Sri Mulyani Indrawati di Mata Kami

Kompas.com - 05/04/2019, 07:00 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan keterangan terkait realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (19/3/2019). Menkeu melaporkan realisasi APBN 2019 hingga Februari 2019 tercatat Rp54,61 triliun atau 0,34 persen terhadap PDB. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/nz WAHYU PUTRO AMenteri Keuangan Sri Mulyani memberikan keterangan terkait realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (19/3/2019). Menkeu melaporkan realisasi APBN 2019 hingga Februari 2019 tercatat Rp54,61 triliun atau 0,34 persen terhadap PDB. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/nz


MENTERI Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati (Menkeu SMI) kembali dinobatkan sebagai Menteri Keuangan terbaik di Asia Pasifik tahun 2019 versi majalah keuangan FinanceAsiaBaca juga: Lagi, Sri Mulyani Menteri Keuangan Terbaik di Asia Pasifik

Ini bukanlah penghargaan yang biasa, tapi pencapaian yang luar biasa karena merupakan penghargaan tiga tahun berturut-turut sejak 2017.

Prestasi yang diangkat oleh FinanceAsia adalah berkat keberhasilannya membawa perekonomian Indonesia ke arah yang lebih baik. Salah satunya melalui defisit anggaran yang terendah dalam enam tahun terakhir pada APBN 2018.

Melihat kinerja Menkeu SMI selama ini, memang sudah sepantasnya beliau mendapatkan penghargaan tersebut. Bahkan,  awal tahun 2018 lalu SMI mendapat penghargaan sebagai Menteri Terbaik sedunia. Baca juga: Sri Mulyani Jadi Menteri Terbaik Dunia Versi World Government Summit

Banyak sudah ditulis tentang capaian beliau di bidang ekonomi, namun mungkin banyak yang belum mengetahui keseharian beliau saat memimpin kami di Kementerian Keuangan.

Mencintai Indonesia

Yang paling menonjol adalah kecintaannya pada bangsa dan negara Indonesia. Kita sering mendengar ajakan beliau untuk jangan pernah lelah mencintai Indonesia.

Baginya, hal ini bukan slogan kosong tanpa makna. Kecintaannya pada Indonesia dibuktikan dengan berbagai pemikiran dan terobosan di bidang keuangan negara.

Beliau menginginkan agar segenap daerah di pelosok Indonesia tersentuh pembangunan melalui alokasi dana APBN. Dengan begitu, istilah terluar dan terpencil hanyalah istilah demografi saja.

Semua daerah terpencil adalah bagian yang sama dari semua daerah di republik Indonesia. Tidak boleh ada daerah yang tertinggal.

Beliau mengibaratkan Indonesia sebagai rumah besar dimana seharusnya semua daerah adalah layaknya kamar-kamar dalam rumah yang mudah dijangkau dan dihubungi.

Kecintaannya pada Indonesia juga dibuktikan dengan melakukan kunjungan ke pelosok daerah sampai wilayah perbatasan-perbatasan yang belum pernah dikunjungi oleh para Menkeu sebelumnya.

Setiap kali kunjungan ke daerah, dapat dipastikan tidak hanya melakukan satu kegiatan saja. Selain memantau langsung pelaksanaan program Kemenkeu di daerah, biasanya juga ada kuliah umum/ orasi ilmiah dan pertemuan dengan pegawai Kemenkeu di daerah tersebut. 

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X