Akibat Tragedi 737 Max 8, Nilai Pasar Boeing Lenyap 40 Miliar Dollar AS

Kompas.com - 24/03/2019, 09:09 WIB

"Kami mengambil tindakan untuk sepenuhnya memastikan keamanan 737 MAX," katanya.

"Kami juga memahami dan menyesali apa yang dihadapi para pelanggan kami dan masyarakat penerbangan yang disebabkan oleh kebijakan meng-grounded armada ini," tambah dia.

737 Max dilarang terbang

Pada 10 Maret lalu, salah satu pesawat Boeing 737 Max jatuh tak lama setelah lepas landas di Ethiopia dan menewaskan semua orang di dalamnya. Kejadian ini mengikuti kecelakaan pada Oktober 2018 dari 737 Max yang dioperasikan Lion Air di Indonesia yang menewaskan 189 orang.

Negara-negara dan maskapai penerbangan di seluruh dunia mulai melarang terbang pesawat 737 Max sampai rincian tentang apa yang terjadi pada penerbangan Ethiopian Airlines keluar. Sedangkan regulator AS dan Boeing tidak segera melakukan hal yang sama.

FAA memilih untuk mengandangkan pesawat pada 13 Maret 2019 setelah seluruh dunia sudah melakukannya. Keputusan itu diambil setelah ditemukannya bukti baru tentang kecelakaan itu.
Sementara Boeng menghentikan pengiriman pesawat baru 737 Max ke seluruh dunia.

Laporan awal menunjukkan bahwa kedua kecelakaan yang menimpa Boeing 737 Max terjadi karena ada permasalahan di software-nya yang tidak dikomunikasikan secara memadai kepada pilot.

Perusahaan penerbangan murah Eropa, Norwegian Air pada pekan lalu menjadi maskapai pertama yang mengatakan secara terbuka bahwa mereka akan menuntut Boeing akibat pelarangan terbang 737 Max. Langkah yang diambil Norwegian Air itu kemungkinan diikuti oleh maskapai lainnya.

Baca juga: Boeing Dinilai Tak Proaktif Tanggapi Jatuhnya Pesawat Ethiopian Airlines

Maskapai Garuda Indonesia pada hari Jumat ini menjadi maskapai pertama yang membatalkan sejumlah pesanan untuk 737 Max. Perusahaan tersebut telah memesan 50 pesawat pada tahun 2014 dengan nilai 4,9 miliar dollar AS. Baru satu yang dikirimkan ke maskapai pelat merah Indonesia itu.

Sementara menurut CNN, sebagian besar pelanggan maskapai besar Boeing yang dihubunginya pada Jumat (22/3/2019) mengatakan bahwa mereka tidak memiliki rencana untuk mengubah pesanan mereka, atau terlalu dini untuk mengomentari rencana tersebut.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.