Investasi di UMKM Jadi Tulang Punggung Perekonomian Indonesia

Kompas.com - 01/12/2016, 17:29 WIB
Teknologi yang terus berlari kencang menuntut segala hal yang berbau sistem konvensional ditinggalkan, termasuk pada perdagangan foreign exchange (forex). ThinkstockTeknologi yang terus berlari kencang menuntut segala hal yang berbau sistem konvensional ditinggalkan, termasuk pada perdagangan foreign exchange (forex).
Penulis Aprillia Ika
|
EditorAprillia Ika

Tapi angka ini tidak naik sejak  2010. "Perlu ada bantuan agar UMKM naik kelas. UMKM penting karena masih ada 28,6 juta rakyat miskin dan 62 juta hampir miskin,” tambah Vivi, melalui keterangannya.  

Amartha

Hal-hal itu menjadi alasan Andi Taufan Garuda Putra mendirikan Amartha. Ia menjelaskan awalnya investasi UMKM di Amartha dimulai dari sebuah kecamatan di pelosok daerah yang belum sepenuhnya terjangkau oleh layanan bank.

Amartha menyentuh masyarakat pelosok agar mereka mendapatkan akses ke modal usaha meskipun tidak memiliki rekening bank. Amartha menyediakan opsi yang lebih terjangkau dengan bagi hasil yang kompetitif, melalui platform peer-to-peer.

Di Amartha, dana investasi juga dijamin keamanannya dan para investor bisa langsung mengetahui siapa yang akan diberi dana. Misal, pengrajin bros, pengusaha keset, pembuat rengginang, dan sebagainya.

Dalam membangun Amartha, Taufan membuka pintu selebar-lebarnya untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak lain seperti kerja sama dalam membangun platform, kerja sama dengan perbankan. Yang paling penting kerja samanya bisa berdampak ke peminjam bisa mendapatkan modal dan berdampak sosial.

Perlindungan Konsumen

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mengenai teknologi finansial (fintech ) semacam Amartha ini, Junanto Herdiawan mengutarakan bahwa Bank Indonesia saat ini bersinggungan dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian Perdagangan (Kemendag), dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) untuk mengatur regulasi terkait teknologi dan keuangan.

Bank Indonesia sendiri kini sedang membahas terkait perlindungan konsumen dan investor, memonitor kondisi yang berkembang saat ini, serta pasang surutnya ranah teknologi finansial.

Fintech  sendiri sudah muncul sejak 2014 yang bertujuan untuk memberikan layanan ke pos-pos finansial yang masih kosong. Kepentingannya bukan cuma kapital tetapi juga keluhuran untuk mengakses masyarakat yang belum mendapat akses perbankan” tambah Junanto.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X