbaru 2022

Spend Smart
Ada Aturan PSE , Pemerintah Didorong Percepat Pembahasan RUU Perlindungan Data Pribadi

Ada Aturan PSE , Pemerintah Didorong Percepat Pembahasan RUU Perlindungan Data Pribadi

Whats New
Harga Gandum Meningkat, Komisi IV Dukung Kementan Perluas Substitusi Pangan Lokal dengan Sorgum

Harga Gandum Meningkat, Komisi IV Dukung Kementan Perluas Substitusi Pangan Lokal dengan Sorgum

Whats New
Mengenal Perusahaan Outsourcing, Penyedia Jasa yang Kerap Dibutuhkan Perusahaan Multinasional

Mengenal Perusahaan Outsourcing, Penyedia Jasa yang Kerap Dibutuhkan Perusahaan Multinasional

Rilis
Atasi Kompleksitas Distribusi ke Warung Kelontong, GoToko Lanjutkan Ekspansi Bisnis

Atasi Kompleksitas Distribusi ke Warung Kelontong, GoToko Lanjutkan Ekspansi Bisnis

Whats New
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.