Kisah Mansa Musa, Orang Paling Kaya Sepanjang Masa

Kompas.com - 16/03/2019, 16:07 WIB
Sebuah penggambaran Mansa Musa, penguasa Kekaisaran Mali yang dimuat dalam Peta Dunia Catalan 1375 yang dibuat Abraham Cresques de Mallorca. Dalam lukisan ini Mansa Musa digambarkan memegang bongkahan emas dan mahkota bergaya Eropa.
WikipediaSebuah penggambaran Mansa Musa, penguasa Kekaisaran Mali yang dimuat dalam Peta Dunia Catalan 1375 yang dibuat Abraham Cresques de Mallorca. Dalam lukisan ini Mansa Musa digambarkan memegang bongkahan emas dan mahkota bergaya Eropa.

Menurut Museum Inggris, selama pemerintahan Mansa Musa, kekaisaran Mali menyumbang hampir setengah emas di dunia.

"Sebagai penguasa, Mansa Musa memiliki akses hampir tak terbatas ke sumber kekayaan yang paling bernilai di dunia abad pertengahan," kata Kathleen Bickford Berzock, Spesialis seni Afrika di Block Museum of Art di Universitas Northwestern.

"Pusat-pusat perdagangan emas utama dan barang-barang lainnya juga berada di wilayahnya, sumber kekayaannya berasal dari perdagangan ini," tambahnya.

Perjalanan ke Mekkah

Meskipun Kekaisaran Mali merupakan kerajaan kaya, namun kerajaan itu tidak dikenal di dunia.  Hal itu akhirnya berubah saat Mansa Musa memutuskan untuk berziarah ke Mekkah, melewati Gurun Sahara dan Mesir. Musa dilaporkan meninggalkan Kerajaan Mali dengan 60.000 kafilah.

Puluhan ribu kafilah tersebut terdiri dari seluruh pengadilan kerajaan, pejabat, tentara, pedagang, pengemudi unta, 12.000 budak, kereta kambing, dan 100 ekor unta yang masing-masing membawa 100 pon emas murni.

Saking banyak dan kayanya, rombongan tersebut seperti kota yang bergerak melalui padang pasir, yang penduduknya dibalut brokat emas dan sutra persia terbaik. Pemandangan itu semakin mewah saat telah sampai di kota Kairo, Mesir.

Tragedi emas Kairo

Mansa Musa meninggalkan kesan yang mendalam bagi warga hingga orang-orang Kairo membicarakannya. Selama 3 bulan di Kairo, Mansa Musa membagi-bagi emas. Hal itu menyebabkan harga emas anjlok di kawasan itu selama 10 tahun sehingga menghancurkan perekonomian Mesir.

SmartAsset.com, perusahaan teknologi yang berbasis di Amerika Serikat, memerkirakan akibat depresiasi emas saat itu, ziarah Mansa Musa menyebabkan kerugian ekonomi sekitar 1,5 miliar dollar di seluruh Timur Tengah.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Sumber BBC
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X