Menteri Desa: Persoalan Ekonomi di Desa adalah Pengolahan Pasca-panen

Kompas.com - 22/08/2016, 10:00 WIB
Penulis Achmad Fauzi
|
EditorAprillia Ika

T: Apa keluhan masyarakat saat turun ke desa?

J: Banyak, seperti kendala pencairan dana desa. Kan pencairan dana desa bertahap. Pencairan tahap kedua tidak akan keluar jika laporan tahap pertama tidak selesai. Tadinya kami pikir Lurahnya akan bergerak. Tetapi ternyata tidak. Lurahnya belum siap. Sehingga kami buat program pengelolaan keuangan negara untuk level Kepala Desa. 

T: Bagaimana nasib program transmigrasi? Apakah program ini berjalan?

J: Berjalan. Cuma kami ingin sempurnakan agar lebih terintegrasi. Selama ini kami putus pembangunan infrastruktur, sarana produksi tetapi tidak ada sarana pasca-panen. Pemerintah punya dana ke situ nanti kami libatkan pihak ketiga untuk masuk invetasi sarana pasca-panen.

T: Di mana saja daerah transmigran yang paling banyak?

J: Transmigran itu yang sukses banyak. Daerah-daerah transmigran di luar Jawa itu banyak. Ada dua daerah transmigran yang jadi ibukota provinsi. Ada 140 daerah transmigran yang jadi ibukota kabupaten. Ada 1.148 daerah transmigrasi yang menjadi desa-desa. Jadi banyak contoh transmigran yang sukses. 

Dan juga ada banyak anak transmigran yang jadi kepala daerah. Seperti Gubernur Bali itu anak transmigran. Salah satu Doktor di Universitas Brawijaya, Sri Wahyuni, yang kembangkan biogas itu, anak transmigran dari Pulau Buru. 

T: Dengan adanya pemangkasan anggaran, apakah program-program Kementerian Desa bisa terus berjalan?

J: Kami hargai dulu semangat dibalik pemangkasan anggaran ini, yakni membuat market jadi confidence. Artinya sejak dijalankan, rupiah juga menguat, indeks menguat.

Paling penting bagi kami, rupiah menguat sehingga dana desa nilainya lebih besar. Hal itu lebih baik daripada kami dananya banyak tetapi rupiah melemah, jadi tidak ada nilainya.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.